Rektor Universitas Brawijaya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Berikut ini adalah daftar Rektor Universitas Brawijaya, Malang dari masa ke masa:

1963-1966: H. Doel Arnowo[sunting | sunting sumber]

H. Doel Arnowo adalah Presiden Universitas Brawijaya pada tahun 1963 sampai 1966. Beliau lahir di Surabaya, 30 Oktober 1904, wafat pada tanggal 18 Januari 1985. Selama kepemimpinannya, Universitas Brawijaya dalam proses penegerian. Banyak tenaga, pikiran serta harta pribadi dicurahkan untuk proses ini. Lobinya yang kuat termasuk dengan Presiden Sukarno sangat menentukan proses penegerian tersebut.

1966: Brigjen. Prof. Dr. dr. Eri Soedewo[sunting | sunting sumber]

Brigjen. Prof. Dr. dr. Eri Soedewo adalah Ketua Presidium Universitas Brawijaya (1966). Dokter ahli bedah sekaligus seorang militer berpangkat brigjen ini mengemban tugas mengembalikan fungsi perguruan tinggi di Jawa Timur selama terjadi kekacauan politik saat itu. Selain sebagai Ketua Presidium Universitas Brawijaya, dia juga menjadi Koordinator Perguruan Tinggi Negeri se-Jawa Timur, Pejabat Rektor Universitas Airlangga, Ketua Presidium IKIP Malang, dan Ketua Presidium IKIP Surabaya.

1966-1969: Kolonel Moejadhi[sunting | sunting sumber]

Kolonel Moejadhi, Komandan Korem 083 Malang ini ditugaskan sebagai Rektor Universitas Brawijaya dengan misi utama menormalkan kehidupan kampus yang sedang bergolak sebagai imbas situasi politik di luar kampus pada saat itu. Setelah berhasil mengendalikan situasi, dia mengakhiri tugasnya sebagai rektor, dan mendapat tugas belajar di SESKOAD.

1969-1973: Prof. Dr. Ir. Moeljadi Banoewidjojo[sunting | sunting sumber]

Prof. Dr. Ir. Moeljadi Banoewidjojo menjabat sebagai rektor tahun 1969-1973, beliau lahir di Ponorogo, November 1924, wafat pada tanggal 7 November 1990. Banyak hal telah dilakukan guru besar Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP) ini selama karirnya sebagai rektor, antara lain pengadaan tenaga dosen maupun staf administrasi dalam jumlah besar, serta sangat berperan dalam proses pembebasan dan perluasan tanah Kampus Dinoyo secara bertahap.

1973-1979: Prof. Darji Darmodiharjo, SH[sunting | sunting sumber]

Prof. Darji Darmodiharjo, SH menjabat sebagai rektor pada tahun 1973 sampai 1979, beliau lahir di Blora, 5 Maret 1920. Sarjana hukum alumni Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat Universitas Brawijaya yang berpangkat Kolonel TNI AD ini saat menjabat rektor, antara lain menetapkan singkatan “Unibraw” sebagai pengganti “Unbra”, menjadikan Kampus Dinoyo sebagai kampus utama dengan memindahkan Kantor Pusat dari Jalan Guntur dan gedung kuliah dari kawasan Kotalama ke Kampus Dinoyo. Sebelum habis masa jabatannya selaku rektor, Prof Darji diangkat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

1979-1987: Prof. Dr. Harsono, SE[sunting | sunting sumber]

Prof. Dr. Harsono, SE menjabat sebagai rektor tahun 1979-1987, beliau lahir di Surabaya, 8 September 1939, wafat 3 Juni 1999. Guru besar Fakultas Ekonomi ini sewaktu menjadi rektor berperan besar dalam pembebasan tanah untuk Kampus Dinoyo dan pembangunan fasilitas fisik berupa gedung-gedung, antara lain gedung Kantor Pusat (lama), Perpustakaan Pusat, Asrama Mahasiswa, gedung Kuliah Bersama, gedung-gedung laboratorium Biologi, Fisika, Kimia, dan Komputer, gedung serbaguna Sasana Samanta Krida, kompleks Politeknik, dan gedung-gedung lain di Kampus Dinoyo.

1987-1993: Prof. Drs. Zainal Arifin Achmady, MPA[sunting | sunting sumber]

Prof. Drs. Zainal Arifin Achmady, MPA menjabat sebagai rektor tahun 1987-1993, lahir di Jember, 10 September 1940. Guru besar Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) ini sangat berdisiplin. Saat menjadi Rektor, terselenggara Simposium Nasional Cendekiawan Muslim Indonesia di Kampus Universitas Brawijaya yang berujung pada pembentukan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI). Selain itu banyak pembangunan fasilitas pembangunan fisik seperti gedung Rektorat berlantai 8 dan gedung Widyaloka. Prof ZA Achmady diangkat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 1993 sebelum masa jabatannya berakhir.

1994-1998: Prof. Drs. H.M. Hasyim Baisoeni[sunting | sunting sumber]

Prof. Drs. H.M. Hasyim Baisoeni menjabat sebagai rektor tahun 1994-1998, lahir di Pamekasan, 15 April 1937. Guru besar Fakultas Teknik (FT) UB yang selama masa jabatannya banyak mendorong dosen untuk studi lanjut dan banyaknya dosen yang berhasil menjadi Guru Besar, dibentuknya Pembantu Rektor IV bidang Perencanaan dan Kerjasama, dibentuknya BAPSI (Biro Administrasi dan Sistem Informasi), dan mulai diresmikan penggunaan website resmi UB dan aplikasi SIMPT terpadu.

1998-2002: Prof. Dr. Eka Afnan Troena, SE[sunting | sunting sumber]

Prof. Dr. Eka Afnan Troena, SE menjabat sebagai rektor tahun 1998-2002, beliau lahir di Sidoarjo, 12 Agustus 1942. Guru besar Fakultas Ekonomi (FE) ini pada masa kepemimpinannya mulai menerima mahasiswa asing asal Malaysia, dimulainya era jaringan serat optik untuk pengembangan teknologi informasi (TI) di kampus dan pelaksanaan distance learning bekerjasama dengan Keio University, Jepang, serta memulai program pemberian beasiswa studi lanjut bagi staf administrasi.

2002-2006: Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno[sunting | sunting sumber]

Prof. Dr. Ir. Bambang Guritno, menjabat sebagai rektor tahun 2002-2006, beliau lahir di Surabaya, 7 Juni 1945. Guru besar Fakultas Pertanian yang terpilih menjadi rektor secara demokratis di era reformasi ini mencanangkan visi menjadikan Universitas Brawijaya sebagai perguruan tinggi terkemuka melewati batas wilayah nasional, melakukan persiapan-persiapan untuk menjadi perguruan tinggi otonom, mengupayakan peningkatan kualitas dosen melalui studi lanjut, memperluas kerjasama luar negeri, mengadakan penataan jenjang karir staf administrasi, merintis pemberian subsidi biaya perjalanan haji bagi karyawan, serta menempatkan perencanaan sebagai dasar penetapan program dan kegiatan Universitas Brawijaya.

2006-2014: Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito[sunting | sunting sumber]

Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito menjabat sebagai rektor pada tahun 2006 sampai sekarang, beliau lahir di Tulungagung, 10 Juni 1951. Dalam masa kepemimpinan guru besar Fakultas Pertanian ini, Universitas Brawijaya diarahkan untuk menjadi entrepreneurial university yang bertaraf internasional, dibuat logo Universitas Brawijaya, mulai diperkenalkan singkatan “UB” menggantikan “Unibraw”, diberlakukan SPP proporsional bagi mahasiswa baru, dibangun gedung Pusat Bisnis, gedung kuliah Fakultas Ekonomi, gedung Pusat Pendidikan Fakultas Kedokteran, dan tugu, dan pembentukan Laboratorium Sentral Ilmu Hayati. Rektor ini sangat memperhatikan keindahan, keamanan, dan kenyamanan kampus.

2014-sekarang: Prof.Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS.[sunting | sunting sumber]

Prof.Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS. adalah rektor ke-12 Universitas Brawijaya yang menjabat mulai tahun 2014, yang terpilih berdasarkan hasil rapat senat Universitas Brawijaya dan Perwakilan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yaitu Dirjen Dikti pada hari Kamis, 3 April 2014.