Realita, Cinta dan Rock'n Roll

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Realita, Cinta dan Rock'n Roll
Posterrealita.jpg
Sutradara Upi Avianto
Produser Ferry Angriawan
Penulis Upi Avianto
Pemeran Herjunot Ali
Vino G. Bastian
Nadine Chandrawinata
Shandy Harun
Barry Prima
Frans Tumbuan
Distributor Virgo Putra Film
Durasi ?

Realita, Cinta dan Rock'n Roll adalah sebuah film Indonesia tahun 2006 yang disutradarai oleh Upi Avianto dan dibintangi oleh Herjunot Ali, Vino Bastian, dan Nadine Chandrawinata.

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Ipang (Vino G. Bastian) dan Nugi (Herjunot Ali) adalah dua orang sahabat yang tidak menyukai sekolah dan gemar bermain musik. Kehidupan mereka jalani dengan impian untuk mencapai cita-cita mereka menjadi pemusik rock'n roll. Ipang merupakan anak seorang dosen (Frans Tumbuan) dan memiliki seorang adik laki-laki yang bernama Dido. Sedangkan Nugi adalah anak tunggal yang tinggal bersama ibunya. Diceritakan ayahnya sudah pergi ke Amerika sejak kecil dan tak pernah sekalipun mengengoknya. Mereka berdua (Ipang dan Nugi) sering bolos sekolah hanya untuk bersenang-senang atau main ke toko kaset milik Sandra (Nadine Chandrawinata).

Pada hari pembagian nila raport, Mama Nugi kecewa karena nilainya selalu rendah. Ia menyuruh Nugi untuk menemui ayahnya (Barry Prima) yang ternyata sudah kembali ke Indonesia. Mengalami hal yang sama, orang tua Ipang kecewa dengan Ipang karena nilainya yang jelek. Dari sinilah Ipang tahu bahwa ternyata ia hanyalah anak adopsi. Ipang marah kepada mereka dan pergi dari rumah.

Nugi berusaha untuk menghibur Ipang yang tengah sedih. Melihat hal ini, Nugi pun mengajak Ipang untuk ikut dengannya menemui ayahnya. Ipang setuju, akhirnya mereka berdua pun pergi ke rumah ayah Nugi. Namun tanpa diduga, ternyata ayah Nugi merupakan seorang transeksual dan berpenampilan seperti perempuan. Nugi jadi kecewa dan marah melihat kenyataan ini. Karena selama ini, yang Nugi tahu ayahnya adalah seorang atlet Tae-Kwon-Do yang sangat jago.

Suatu hari ketika berbelanja, mereka mendapat seorang ibu-ibu yang dijambret. Ayah Nugi pun langsung menantang si penjambret untuk berkelahi. Melihat lawannya berpakain layaknya perempuan, si penjambret meremehkan ayah Nugi. Ternyata, penjambret dapat dengan mudah dilumpuh oleh ayah Nugi yang masih jago bela diri. Nugi pun jadi bangga pada ayahnya.

Namun, suatu ketika Nugi dan Ipang mendapati ayah Nugi tengah bermesraan dan berciuman dengan seorang laki-laki. Hal ini membuat Nugi kembali kecewa. Nugi mengajak Ipang untuk pergi. Mereka bersama Sandra mabuk-mabukan di sebuah diskotik.

Di pagi harinya, Nugi mendapati Ipang tengah berciuman dengan Sandra. Nugi marah kepada Ipang karena Ipang diam-diam mengkhianatinya. Ipang mencoba menahan, namun Nugi benar-benar pergi. Ipang juga menyuruh Sandra untuk pergi saja karena ia sedang sendiri.

Suatu hari ketika sedang termenung, ayah Ipang menghampirinya. Ayah Ipang meminta maaf atas perlakuan kasarnya selama ini. Ia meminta Ipang untuk pulang karena mamanya setiap hari menangis karena ingin Ipang pulang. Dido juga terus-terusan menanyakan di mana Ipang.

Bagaimanakah kelanjutan ceritanya? Apakah Ipang dan Nugi kembali bersahabat seperti sebelumnya? Bagaimanakah dengan Sandra yang ternyata ingin menjadi desainer menghadapi masalah dua sahabat ini?

Menurut Upi Avianto, sutradara film ini, Realita, Cinta dan Rock'n Roll adalah film tentang bagaimana anak muda menyikapi dunianya, keluarganya, cintanya, dan mimpinya.

Tanggapan kritikus[sunting | sunting sumber]

Realita, Cinta dan Rock'n Roll mendapatkan tanggapan yang baik dari para kritikus film. Harian KOMPAS menulis, "Upi mengalirkan kisah begitu lincah, ringan, dan tak njelimet. Kadang penuh tawa, kadang ada keharuan yang sulit untuk dibendung. Konflik tiga tokoh utamanya dihadirkan berimbang sesuai porsinya." Sementara layarperak.com berpendapat bahwa "film ini seperti lorong hitam yang perlahan-lahan menyingkap tirai-demi-tirai rahasianya. Penonton diberi kejutan demi kejutan yang tak terduga.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]