Railfans

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Seorang railfans yang tengah berburu kereta api.

Railfans, 'edan sepur', atau pecinta kereta api adalah seseorang yang sangat mencintai perkeretaapian dan transportasi rel.[1][2] Di berbagai belahan dunia railfan sangat mudah dijumpai, tanpa mengenal batasan usia.

Istilah lain[sunting | sunting sumber]

Istilah metrophile kadangkala digunakan untuk mengidentifikasi railfans dengan kesenangannya terhadap angkutan cepat berbasis jalan rel.

Britania Raya[sunting | sunting sumber]

Di negara Britania Raya, railfans sering disebut dengan istilah trainspotters atau anorak.

Australia[sunting | sunting sumber]

Di Australia, secara peyoratif railfans juga disebut dengan istilah gunzel.[3][4]

Jepang[sunting | sunting sumber]

Di Jepang, railfans juga disebut dengan istilah Tetsu atau Tetsu-ota.

Railfans di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Meskipun gerakan railfans mulai mencuat sejak tahun 1990-an, konsep railfans di Indonesia memang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Saat ini muncul juga gerakan railfans di dunia maya.

Aktivitas[sunting | sunting sumber]

Railfans dapat memiliki berbagai kesenangannya akan:

  • Sarana perkeretaapian
  • Prasarana perkeretaapian
  • Kereta bawah tanah ataupun angkutan cepat
  • Sejarah kereta api
  • Fotografi kereta api
  • Persinyalan dan semboyan
  • Model kereta api
  • Mengumpulkan kereta api
  • Arsitektur dan seni di bidang Perkeretaapian
  • Operasional kereta api
  • Preservasi kereta api
  • Sistem wesel dan perlintasan kereta api
  • Pemantauan aktivitas kereta api melalui radio

Meskipun demikian, fotografi kereta api adalah yang paling banyak disukai oleh para railfans.

Keselamatan[sunting | sunting sumber]

Meskipun KA menjadi kesenangan utama bagi para railfans, kewaspadaan sangatlah diutamakan. Railfans yang akan berburu foto kereta api harus memahami risiko yang akan terjadi agar tidak menimbulkan kecelakaan. Saat ini, hampir semua operator juga sudah menyiapkan larangan melintas rel kereta api terutama di dekat stasiun, serta memperingatkan terutama kepada railfans dan masyarakat umum yang melintas agar jalur kereta api tetap aman dari kejahatan dan tindakan mencurigakan. Railfans berpengalaman memiliki banyak pengetahuan tentang operasional kereta api dan bahayanya yang dapat membantu mengamankan perjalanan KA, terutama dengan melaporkan palang ataupun peralatan lainnya yang tidak berfungsi.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Larson, Russ (1974). "Learn the lingo". N Scale Primer (ed. Fourth printing, 1977). Milwaukee, WI: Kalmbach Publishing. hlm. 101. 
  2. ^ Kisor, p. 5.
  3. ^ Campbell, Don (2004-01-02). "Gunzels". Trams Down Under. Tramway Museum Society of Victoria. Diakses 2007-10-05. 
  4. ^ Moynihan, Stephen (October 1, 2007). "Rail fans celebrate own win as new line launched". The Age. Diakses 2007-10-05. 

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]

  • Kisor, Henry (1994). Zephyr: Tracking a Dream Across America. Holbrook, Massachusetts: Adams Publishing. ISBN 1-55850-477-X. 
  • Adams, Will (2006). Trainspotting Days. Kettering: Silver Link Publishing. ISBN 1-85794-267-1. 
  • Carter, Ian (2008). British Railway Enthusiasm. Manchester: Manchester University Press. ISBN 978-0-7190-6566-8. 
  • Harvey, Michael G. (2004). Forget the Anorak: what trainspotting was really like. Stroud: Sutton Publishing. ISBN 0-7509-3402-6. 
  • Harvie, Christopher (1992). "The English railway enthusiast". In Diller, Hans-Jürgen (ed.). Englishness. Heidelberg: Carl Winter. hlm. 107–22. ISBN 3-533-04536-6. 
  • Marchant, Ian (2003). Parallel lines: or, Journeys on the Railway of Dreams. London: Bloomsbury. ISBN 0-7475-6578-3. 
  • Marsden, Colin J. (2010). Rail Guide 2010. Shepperton: Ian Allan. ISBN 978-0-7110-3457-0. 
  • Mathison, Phil (2006). Shed Bashing with the Beatles. Newport, Yorkshire: Dead Good Publications. ISBN 0-9546937-3-6. 
  • Packer, David (2003). Well Trained. Leigh: Triangle Publishing. ISBN 0-9529333-8-1. 
  • Whittaker, Nicholas (1995). Platform Souls: The Trainspotter as Twentieth Century Hero. London: Gollancz. ISBN 0-575-05981-8. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]