Radhar Panca Dahana

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Radhar Panca Dahana
250
Nama lahir Radhar Panca Dahana
Nama lain Reza Mortafilini
Lahir 26 Maret 1965
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Pekerjaan Aktor, Sastrawan
Tahun aktif 1975 - sekarang
Pasangan Evi Apriani
Anak Cahaya Prima Putra Dahana

Radhar Panca Dahana (lahir di Jakarta, 26 Maret 1965; umur 50 tahun) adalah sastrawan berkebangsaan Indonesia. Ia menyelesaikan Program S1 Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Indonesia (1993) dan studi Sosiologi di Ecole des Hautes Etudes en Science Sociales, Paris, Perancis (2001). Radhar merupakan pendiri dari Perhimpunan Pengarang Indonesia dan presiden Federasi Teater Indonesia yang masih menjabat sampai saat ini.[1]

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Minatnya dalam bidang menulis terlihat sejak umur 5 tahun, saat dirinya sering tidak pulang ke rumah dan ditemukan di kawasan Bulungan sedang melihat teater. Kepiawaiannya dalam bidang sastra dan tulis menulis kemudian membawanya menjadi seorang cerpenis dan reporter lepas di sebuah majalah remaja, Zaman. Saat itu, ia sangat giat mengirimkan karya-karyanya di berbagai rubrik majalah. Ia juga sering diminta mengisi kolom di rubrik olahraga, kebudayaan, pendidikan, berita kriminalitas, dan hukum.[2]

Semasa kecil, ia sering memberontak dan tak mengikuti aturan yang ada. Baik itu di sekolah maupun di rumah. Didikan orang tuanya yang otoriter dan kerap memukul membuatnya ingin mengekspresikan diri melalui sendiri dan ia memilih menyalurkan bakat di bidang kesenian meski orang tuanya tak setuju dengan pilihannya, karena orang tuanya menginginkan Radhar untuk menekuni bidang seni lukis. [3]

Radhar yang memberontak rupanya saat itu juga mempunyai rasa takut terhadap ayahnya. Saat ia sering mengirimkan karya di berbagai media, ia takut ketahuan ayahnya dan akhirnya memakai nama samaran, Reza Mortafilini, yang mengibarkan namanya melalui dunia jurnalistik. Namun, tak lama berselang, Radhar kembali menggunakan nama aslinya. Hal inilah yang membuat kemarahan sang ayah semakin menjadi dan akhirnya membuatnya tidak pulang ke rumah dengan mulut berdarah dan teriakan "Tidak ada demokrasi di sini." Saat itu ia duduk di kelas 2 SMP. Saat ia bekerja sebagai wartawan lepas di majalah Hai.[4]

Perjuangan dalam menunjukkan eksistensinya dalam dunia tulis menulis dan sastra pada orang tuanya banyak menemui jalan terjal. Sampai akhirnya, namanya banyak dikenal orang dan membuatnya meraih penghargaan Paramadina Award pada tahun 2005. Tak hanya itu, faktor kesehatan yang nyatanya sangat mengganggu kegiatannya tak mampu membendung semangat berkaryanya.[5]

Karir[sunting | sunting sumber]

Radhar memulai debut sebagai sastrawan sejak usia 10 tahun lewat cerpennya di Harian Kompas, "Tamu Tak Diundang". Lalu, menapak karier jurnalistik sebagai redaktur tamu malalah Kawanku (1977), reporter lepas hingga pemimpin redaksi di berbagai media seperti Hai, Kompas, Jakarta Jakarta, Vista TV, dan Indline.com. Selain sudah menulis banyak buku, dia juga menerima sejumlah penghargaan baik dari dalam maupun luar negeri. Radhar juga pernah bergabung dalam Bengkel Teater Rendra bersama Sitok Srengenge, Adi Kurdi, dan lain-lain. Ketokohannya sebagai sastrawan dan budayawan menjadikannya sering diundang sebagai narasumber di berbagai diskusi, seminar, dan wawancara di televisi[6]. Kini, penjaga rubrik Gagasan di Harian Kompas dan pengajar di Universitas Indonesia.

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

  • Terpilih sebagai satu di antara lima seniman muda masa depan Asia versi NHK (1996)
  • Meraih Paramadina Award (2005)
  • Duta Terbaik Pusaka Bangsa, Duta Lingkungan Hidup sejak 2004.
  • Menerima Medali Frix de le Francophonie 2007 dari 15 negara berbahasa Prancis

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Karya-karya[sunting | sunting sumber]

  • Menjadi Manusia Indonesia (esai humaniora, 2002)
  • Lalu Batuk (kumpulan sajak, 2003)
  • Jejak Posmodernisme (2004)
  • Cerita-cerita dari Negeri Asap (kumpulan cerpen, 2005)
  • Inikah Kita: Mozaik Manusia Indonesia (esai humaniora, 2006)
  • Dalam Sebotol Curhat (esai sastra, 2007)
  • Metamorfosa Kosong (kumpulan drama, 2007)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]