Purusa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari


Purusa adalah sang penyebab adanya sesuatu, yang menghapus kekosongan, mewujudkan sesuatu, atau menghapus ketidaktahuan. Purusa dapat dipahami sebagaimana brahma, yaitu pencipta semesta, atau yang menjadi sebab adanya semesta. Untuk memahaminya, diberikan contoh-contoh sistem berikut:

  • Dalam sistem keluarga, purusa adalah kepala keluarga atau orang yang memiliki pengetahuan spiritual paling tinggi, menjadikan keluarga dapat bertahan dengan damai, melangsungkan kehidupan keluarga dan hal lain yang berkaitan dengan hubungan sebagai keluarga.
  • Dalam sistem hubungan laki dan perempuan, maka laki adalah purusa. Hubungan laki dan perempuan berbeda dengan hubungan di dalam keluarga.
  • Dalam sistem manusia, purusa adalah jiwa yang diperoleh melalui proses belajar dan menjadikan seseorang mengetahui sesuatu. Purusa ini menjadikan seseorang bahagia.
  • Dalam sistem jagat raya, purusa adalah brahman. Brahman adalah cikal bakal jagat raya. Brahman berupa sebagaimana bintang yang bercahaya sendiri teramat terang.
  • Dalam sistem tata surya kita, purusa adalah matahari yang bersinar, yang menjadikan adanya planet dan benda angkasa lain.
  • Dalam sistem sosial manusia, purusa adalah brahmana. Brahmana di sini berbeda dengan keturunan brahmana. Brahmana memiliki sifat-sifat yang sama dengan matahari. Brahmana dapat menjelaskan ajaran spiritual dengan baik. Brahmana memiliki porsi keraguan yang teramat kecil, sifat pemarah yang sangat kecil.
  • Dalam sistem pengajaran, purusa adalah guru. Guru adalah orang yang terfokus untuk memberikan ilmu kepada sang murid. Guru memiliki kesenangan jiwa yang baik dan dapat memenuhi kebutuhan kehidupannya dengan jalan yang baik di luar hubungannya sebagai seorang guru dengan seorang murid. Guru memiliki kenetralan sifat sebagaimana matahari.

Dalam sistem keluarga[sunting | sunting sumber]

Purusa dalam keluarga secara sederhana adalah yang menjadikan keluarga itu terbentuk dan bertahan tetap terjalin. Ayah dan ibu adalah purusa keluarga, kecuali dalam hal orang tua tunggal, ibu atau ayah. Purusa memberikan kebahagiaan dan kebebasan kepada anggota keluarga dan menjadikan setiap anggota keluarga berkreasi dengan pengetahuan yang dia berikan kepada setiap anggota keluarga.