Pulau Banyak

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Pulau Banyak
Banyak Islands.jpg
Geografi
Lokasi Asia Tenggara
Koordinat 2°10′LU 97°15′BT / 2,167°LU 97,25°BT / 2.167; 97.250
Jumlah pulau 63 buah
Pulau besar Tuangku, Bangkaru
Luas 135 km²
Puncak tertinggi Gunung Tiusa
Negara
Indonesia
Provinsi Aceh
Kabupaten Aceh Singkil
Kecamatan Pulau Banyak, Pulau Banyak Barat
Kota terbesar Pulau Balai (pop. 1.432)
Demografi
Populasi 5.926 jiwa (per 2006)
Kepadatan 46,4 jiwa/km²
Kelompok etnik Haloban, Aneuk Jamee dan Nias

Pulau Banyak adalah sebuah kepulauan yang terdiri dari 63 pulau besar dan kecil yang terletak di sebelah barat pulau Sumatera berjarak 26 mil laut lepas pantai Singkil[1]. Kepulauan ini terletak pada koordinat 97°3'40" BT - 97°27'58" BT dan 1°58'25" LU - 2°22'25" LU[2]. Pulau Banyak memiliki luas daratan sebesar 135 km2 dan laut seluas 200.000 ha[3].

Wilayah[sunting | sunting sumber]

Pulau Banyak terdiri dari 63 pulau besar dan kecil. Pulau terbesarnya adalah Pulau Tuangku disusul Pulau Bangkaru, Pulau Ujung Batu dan Pulau Palambak Besar. Selain itu juga terdapat Pulau Balai, Pulau Baguk, Pulau Palambak Kecil, Pulau Sikandang dan lain-lain[4].

Pulau Banyak dibagi dalam dua kecamatan yaitu[5]:

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan data statistik tahun 2006, jumlah penduduk Pulau Banyak berjumlah 5.926 jiwa dengan kepadatan 46,4 jiwa/km2. Penduduk paling banyak terdapat di desa Pulau Balai (1.432 jiwa) dan paling sedikit di desa Suka Makmur (146 jiwa)[6].

Di Pulau Banyak terdapat 3 suku yaitu Suku Aneuk Jamee, Suku Haloban dan Suku Nias. Suku Aneuk Jamee mendiami 3 desa di Kecamatan Pulau Banyak, yaitu desa Pulau Balai, Pulau Baguk dan Teluk Nibung. Suku Haloban mendiami 2 desa di kecamatan Pulau Banyak Barat yaitu desa Haloban dan Asantola. Sedangkan Suku Nias mendiami 2 desa di Pulau Banyak Barat yaitu desa Ujung Sialit dan Suka Makmur.[7]

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Terdapat 3 bahasa yang dituturkan di kepulauan ini yaitu Bahasa Aneuk Jamee, Bahasa Haloban dan Bahasa Nias. Bahasa Aneuk Jamee dituturkan oleh suku Aneuk Jamee. Selain itu bahasa ini adalah lingua franca bagi ketiga etnis di kepulauan ini selain Bahasa Indonesia. Bahasa Haloban dituturkan oleh suku Haloban sedangkan bahasa Nias dituturkan oleh suku Nias.[8]

Agama[sunting | sunting sumber]

Mayoritas agama yang dianut oleh penduduk Pulau Banyak adalah agama Islam. Agama Islam dianut oleh suku Aneuk Jamee, suku Haloban dan Suku Nias di desa Suka Makmur. Selain agama Islam juga terdapat agama Kristen yang dianut oleh suku Nias yang terdapat di desa Ujung Sialit.[9]

Lihat Pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]