Public Enemies (film 2009)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Public Enemies
PEPOSTERsm.jpg
Poster bioskop
Sutradara Michael Mann
Produser Michael Mann
Kevin Misher
Penulis Skenario film:
Ronan Bennett
Ann Biderman
Michael Mann
Buku:
Bryan Burrough
Pemeran Johnny Depp
Christian Bale
Marion Cotillard
Billy Crudup
Stephen Dorff
Lili Taylor
Channing Tatum
Emilie de Ravin
Musik Elliot Goldenthal
Sinematografi Dante Spinotti
Penyunting Paul Rubell
Jeffrey Ford
Studio Universal Pictures
Relativity Media
Forward Pass
Mischer Films
TriBeCa Productions
Appian Way
Distributor Universal Pictures
Tanggal rilis 1 Juli 2009
Durasi 139 menit
Negara Amerika Serikat
Bahasa Inggris
Anggaran USD 80 juta[1]
Pendapatan kotor USD 144.126.287[2]

Public Enemies adalah sebuah film Amerika Serikat yang dirilis pada tahun 2009 dengan tema kriminal yang disutradarai oleh Michael Mann. Dengan latar belakang pada masa Depresi Besar, film ini berfokus pada kisah nyata mengenai upaya seorang agen FBI Melvin Purvis untuk menangkap penjahat John Dillinger, Baby Face Nelson, dan Pretty Boy Floyd. Film ini diadaptasi dari buku non-fiksi karya Bryan Burrough Public Enemies: America's Greatest Crime Wave and the Birth of the FBI, 1933-1934. Christian Bale memerankan agen FBI Purvis, Johnny Depp sebagai Dillinger, Marion Cotillard sebagai kekasih Dillinger Billie Frechette, Channing Tatum sebagai Floyd, dan Giovanni Ribisi sebagai Alvin Karpis.

Plot[sunting | sunting sumber]

Film ini dimulai pada tahun 1933 ketika John Dillinger (Johnny Depp) dibawa ke Penjara Negara Bagian Indiana oleh mitranya John "Red" Hamilton (Jason Clarke), yang menyamar sebagai seorang petugas pengirim tahanan. Dillinger dan Hamilton berhasil menyergap beberapa penjaga dan membebaskan anggota komplotan mereka termasuk Charles Makley (Christian Stolte) dan Harry Pierpont (David Wenham). Penjebolan penjara ini hampir-hampir berhasil tanpa rintangan, sampai salah satu anggota komplotan, Ed Shouse (Michael Vieau), memukul seorang penjaga sampai mati. Baku tembak terjadi ketika komplotan itu melarikan diri. Kawan dan mentor Dillinger, Walter Dietrich (James Russo) terbunuh, dan Dillinger yang murka menendang Shouse keluar dari mobil. Komplotan yang tersisa melarikan diri ke sebuah rumah pertanian, di mana seorang polisi East Chicago, Indiana yang korup, Martin Zarkovich (John Michael Bolger), membujuk mereka untuk bersembunyi saja di Chicago, dan berlindung di bawah Mafia.

Di East Liverpool, Ohio, Melvin Purvis) (Christian Bale) dan beberapa agen FBI lainnya mengejar Pretty Boy Floyd (Channing Tatum). Purvis membunuh Floyd dan dipromosikan oleh J. Edgar Hoover (Billy Crudup), yang sedang berjuang untuk mengembangkan Bironya menjadi sebuah agensi polisi nasional, sebagai pemimpin tim pemburuan John Dillinger, dan mengumumkan "Perang terhadap Kejahatan" pertama kalinya secara nasional.

Dalam sebuah rentetan perampokan bank, Dillinger bertemu dengan Billie Frechette (Marion Cotillard), yang ditaksirnya, di sebuah restoran, dan berusaha merayunya dengan membelikannya sebuah mantel bulu binatang. Frechette jatuh hati kepada Dillinger, sekalipun Dillinger telah memberitahunya mengenai siapa dia sesungguhnya, dan keduanya dengan segera tak terpisahkan lagi.

Melvin Purvis memimpin sebuah penyergapan ke sebuah hotel yang dikiranya didiami oleh Dillinger, namun penyergapan itu gagal. Seorang agen ditembak dan terbunuh oleh seorang penghuni. Setelah mereka melarikan diri, Purvis menyadari bahwa pembunuh itu bukanlah Dillinger, tetapi Baby Face Nelson (Stephen Graham). Setelah insiden ini, Purvis meminta Hoover untuk membawa para penegak hukum yang tahu bagaimana menangkap para penjahat hidup atau mati, termasuk "koboi" Texas, Charles Winstead (Stephen Lang).

Polisi akhirnya menemukan Dillinger dan menahannya beserta komplotannya di Tucson. Purvis tiba malam itu dan berbicara singkat dengan Dillinger; Dillinger berusaha untuk membingungkan Purvis dengan membicarakan mengenai agen yang dibunuh oleh Nelson. Dillinger diserahkan kembali ke Indiana, dan ditahan di sana untuk menunggu pengadilan. Dillinger dan beberapa tahanan berhasil melarikan diri. Dillinger tidak dapat menemui Frechette yang diawasi secara ketat. Dillinger kemudian mengetahui bahwa kelompok mafia Chicago Outfit di bawah Frank Nitti (Bill Camp) sudah tidak mau lagi membantunya. Kejahatan Dillinger telah menyebabkan pemerintahan Amerika Serika untuk mulai mengusut kejahatan lintas negara bagian, dan mulai mambahayakan bagi usaha perjudian Nitti yang menguntungkan.

Belakangan, Dillinger bertemu dengan rekannya sesama perampok bank Tommy Carroll (Spencer Garrett) di sebuah bioskop film; yang sedang bersama-sama Ed Shouse, yang mau untuk bergabung kembali dengan komplotannya. Carroll mendorong Dillinger untuk merampok bank di Sioux Falls, dan menjanjikan bagian besar. Walau Baby Face Nelson, yang tidak disukainya, turut juga dalam perampokan ini, Dillinger setuju untuk ikut. Baku tembak (yang dipicu akibat Nelson menembak seorang polisi di luar bank) terjadi dan Dillinger tertembak di tangan. Carrol juga tertembak dan ditinggalkan karena sekarat. Mereka mundur ke pondok Nelson yang tersembunyi di tengah hutan di Little Bohemia. Di tempat itu luka-luka Dillinger diobati. Komplotan itu kecewa karena hasil rampokan mereka hanya sebagian kecil saja dari harapan. Dillinger mengharapkan untuk dapat membebaskan sisa komplotan mereka yang masih di penjara, termasuk Pierpont dan Makley, tapi Red meyakinkan dia bahwa hal itu hampir tidak memungkinkan.

Purvis dan para anggotanya menahan Carroll (yang masih hidup) dan menyiksanya untuk mengetahui di mana tempat komplotan itu bersembunyi. Mereka tiba di Little Bohemia dan lagi-lagi penyergapan itu gagal, sementara beberapa orang sipil tewas dalam baku tembak. Dillinger dan Red terpisah ketika menyelamatkan diri dari Nelson dan seluruh komplotannya. Agen Winstead dan Hurt (Don Frye) berlari mengejar Dillinger dan Hamilton di tengah pepohonan, dan turut dalam baku tembak itu. Red tertembak dan terluka parah. Dalam usaha untuk melarikan diri, Nelson, Shouse, dan Homer Van Meter (Stephen Dorff) membajak sebuah mobil FBI, membunuh beberapa agen, termasuk mitra Purvis, Carter Baum (Rory Cochrane). Setelah pengejaran dengan mobil, Purvis dan anggotanya berhasil membunuh Nelson dan sisa komplotannya. Sementara itu, Dillinger dan Hamilton mencuri mobil seorang petani dan berhasil melarikan diri. Hamilton tewas malam itu dan Dillinger menguburkannya dan menyembunyikannya di bawah bahan kimia.

Dillinger berhasil menemui Billie, memberitahukan rencana-rencananya untuk melakukan perampokan terakhir yang akan dapat membiayai mereka untuk melarikan diri bersama. Dillinger mengantarnya ke sebuah hotel yang dikiranya aman, namun ia tak berdaya ketika melihat Billie ditangkap FBI. Seorang interogator yang kasar, Agen Harold Reinecke (Adam Mucci), memukuli Billie dengan ganas untuk mengetahui keberadaan Dillinger, tapi Billie menolak berbicara. Purvis dan Winstead tiba dan dengan marah menghentikan interogasi yang kejam itu. Sementara itu, Dillinger bertemu dengan Alvin Karpis (Giovanni Ribisi), yang ingin merekrut Dillinger ke dalam komplotannya, Barker Gang, untuk merampok kereta api, namun Dillinger tidak tertarik. Dillinger menerima sebuah surat dari Billie melalu pengacaranya, Louis Piquet (Peter Gerety), yang memberitahunya agar tidak berusaha melepaskan Billie dari penjara.

Melalui si polisi korup Zarkovich, Purvis mendapat bantuan seorang mucikari sekaligus kenalan Dillinger, Anna Sage (Branka Katic), setelah mengancamnya dengan deportasi jika Sage tidak mau bekerja sama. Sage setuju untuk menjebak Dillinger, yang saat itu sedang bersembunyi di tempat Sage.

Malam itu, Dillinger dan Sage menonton sebuah film yang diperankan oleh Clark Gable berjudul Manhattan Melodrama di Biograph Theater. Ketika film usai, Dillinger dan Sage pergi dari bioskop itu dan Purvis mendekati mereka. Dillinger menyadari ada polisi (yaitu Reinecke, yang memukuli kekasih Dillinger) dan tertembak beberapa kali sebelum ia dapat mengambil senjatanya untuk melawan Reinecke yang melukai Billie. Agen Winstead, yang menembakkan tembakan terakhir yang fatal, mendengarkan kata-kata terakhir Dillinger.

Belakangan, Winstead menemui Billie Frechette di penjara, lalu memberitahukan kata-kata terakhir Dillinger "Beritahu Billie untukku, 'selamat tinggal Blackbird.'" Teks penutup mengungkapkan bahwa Melvin Purvis keluar dari FBI segera setelah itu dan mati bunuh diri pada 1960, sementara Billie kemudian tinggal di Wisconsin seumur hidupnya setelah dibebaskan pada tahun 1936.

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]