MRT Jakarta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
PT Mass Rapid Transit Jakarta

Logo MRT Jakarta.jpg
Info
Pemilik Pemda DKI Jakarta
Wilayah Jakarta, Indonesia
Jenis Angkutan cepat, Transportasi umum
Jumlah jalur 2
Jumlah stasiun 13 (Koridor Utara-Selatan - tahap pertama)
Penumpang harian -
Kantor pusat Wisma Nusantara, 21st Floor, Jl. M.H. Thamrin 59, Jakarta 10350 - Indonesia - Telp (62)21 3103629, Fax (62) 21 3155846
Situs web http://jakartamrt.com
Operasi
Dimulai 2016
Operator PT. MRT Jakarta
Waktu antara 5 - 10 menit
Teknis
Panjang sistem 108.7 km (layang & bawah tanah)
Listrik 1,500 V DC


MRT Jakarta singkatan dari Mass Rapid Transit kota Jakarta (bahasa Inggris: Jakarta Mass Rapid Transit) adalah sebuah sistem bagian utama transportasi metro transit cepat di Jakarta yang groundbreaking proyek ini akan dilakukan pada bulan September 2013 [1] guna menanggulangi kemacetan yang akhir-akhir ini sering terjadi dan sangat memacetkan. Kereta yang dipergunakan bisa KRL ataupun Monorel. Bersama Transjakarta diharapkan proyek ini dapat menanggulangi kemacetan lalu-lintas.

Sebuah kereta MRT Singapura buatan Kawasaki Heavy Industries.
Transjakarta di Jalan Sudirman.
Rencana Trayek MRT

Jenis lintasan: permukaan, elevated dan subway[sunting | sunting sumber]

Kalau sebuah kota dibangun dengan lintas layang atau bawah tanah, maka tidak ada pintu perlintasan kereta api, sehingga jadwal kereta api bisa 1,5 - 2 menit sekali seperti yang terjadi di Jepang. Oleh sebab itu KRL di Jakarta tidak mungkin dioperasikan kurang dari 10 menit, karena masih ada pintu perlintasan kereta api, akibatnya juga setiap rangkaian KRL selalu penuh.

Kereta api permukaan (surface)[sunting | sunting sumber]

Kereta api permukaan berjalan di atas tanah. Umumnya kereta api yang sering dijumpai adalah kereta api jenis ini. Biaya pembangunannya untuk kereta permukaan adalah yang termurah dibandingkan yang di bawah tanah atau yang layang. Umumnya lintasan permukaan ini di Indonesia dibangun sebelum Perang Dunia II.

Kereta api layang (elevated)[sunting | sunting sumber]

Kereta api layang berjalan di atas dengan bantuan tiang-tiang, hal ini untuk menghindari persilangan sebidang, agar tidak memerlukan pintu perlintasan kereta api. Biaya yang dikeluarkan sekitar 3 (tiga) kali dari kereta permukaan dengan jarak yang sama, misalnya untuk kereta api permukaan membutuhkan $ 10 juta maka untuk kereta api layang membutuhkan dana $ 30 juta. Di Jakarta ada satu lintasan dari Manggarai ke Kota lewat Stasiun Gambir. Pada lintas tengah ini, Manggarai - Kota, tidak ada pintu perlintasan kereta api. Rencana semula untuk lintas timur (Jatinegara - Senen - Kota) dan lintas barat (Manggarai - Tanah Abang), juga akan dilayangkan namun keuangan tidak memadai, sehingga hanya lintas tengah saja yang diselesaikan sementara ini. Rencananya dari Senayan ke Kuningan terdapat lintas layang monorel buatan Malaysia.

Kereta api bawah tanah (subway)[sunting | sunting sumber]

Kereta api bawah tanah adalah kereta api yang berjalan di bawah permukaan tanah (subway). Kereta jenis ini dibangun dengan membangun terowongan-terowongan di bawah tanah sebagai jalur kereta api. Umumnya digunakan pada kota-kota besar (metropolitan) seperti New York, Bangkok, Tokyo, Paris, Seoul dan Moskwa. Selain itu ia juga digunakan dalam skala lebih kecil pada daerah pertambangan. Biaya yang dikeluarkan sangat mahal sekali, karena sering menembus 20m di bawah permukaan, kali, bangunan maupun jalan, yaitu 7 (tujuh) kali lipat daripada kereta permukaan. Misalnya kalau untuk membangun dengan jarak yang sama untuk permukaan membutuhkan $ 10 juta, maka yang di bawah tanah memerlukan $ 70 juta. Di Jepang pembangunan lintas subway telah dimulai sejak tahun 1905. Jakarta rencananya akan dibangun subway segmen Dukuh Atas ke Kota dari Proyek MRT DKI Jakarta.

Proyek MRT DKI Jakarta: Kota - Senayan - Lebak Bulus[sunting | sunting sumber]

Proyek MRT DKI Jakarta (Mass Rapid Transit) antara Kota ke Lebak Bulus akan dibangun dalam 3 jenis lintasan. Proyek MRT Jakarta ini telah ditandatangani di Jakarta pada tanggal 25 Maret 2009 dengan tahap pertama 4 stasiun bawah-tanah dan 8 stasiun layang, rencana pelaksanaan pembangunan konstruksi tahun 2009-2010.

Kota - Dukuh Atas (jarak sekitar 7 km, subway)[sunting | sunting sumber]

Konstruksi Cut-and-cover yang dilaksanakan di Paris Métro, France

Akan dibangun subway mengingat jalur ini lebih memungkinkan dengan subway dengan alasan teknis benyak rintangan antara lain banyak sekali persimpangan, ada Monas (Bung Karno dulu pernah minta agar tidak ada lintasan kereta yang elevated melalui Monas, namun sudah terlanjur lintas tengah di Gambir ternyata elevated). ada Harmoni, dll. Dari Dukuh Atas ke Monas dapat dimanfatkan di bawah jalur hijau tengah Jl Thamrin, sedangkan di Monas juga akan memanfatkan jalur tengah jalan, kemudian dari Harmoni sampai Kota dapat memanfatkan di bawah kali dan jalan (Hayam Wuruk/Gajah Mada). Salah satu metode kalau di bawah suatu lintasan jalan atau kali adalah yang disebut open cut-and-cover methods (digali terbuka kemudian ditutup), sedangkan untuk yang tidak memungkinkan secara ini dipakai deep bore tunneling methods (pengeboran terowongan bawah tanah). [2].

Dukuh Atas - Senayan (jarak sekitar 3 km, surface)[sunting | sunting sumber]

Bor besar yang dipakai di Yucca Mountain, Nevada, Amerika Serikat

Akan dibangun permukaan (surface) karena ada Banjir Kanal Barat dan Jembatan Semanggi, sehingga diperkirakan memanfaatkan jalur busway yang kini sudah ada dan memungkinkan secara surface.

Senayan - Lebak Bulus (jarak sekitar 11 km, elevated)[sunting | sunting sumber]

Akan dibangun layang (elevated) karena harus melalui medan yang banyak rintangan di atas permukaan, sedangkan kalau subway tidak diperlukan untuk menghindari biaya yang besar.

Depo di Lebak Bulus[sunting | sunting sumber]

Untuk fasilitas depo MRT akan dibangun di Lebak Bulus, di mana lahan masih tersedia luas dibandingkan lokasi lain, selain juga praktis kalau MRT mulai berjalan pagi hari dari Lebak Bulus tempat tinggal para penumpang.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Jelang Kontruksi, MRT Jakarta Mulai Lakukan Studi Lapangan Hari Ini
  2. ^ Uraian tentang cut-and-cover dan tunnel boring machines lihat pada web: http://en.wikipedia.org/wiki/Tunnel

Pranala luar[sunting | sunting sumber]