MRT Jakarta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Proyek MassTransit Jakarta)
Lompat ke: navigasi, cari
Disambig gray.svg
PT MRT Jakarta
Logo MRT Jakarta.jpg
Info
Pemilik Pemda DKI Jakarta
Wilayah Jakarta, Indonesia
Jenis Angkutan cepat, Transportasi umum
Jumlah jalur 2
Jumlah stasiun 13 (Koridor Utara-Selatan - tahap pertama)
Penumpang harian -
Kantor pusat Kompleks Wisma Nusantara, 21st Floor, Jalan M.H. Thamrin No. 59, Jakarta, 10350, Indonesia
Situs web JakartaMRT.com
Operasi
Dimulai 2018
Operator PT Mass Rapid Transit Jakarta
Waktu antara 5-10 menit
Teknis
Panjang sistem 1087 km (layang & bawah tanah)
Listrik 1.500 volt, arus searah

MRT Jakarta, singkatan dari Mass Rapid Transit Jakarta (bahasa Inggris: Jakarta Mass Rapid Transit) adalah sebuah sistem transportasi transit cepat yang sedang dibangun di Jakarta. Proses pembangunan telah dimulai pada tanggal 10 Oktober 2013 dan diperkirakan selesai pada tahun 2018.[1]

Sebuah kereta MRT Singapura buatan Kawasaki Heavy Industries.
Transjakarta di Jalan Sudirman.
Rencana Trayek MRT

Jalur Kota - Lebak Bulus[sunting | sunting sumber]

Proyek MRT DKI Jakarta (Mass Rapid Transit) antara Kota ke Lebak Bulus akan dibangun dalam 3 jenis lintasan. Proyek MRT Jakarta ini telah ditandatangani di Jakarta pada tanggal 25 Maret 2009 dengan tahap pertama 4 stasiun bawah-tanah dan 8 stasiun layang.

Kota-Dukuh Atas (jarak sekitar 7 km, bawah tanah)[sunting | sunting sumber]

Akan dibangun di bawah tanah mengingat jalur ini lebih memungkinkan dengan jalur bawah tanah dengan alasan teknis benyak rintangan antara lain banyak sekali persimpangan, ada Monas (Bung Karno dahulu pernah meminta agar tidak ada lintasan kereta yang melayang melalui Monas, namun sudah telanjur lintas tengah di Gambir ternyata layang), ada Harmoni, dll. Dari Dukuh Atas ke Monas dapat dimanfatkan di bawah jalur hijau tengah Jalan Thamrin, sedangkan di Monas juga akan memanfatkan jalur tengah jalan, kemudian dari Harmoni sampai Kota dapat memanfatkan di bawah kali dan jalan (Hayam Wuruk/Gajah Mada). Salah satu metode kalau di bawah suatu lintasan jalan atau kali adalah yang disebut open cut-and-cover methods (digali terbuka kemudian ditutup), sedangkan untuk yang tidak memungkinkan secara ini dipakai deep bore tunneling methods (pengeboran terowongan bawah tanah). [2]

Dukuh Atas-Senayan (jarak sekitar 3 km, permukaan)[sunting | sunting sumber]

Akan dibangun permukaan (surface) karena ada Kanal Banjir Barat dan Jembatan Semanggi, sehingga diperkirakan memanfaatkan jalur busway yang kini sudah ada dan memungkinkan secara surface.

Senayan-Lebak Bulus (jarak sekitar 11 km, layang)[sunting | sunting sumber]

Akan dibangun layang (elevated) karena harus melalui medan yang banyak rintangan di atas permukaan, sedangkan kalau subway tidak diperlukan untuk menghindari biaya yang besar.

Depo di Lebak Bulus[sunting | sunting sumber]

Untuk fasilitas depo MRT akan dibangun di Lebak Bulus, karena lahan masih tersedia luas dibandingkan lokasi lain, selain juga praktis kalau MRT mulai berjalan pagi hari dari Lebak Bulus tempat tinggal para penumpang.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ VOA Indonesia: Proyek Pembangunan MRT Jakarta Resmi Dimulai[1]
  2. ^ Uraian tentang cut-and-cover dan tunnel boring machines lihat pula: en:Tunnel (bahasa Inggris)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]