Produksi berita televisi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Produksi Berita Televisi

  1. Produksi berita televisi harus senantiasa mengedepankan asas makna dan manfaat bagi pemirsa.[1]
  2. Dalam konteks ini, berita harus selalu mendapat framing, sehingga pemirsa mendapat informasi yang lengkap, bermutu dan mendidik dari berbagai sudut pandang.
  3. Framing harus mengandung aspek perspektif, kontekstualisasi dan solusi terhadap sebuah berita sesuai dengan signifikansi berita tersebut.

Contoh : berita hard news tentang gagal panen di Jawa Timur. Redaksi tidak saja menyajikan fakta tetapi memberikan framing mengenai posisi Jawa Timur sebagai salah satu sentra produksi padi nasional, sehingga jika sekian hektar rusak akan berdampak pada stok pangan nasional. Framing juga mencakup aspek human, yang membahas dampak bagi kehidupan petani. Framing juga diperluas dalam bentuk mencari pendapat dari pakar/pemerintah mengenai jalan keluar untuk mengatasi banjir dan dampak kekurangan pangan.

Definisi Berita Televisi[sunting | sunting sumber]

Peristiwa atau kejadian yang memiliki nilai berita serta memenuhi kelayakan dari sisi visual, audio, dan kaidah etika.

Kriteria Kelayakan Berita Televisi:[sunting | sunting sumber]

  1. PENTING : Peristiwa yang mendapat perhatian besar publik karena memengaruhi dan membawa dampak bagi kehidupan publik. Contoh: Harga BBM naik, tsunami Aceh, kerusuhan Mei 1998.
  2. AKTUAL: Peristiwa yang baru terjadi sehingga perlu disampaikan secara cepat. Contoh: Gempa bumi Padang.
  3. KEDEKATAN : Peristiwa yang memiliki kedekatan dengan pemirsa yang menjadi sasaran. Kedekatan ini bisa berupa jarakmaupun emosi. Contoh: Berita tentang 12 WNI yang ditahan tentara Israel.
  4. SIGNIFIKANSI:Peristiwa yang dibingkai secara lebih spesifik agar menyasar pada kepentingan pemirsa. Contoh: Berita tentang penandatanganan MOU pembangunan pabrik tekstil. Berita ini dapat dikemas dengan angle signifikansi MOU bagi penyerapan tenaga kerja di sektor tekstil.
  5. MAGNITUDE: Peristiwa yang ukuran atau bobot pentingnya ditentukan berdasarkan banyak sedikitnya kuantitas, angka-angka. Contoh: Kecelakaan Adam Air.
  6. KETOKOHAN : Peristiwa yang berhubungan dengan orang penting. Contoh: Video seks Ariel Peterpan dan Luna Maya.
  7. HUMAN INTEREST: Peristiwa yang menyentuh emosi, membangkitkan empati pemirsa. Contoh: Pertemuan Nirmala Bonat dengan keluarganya.
  8. MENARIK : Perisitwa yang menarik perhatian orang meskipun tidak memengaruhi kehidupan banyak orang. Contoh: Adu ketangkasan matador.
  9. DRAMATIS : Peristiwa yang terkait dengan pencapaian yang di luar dugaan. Contoh: Kesebelasan Indonesia menjadi juara dunia.
  10. UNIK : Peristiwa yang langka dan khas. Contoh: Temuan mengenai manusia purba, manusia tertinggi dunia.

CATATAN: Semakin banyak unsur yang terkandung dalam sebuah peristiwa, semakin tinggi nilai berita dari peristiwa tersebut. Contoh: kebijakan publik seperti kenaikan harga BBM, kematian tokoh penting seperti Soeharto.

Jenis Berita Televisi[sunting | sunting sumber]

  1. Hard news : Berita peristiwa yang harus secara langsung/cepat ditayangkan karena memiliki nilai penting dan baru. Pendekatan berbasiskan fakta (isi dan gambar). Contoh: pesawat jatuh, gunung meletus.
  2. Soft news: Berita peristiwa yang tidak perlu disampaikan secara cepat karena tidak memiliki aspek kesegeraan. Berita ringan mengutamakan sisi-sisi menarik, memberi wama pada sebuah peristiwa. Contoh: Kegiatan tim medis di lokasi bencana.
  3. Feature : Berita yang mengisahkan tentang pribadi, obyek dengan menggunakan pendekatan kisah. Contoh: kehidupan pemulung.

Format Berita[sunting | sunting sumber]

READER[sunting | sunting sumber]

  • Definisi: Berita sangat singkat (durasi sekitar 10 detik) yang disampaikan untuk melaporkan peristiwa yang memiliki magnitude besar. Berita ini biasanya disampaikan saat gambar belum siap ditayangkan.
  • Kriteria:
  1. Berita penting yang belum bisa dikirim karena kendala teknis, atau berita yang belum sempat diliput namun sudah dikonfirmasi kebenarannya pada narasumber yang kompeten.
  2. Kesegeraan dalam berita reader tetap memperhatikan aspek akurasi, dalam hal ini memerlukan chek and rechek terhadap sumber-sumber terkait
  3. Ketiadaan gambar pada format reader disiasiati dengan tampilan grafts lokasi, narasumber yang melaporkan dan profit (peristiwa, obyek dan orang). Contoh: Gempa bumi 7,2 SR di Sumatera Barat. Isi berita dibacakan presenter, disertai grafts kondisi gempa, peta lokasi dan narasumber/kontributor yang diwawancarai CONTOH : PEMIRSA/KOTA PADANG DIGUNCANG GEMPA BERKEKUATAN TUJUH KOMA DUA SKALA RICHTeR//GEMPA YANG TERJADI JAM SEPULUH PAGI MENGHANCURKAN SEJUMLAH BANGUNAN PENTING/DI ANTARANYA KANTOR GUBERNUR.

VOICE OVER[sunting | sunting sumber]

  • Definisi: berita yang dilengkapi gambar, yang dibacakan seluruhnya oleh presenter. Presenter membaca lead berita, lalu outframe sambil membacakan naskah mengiringi gambar yang muncul.
  • Kriteria: Berita yang sangat terbatas data dan videonya, berita yang gambarnya kurang kuat serta tanpa soundbite penting, berita yang masuk dalam keadaan mendadak menjelang on air sehingga sulit dikemas secara cepat, berita yang harus dipotong untuk menyesuaikan dengan perkembangan rundown, berita yang mesti diperkaya dengan atmosfir natural sound, berita yang memiliki durasi lebih singkat tak lebih dari 30 detik, kemasan berita vo tetap memperhatikan kesesuaian gambar dan narasi

CONTOH: LEAD : GEDUNG BANK INDONESIA TERBAKAR DINIHARI TADI//API MEMBAKAR LANTAI DUA PULUH TIGA.TEMPAT DISIMPAN BERBAGAI DOKUMEN PENTING// ROLL VO: API MULAI MEMBAKAR LANTAI DUA PULUH TIGA GEDUNG SEKITAR PUKUL LIMA PAGI TADI// HINGGA PUKUL ENAM PAGI API BELUM DAPAT DIPADAMKAN/ BAHKAN MENJALAR KE LANTAI DUA PULUH EMPAT// POSISI LANTAI YANG TINGGI MENYULITKAN PEMADAM KEBAKARAN// ROLL VISUAL BELUM DIPEROLEH INFORMASI APAKAH ADA KORBAN JIWA DALAM KEBAKARAN INI/ SERTA APA YANG MENYEBABKAN KEBAKARAN// NAMUN YANG PASTI LANTAI 23 MERUPAKAN TEMPAT PENYIMPANAN DOKUMEN PENTING TERKAIT KASUS-KASUS PERBANKAN SEPERTI BANTUAN LIKUIDITAS BANK INDONESIA//

SOUND ON TAPE[sunting | sunting sumber]

  • Definisi: Format berita yang terdiri dari lead dan SOT narasumber. Format ini menekankan pendekatan who talk about what sehlngga nama figur mesti disebutkan di lead diikuti dengan inti pernyataannya.
  • Krlterla:
  1. Keterangan narasumber yang sangat penting dan perlu segera diketahui masyarakat.
  2. Berhubung isi informasi sangat penting maka pemenggalan kalimat mesti menggambarkan substansi persoalan yang hendak disampaikan.
  3. Durasi SOT sebaiknya dibatasi maksimal 3 menit, terkecuali ada sebuah pernyataan maha penting yang memiliki nilai berita sangat luar biasa.
  4. Perlu ada tag on cam presenter pada akhir SOT mengenai latar belakang dari hal-hal yang diungkapkan dalam SOT.
  5. Berita SOT bisa terdiri lebih dari satu SOT, baik yang saling mendukung maupun yang bertentangan. Penempatan beberapa SOT tersebut langsung berurutan (back-to-back)

CONTOH SOT: LEAD: PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO MENGUMUMKAN LIMA KRITERIA YANG MESTI DIPENUHI CALON WAKIL PRESIDEN YANG MENDAMPINGINYA PADA PEMILU PRESIDEN MENDATANG// (ROLL SOT PRESIDEN SBY)

(Tag OC Presenter) PRESIDEN SBY MENOLAK MENJAWAB PERTANYAAN WARTAWAN MENGENAI APAKAH WAKIL PRESIDEN JUSUF KALLA MEMENUHI KRITERIA TERSEBUT//

VOICE OVER SOUND ON TAPE[sunting | sunting sumber]

  • Definisi: Berita yang dikemas dengan menggabungkan VO dan SOT, dirrana SOT merupakan bagian pernyataan sumber yang penting atau yang spesifik berkaitan dengan peristiwa atau isu.
  • Kriteria:
  1. Gambar terbatas, namun ada pernyataan narasumberyang perlu diketahui pemirsa secara utuh untuk memperkuat isi berita.
  2. Bridging dari VO ke SOT tidakboleh "parroting" dengan SOT.
  3. Tidak perlu mendahului dengan kalimat "berikut kutipan pernyataan..."
  4. SOT sebaiknya diikuti tag on-cam presenter untuk mengakhiri berita tersebut.
  5. Durasi VO/SOT maksimal 90 detik (VO 50 detik dan SOT 40 detik).

PACKAGE ATAU PAKET[sunting | sunting sumber]

  • Definisi: Berita yang disampaikan secara lengkap karena memiliki gambar dan SOT, serta dinarasikan oleh reporter/dubber
  • Kriteria:
  1. Substansi berita kuat, ditunjang oleh SOT yang kuat serta pilihan gambar yang banyak baik master shot maupun dokumentasi.
  2. Paket selalu didahului lead yang dibacakan presenter.
  3. Lead in PKG mesti singkat dan jelas, namun mesti mewakili berita secara keseluruhan.
  4. Lead in PKG tidak boleh paroting dengan lead paket.
  5. Lead in presenter dan lead in paket (opening sentences) tidak memiliki hubungan kelanjutan.
  6. Narasi paket oleh reporter/dubber dikemas bersama unsur natural sound, SOT dan grafik.
  7. Berita PKG diakhiri narasi reporter/dubber atau bisa juga stand-up reporter (on-cam) dengan outcue menyebutkan namanya bersama cameraperson.
  8. Durasi PKG berkisar antara 1,5 hingga 3 menit, tergantung bobot berita.

DO and DONT:

  1. Berita paket harus selalu memiliki soundbite.
  2. Berita paket selalu di-dubbing oleh narator, tidak dibacakan oleh presenter yang sedang siaran.
  3. Setiap soundbite dalam berita paket berdurasi antara 5 hingga 15 detik.
  4. Apabila ada kewajiban untuk menayangkan soundbite lebih dari standar, bahkan mencapai 2-5 menit, sebaiknya berita tersebut tidak dikemas dalam bentuk paket tetapi SOT.
  5. Diperkenankan seorang sumber diambil soundbite-nya dua kali pada sebuah berita paket.

Referensi

  1. ^ Panduan Kebijakan dan Standar Berita MetroTV