Primordialisme

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Primordialisme adalah sebuah pandangan atau paham yang memegang teguh hal-hal yang dibawa sejak kecil, baik mengenai tradisi, adat-istiadat, kepercayaan, maupun segala sesuatu yang ada di dalam lingkungan pertamanya.

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Primordil atau Primordialisme berasal dari kata bahasa Latin primus yang artinya pertama dan ordiri yang artinya tenunan atau ikatan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),Primordialisme adalah perasaan kesukuan yg berlebihan.

Ikatan seseorang pada kelompok yang pertama dengan segala nilai yang diperolehnya melalui sosialisasi akan berperan dalam membentuk sikap primordial. Di satu sisi, sikap primordial memiliki fungsi untuk melestarikan budaya kelompoknya. Namun, di sisi lain sikap ini dapat membuat individu atau kelompok memiliki sikap etnosentrisme, yaitu suatu sikap yang cenderung bersifat subyektif dalam memandang budaya orang lain. Mereka akan selalu memandang budaya orang lain dari kacamata budayanya. Hal ini terjadi karena nilai-nilai yang telah tersosialisasi sejak kecil sudah menjadi nilai yang mendarah daging (internalized value) dan sangatlah susah untuk berubah dan cenderung dipertahankan bila nilai itu sangat menguntungkan bagi dirinya. Terdapat 2 jenis etnosentris yaitu: 1. etnosentris infleksibel yakni suatu sikap yang cenderung bersifat subyektif dalam memandang budaya atau tingkah laku orang lain, 2. Etnosentris fleksibel yakni suatu sikap yang cenderung menilai tingkah laku orang lain tidak hanya berdasarkan sudut pandang budaya sendiri tetapi juga sudut pandang budaya lain. Tidak selamanya primordial merupakan tindakan salah. Akan tetapi bisa saja dinilai sebagai sesuatu yang mesti dipertahankan. Dalam sudut pandang ajaran (ritual) misalnya. Perilaku primordialisne merupakan unsur terpenting, saat memberlakukan ajaran intinya.

Bibilografi[sunting | sunting sumber]

  • Jack Hayward, Brian Barry, Archie Brown (2003) The British Study of Politics in the Twentieth Century, Oxford University Press, ISBN 0-19-726294-5
  • Yehouda A. Shenhav (2006) The Arab Jews: a postcolonial reading of nationalism, religion, and ethnicity, Stanford University Press, ISBN 0-8047-5296-6
  • Dominique Jacquin-Berdal (2002) Nationalism and Ethnicity in the Horn of Africa: A Critique of the Ethnic Interpretation Edwin Mellen Press, ISBN 0-7734-6954-0
  • Bayar, Murat, ‘Reconsidering Primordialism: an alternative approach to the study of ethnicity’, Ethnic and Racial Studies, 32.9, (2009), pp. 1-20
  • Gryosby, Steven, (1994) ‘The verdict of history: The inexpungeable tie of primordialityhuth – A response to Eller and Coughlan’, Ethnic and Racial Studies 17(1), pp. 164-171

Harnischfeger, Johannes, ‘Secessionism in Nigeria’, ECAS 4 conference, Uppsala, (2011) <http://www.nai.uu.se/ecas-4/panels/41-60/panel-56/Johannes-Harnischfeger-Full-paper.pdf> [accessed 31/10/11] Joireman, Sandra Fullerton, ‘Primordialism’, in Nationalism and Political Identity, (Cornwall: MPG Books Ltd, 2003), pp. 19-35 (p. 19).

  • Sambanis, Nicholas, ‘Do ethnic and nonethnic Civil Wars have the same causes? A theoretical and Empirical Inquiry (Part 1)’, Journal of Conflict Resolution, 45 (2001), 259-282
  • Spencer, Steve, Race and Ethnicity: Culture, Identity and Representation (Abingdon: Routledge, 2006)

Uvin, Peter, ‘Ethnicity and Power in Burundi and Rwanda: Different Paths to Mass Violence’, Comparative Politics, 31 (1999), 253-271

  • Jefremovas, Villia, ‘Acts of Human Kindness: Tutsi, Hutu and the Genocide’, A Journal of Opinion, 23 (1995), 28-31

Bacaan lebih lanjut[sunting | sunting sumber]

  • Barth, Fredrik 1969: Ethnic Groups and Boundaries
  • Smith, Anthony D. 1998. Nationalism and modernism: a critical survey of recent theories of nations and nationalism, London; New York: Routledge.
  • Özkırımlı, Umut 2000. Theories of Nationalism, London: Macmillan Press.
  • Espiritu, Yen Le: Asian-American Panethnicity: Bridging Institutions and Identities.
  • Appadurai, Arjun 1996: Modernity at Large