Pop marketing
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
|
|
Subjek artikel ini tidak memenuhi kriteria kelayakan umum maupun kebijakan kelayakan Wikipedia lainnya: Tokoh, Organisasi, atau Web. Anda dapat membantu mengembangkan artikel ini agar memenuhi unsur kelayakan. Cara yang paling tepat adalah mencari dan mencantumkan referensi dari sumber-sumber dari pihak ketiga. Apabila dalam dua minggu artikel ini belum memenuhi kelayakan, Anda dapat mengalihkan, menggabungkan, atau memberikan {{hapus:kelayakan}}, sesuai dengan Wikipedia:Kebijakan penghapusan. |
| Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini. |
| Artikel ini perlu diwikifikasi agar memenuhi standar kualitas Wikipedia. Anda dapat memberikan bantuan berupa penambahan pranala dalam, atau dengan merapikan tata letak dari artikel ini.
Untuk keterangan lebih lanjut, klik [tampilkan] di bagian kanan.
|
|
|
Artikel ini diduga merupakan sebuah neologisme. Istilah baru ini membutuhkan sumber terpercaya yang lebih banyak lagi. |
|
|
Artikel ini membutuhkan judul dalam bahasa Indonesia yang sepadan dengan judul aslinya. |
Pop Marketing adalah sebuah istilah di dunia marketing[1] yang menggambarkan sebuah fenomena dimana sebuah produk (bisa berupa barang, jasa, event, film, dll) diwujudkan karena populer / digandrungi/ disenangi oleh masyarakat umum. Banyak produk bisa berupa barang, jasa, event, film, dll) yang kualitasnya biasa biasa saja tapi karena temanya sedang disukai oleh masyarakat menjadi booming atau populer dikalangan masyarakat umum. Misalnya dalam dunia advertising / periklanan, sebuah iklan dinilai bukan saja karena dapat menjual banyak, tetapi juga karena kemampuan nya dalam memopulerkan produk tadi di kalangan masyarakat
suatu contoh adalah pop marketing[2] untuk memopulerkan susu kambingkambing
