Pondok Modern Darul Qiyam Gontor 6

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Pondok Modern Darul Qiyam
Didirikan 22 Februari 2000
Jenis Pesantren Modern
Afiliasi keagamaan Islam
Pengasuh Ust. H. Muhammad Syujai Slamet, B.A
Situs web Website Resmi

Pondok Modern Darul Qiyam adalah sebuah pondok pesantren di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Pondok ini merupakan cabang keenam dari Pondok Modern Darussalam Gontor.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pondok Modern Darul Qiyam, yang disebut juga dengan Gontor 6, terletak di Dusun Gadingsari, Desa Mangunsari, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Darul Qiyam mempunyai daya tarik tersendiri jika dibandingkan dengan cabang Gontor lainnya karena disamping pondok ini terletak di kaki Gunung Merbabu dan di Jalur Ketep Pass (Gardu Pandang Merapi Indah), yang memiliki udara sejuk , juga kondisi alamnya yang masih alami, menyebabkan tempat ini sangat cocok untuk sebuah lembaga pendidikan.

Pada awal berdirinya, Kampus Pondok Modern Darul Qiyam hanya seluas 2,3 ha dan hanya terdapat beberapa bangunan, yang mana resmi diwakafkan oleh almarhumah Hj. Qoyyumi Kafrawi sebagai wakif kepada Pondok Modern Darussalam Gontor pada tanggal 22 Februari 2000. Penyerahan wakaf tersebut dilaksanakan bersama dengan pembukaan serta peresmian Kulliyyatul Kulliyatul-Mu'allimin al-Islamiyah (KMI) Darul Qiyam Magelang oleh Dirjen Binbaga Islam Depag RI, Dr.H. Marwan Saridjo.

Pada tahun pertama Pondok Modern Darul Qiyam Memilliki 6 lokal kelas (baru 3 lokal yang digunakan), 8 lokal asrama, 12 WC dan kamar mandi. Disamping itu, pondok juga memiliki pendopo yang digunakan untuk kantor KMI, ruang pertemuan, perpustakaan, kamar guru, kantin, serta koperasi pelajar. Sudah tersedia juga masjid untuk shalat berjama’ah dan kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya, seperti : TPA/TKA, pengajian, dan lain-lain.

Sebelum pondok ini diresmikan dan diserahkan kepada Gontor, Pimpinan Pondok Modern Gontor menunjuk dan mengutus Ust. Ali Sarkowi, Lc (alm) untuk berada di cikal bakal Pondok ini selama ± 1/2 bulan hingga dibukalah Pondok ini secara resmi.

Pada awal pembukaan Pondok ini, ditunjuklah Ust. H. Farid Sulistyo,Lc dan H. Muhammad Abdullah Bajuri,Lc sebagai perintis sekaligus wakil pengasuh di Pondok nan sejuk dan nyaman ini dengan dibantu oleh 11 orang guru dari Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, yang kesemuanya telah mengikuti penataran guru pada Bulan Syawwal 1420 H dengan jumlah santri perdana sebanyak 113 orang yang seluruhya kelas satu dan terbagi menjadi 3 kelas. Penyerahan dan wakaf Pondok ini kepada Gontor terlaksana pada masa kepemimpinan : •Dr. KH Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A
KH Hasan Abdullah Sahal
KH Drs. Imam Badri

Pada akhir tahun 2002, Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor menunjuk Ust. H. Muhammad Syuja’i Slamet, B.A sebagai wakil pengasuh di Pondok Modern Gontor 6 Darul Qiyam Magelang menggantikan Ust. H. Farid Sulistyo, Lc.

Kemudian pada tahun 2009, dibukalah cabang perkuliahan Institut Studi Islam Darussalam untuk Fakultas Syariah Prodi Ekonomi Islam oleh Purek I ISID, KH Imam Subakir Ahmad.

Pengasuh[sunting | sunting sumber]

Alamat Pesantren[sunting | sunting sumber]

Dusun Gadingsari, Desa Mangunsari, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Bendera Indonesia,

Kulliyatul-Mu'allimin al-Islamiyah (KMI)[sunting | sunting sumber]

Adalah jenjang pendidikan menengah di Pondok Modern Darul Qiyam Gontor 6 yang setara dengan SMP dan SMA dan mengacu pada kurikulum Pondok Modern Darussalam Gontor. Masa belajar dapat diselesaikan dengan empat tahun dan/atau enam tahun

Jam Belajar[sunting | sunting sumber]

Jam belajar di Pondok Modern Darul Qiyam Gontor 6 dimulai pada jam 04.30 saat salat subuh dan berakhir pada pukul 22:00.

Jam belajar ini terbagi menjadi dua bagian:

  • Pendidikan formal dimulai dari pukul 07:00 - 12:15
  • Pengasuhan dimulai pukul 13.00

Kurikulum dan Pelajaran[sunting | sunting sumber]

Kurikulum KMI yang bersifat akademis dibagi dalam beberapa bidang yang mengacu pada kurikulum Gontor Pusat, yaitu:

  • Bahasa Arab
  • Dirasah Islamiyah
  • Ilmu keguruan dan psikologi pendidikan
  • Bahasa Inggris
  • Ilmu Pasti
  • Ilmu Pengetahuan Alam
  • Ilmu Pengetahuan Sosial
  • Keindonesiaan/ Kewarganegaraan.

KMI membagi pendidikan formalnya dalam perjenjangan yang sudah diterapkan sejak tahun 1936. KMI memiliki program reguler dan program intensif.

  • Program reguler untuk lulusan Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) dengan masa belajar hingga enam tahun. Kelas I-III setingkat dengan pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) jika mengacu pada kurikulum nasional dan kelas IV-VI setara dengan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (MA).
  • Program intensif KMI untuk lulusan SMP/MTs yang ditempuh dalam 4 tahun.
  • Bahasa Arab dan bahasa Inggris ditetapkan sebagai bahasa pergaulan dan bahasa pengantar pendidikan, kecuali mata pelajaran tertentu yang harus disampaikan dengan Bahasa Indonesia. Bahasa Arab dimaksudkan agar santri memiliki dasar kuat untuk belajar agama mengingat dasar-dasar hukum Islam ditulis dalam bahasa Arab. Bahasa Inggris merupakan alat untuk mempelajari ilmu pengetahuan/umum.
  • Pengasuhan Santri adalah bidang yang menangani kegiatan ekstrakurikuler dan kurikuler. Setiap siswa wajib untuk menjadi guru untuk kegiatan pengasuhan pada saat kelas V dan VI jika ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi di ISID, mereka tidak akan dipungut biaya, tetapi wajib mengajar kelas I-VI di luar jam kuliah.mengajar kuliah dan membantu pondok itulah yang di lakukan sebagai bentuk pengabdian dan pengembangan diri.
  • Pelatihan tambahan bagi guru dengan materi yang sesuai dengan standar pendidikan nasional.
  • Keterampilan, kesenian, dan olahraga tidak masuk kedalam kurikulum tetapi menjadi aktivitas ekstrakurikuler.
  • Siswa diajarkan untuk bersosialisasi dengan membentuk masyarakat sendiri di dalam pondok, melalui organ organisasi. Mulai dari ketua asrama, ketua kelas, ketua kelompok, organisasi intra/ekstra, hingga ketua regu pramuka. Sedikitnya ada 1.500 jabatan ketua yang selalu berputar setiap pertengahan tahun atau setiap tahun.

Fasilitas[sunting | sunting sumber]

Kompleks pondok pada umumnya terdiri dari masjid besar, gedung asrama, dan sekolah. Bangunan asrama melingkari bangunan sekolah.

Terdapat juga:

Biaya Sekolah dan Sumber Dana[sunting | sunting sumber]

  • Biaya pendidikan bagi siswa di KMI Darul Qiyam sebesar Rp. 480.000 per bulan, terdiri dari Rp. 230.000 untuk uang makan dan Rp. 250.000 untuk biaya pendidikan.
  • Dosen dan Pengasuh pondok tidak pernah digaji
  • Manajemen pesantren dilakukan secara swadana dan swakelola
  • Sumber pendanaan berasal dari santri dan pengembangannya dikelola dalam beberapa unit usaha untuk mendanai pendidikan, pengajaran, dan pengasuhan.
  • Seluruh pengelola adalah keluarga besar pondok yang terdiri dari para santri dan dosen.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]