Pisau Gaib

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Pisau Gaib
Sknife.JPG
Penulis Philip Pullman
Judul asli The Subtle Knife
Penerjemah B. Sendra Tanuwidjaja
Negara Indonesia
Bahasa Bahasa Indonesia
Serial His Dark Materials
Genre Novel fantasi
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Tanggal terbit Januari 2007
Media Print (Paperback)
Halaman 408 halaman
ISBN ISBN 979-22-2578-1
Seri sebelumnya Kompas Emas
Seri lanjutan Teropong Cahaya

Pisau Gaib merupakan buku kedua trilogi His Dark Materials karya pengarang Inggris, Philip Pullman. Novel ini melanjutkan kisah petualangan Lyra Belacqua dan dæmonnya, Pantalaimon, dalam meneliti partikel Debu. Di novel ini diperkenalkan tokoh baru, William Parry, yang menjadi teman seperjalanan Lyra, dan bersama-sama mereka menjelajahi dunia paralel.

Novel ini lebih fokus kepada masing-masing karakter yang ada serta plot individual mereka, tidak seperti buku pertama yang lebih fokus pada usaha ayah Lyra, Lord Asriel, dalam menaklukkan Magisterium. Tidak hanya petualangan Lyra, kisah ini juga berfokus pada petualangan Serafina Pekkala dan Lee Scoresby. Pullman juga menuliskan penjabaran tentang Materi gelap (atau Debu dalam buku ini), untuk menunjang saga metafisikalnya.

Plot Cerita[sunting | sunting sumber]

Buku dibuka dengan Will Parry yang tengah menitipkan ibunya, Eleanor Parry, pada bekas gurunya, Mrs. Cooper, sebelum pergi untuk mengambil sekumpulan berkas rahasia. Dari sini kita tahu mengapa Eleanor Parry begitu membutuhkan Will, sebab ia menderita penyakit sejenis skizofrenia; dan bahwa ayah Will, ahli arkeologi John Parry, menghilang dalam ekspedisi ke Utara. Pada saat itulah sekumpulan penjahat masuk ke rumah Will. Dalam upayanya mempertahankan diri, Will membunuh salah satu penjahat. Saat melarikan diri itulah Will tanpa sengaja menemukan sebuah lubang di tengah-tengah udara yang membawanya menuju dunia lain, Cittàgazze, sebuah dunia yang menjadi jalan utama menuju dunia-dunia lain, namun telah rusak akibat sebuah teknologi yang membuat lepasnya para Spectre, hantu pelahap jiwa orang dewasa. Oleh sebab itulah Cittàgazze tidak mungkin dilewati oleh orang-orang dewasa. Will masuk ke sebuah rumah dan bertemu dengan Lyra Silvertongue sertadæmonnya, Pantalaimon, yang tiba setelah menyusuri jembatan ke bintang-bintang di Kompas Emas.

Sementara itu Serafina Pekkala, yang terpisah dari Lyra di pertempuran Kompas Emas, berusaha mencari gadis itu dan mendapati Mrs. Coulter tengah menyiksa seorang Penyihir untuk mengetahui ramalan tentang Lyra. Setelah membunuh penyihir itu untuk menyelamatkannya, Serafina terbang kembali ke kediamannya di Danau Enara. Di sana ia mengadakan pertemuan Penyihir yang dihadiri aëronaut Lee Scoresby dan ratu Penyihir Latvia, Ruta Skadi. Mereka memutuskanh bahwa Serafina Pekkala dan Ruta Skadi akan mencari Lyra di dunia lain dan membantunya, sedangkan Lee Scoresby mencari ilmuwan Stanislaus Grumman yang hilang.

Sementara itu Lyra dan Will segera menjadi tim, dan mereka pun kembali ke Oxford dunia Will. Di sini Lyra kemudian bertemu dengan Dr. Mary Malone, ahli fisika partikel yang meneliti Materi gelap atau partikel bayangan, zat yang sama dengan Debu-nya Lyra. Lyra bersama-sama dengan Dr. Mary Malone mempelajari lebih jauh tentang Debu, mempelajari bahwa Debu dapat berkomunikasi dalam berbagai cara. Pada waktu yang hampir sama, Will mempelajari fakta tentang ayahnya yang hilang.

Keesokan harinya Lyra memutuskan untuk kembali ke Oxford-nya Will, mengindahkan pesan alethiometer. Ia mendapati dirinya dijebak, dan dalam usaha melarikan diri Lyra bertemu dengan Sir Charles Latrom yang mengantarkannya pulang ke jendela menuju Cittàgazze. Tanpa dinyana, Sir Charles diam-diam mencuri Alethiometer milik Lyra. Will dan Lyra kembali ke Oxford-nya Will, di mana mereka mengkonfrontasi Sir Charles. Sir Charles menegaskan bahwa ia bersedia mengembalikan alethiometer dengan satu syarat: Lyra dan Will bersedia mencurikannya sebuah alat dari Cittàgazze yang dikenal sebagai Pisau Gaib, benda yang bisa membuka pintu di udara dan memotong materi apapun.

Lyra dan Will pergi ke Torre Degli Angeli--Menara Para Malaikat untuk merebut Pisau Gaib tersebut. Mendapati seorang pemuda merebut benda itu dari seorang pria tua, Will berkelahi dengannya, tanpa sengaja memotong dua jarinya dalam perkelahian; pria tua tersebut, Giacomo Paradisi, berkata bahwa itu menunjukkan bahwa Will adalah sang Pembawa Pisau Gaib yang baru. Dengan senjata baru mereka, Lyra dan Will menyusun rencana untuk mencuri alethiometer, menyadari bahwa Sir Latrom tidak akan menepati janjinya.

Serafina Pekkala dan para Penyihir-nya tiba di Cittàgazze. Mereka mempelajari tentang Spectre dan Malaikat yang mempunyai bentuk fisik di dunia tersebut. Ruta Skadi memutuskan mengikuti tiga Malaikat, yang pergi untuk menemui Lord Asriel, ayah Lyra, dalam peperangan melawan Otoritas, Tuhan dalam His Dark Materials.

Dengan bantuan Pisau Gaib, Lyra dan Will kembali ke kediaman Sir Charles Latrom di Oxford dunia kita, di mana secara mengejutkan mereka bertemu dengan Mrs. Coulter. Setelah berjuang dengan susah payah akhirnya mereka berhasil merebut kembali Alethiometer. Sekembalinya ke Cittàgazze, mereka diserang oleh gerombolan anak-anak yang sejak lama curiga pada Will dan Lyra. Para Penyihir dari dunia Lyra tiba dan menyelamatkan mereka, bahkan menyembuhkan perdarahan tangan Will.

Sementara itu Dr. Malone tengah berdebat dengan rekannya, Dr. Oliver Payne. Dr. Payne berkata bahwa mereka bisa mempertahankan penelitian terhadap partikel Bayangan bila bersekutu dengan Sir Charles Latrom, tetapi Dr. Malone menolak dan memutuskan keluar dari penelitian. Dr. Malone kemudian mencoba menggunakan Cave, mesin komputer yang menurut Lyra berfungsi persis sama dengan Alethiometer-nya, di mana Dr. Malone menemukan fakta mengejutkan: bahwa Debu, atau Partikel Bayangan, atau Materi Gelap, yang merupakan partikel berkesadaran adalah Malaikat. Dr. Malone juga diperintahkan agar pergi dari dunianya dan mencari Lyra, untuk memainkan peran Ular seperti dalam Kitab Kejadian. Dr. Malone mengikuti seluruh instruksi yang diberikan oleh Debu dan pergi dari dunianya, mencari Lyra.

Padi hari setelah Will disembuhkan, Ruta Skadi kembali. Ia bercerita pada Serafina Pekkala tentang Æsahættr, sebuah alat yang bisa digunakan untuk menghancurkan Otoritas--Pisau Gaib, meskipun Ruta Skadi sendiri tidak mengerti. Ruta Skadi kemudian kembali ke Cittàgazze dan mengajak Serafina Pekkala untuk membantu Lord Asriel. Serafina enggan untuk pergi saat itu, jadi Ruta Skadi dan pasukannya berpisah, terbang menuju dunia yang kini didami Lord Asriel.

Di dunia Lyra, Lee Scoresby dan dæmonnya, Hester si kelinci, berhasil melacak keberadaan Stanislaus Grumman, yang ternyata merupakan John Parry, ayah Will, yang berdæmon Sayan Kötör. John Parry yang kini menjadi shaman suku Tartar tersebut memberitahunya bahwa Lee harus membantunya pergi ke dunia lain untuk memandu sang Pembawa Pisau demi kebaikan setiap orang. Lee setuju, dan keduanya menembus aurora menuju Cittàgazze. Di tengah perjalanan, balon udara Lee diserang oleh pasukan Magisterium yang juga telah tiba di Cittàgazze. Meskipun John Parry berhasil menyelamatkan diri, Lee meninggal dunia setelah bertempur.

Mrs. Coulter dan pasukan Garda Swiss dari dunianya tiba di Cittàgazze. Di sana, ia merayu Lord Boreal agar ia mau menceritakan apa itu Æsahættr, sebelum membunuhnya. Mrs. Coulter akhirnya juga mengetahui ramalan tentang Lyra: Bahwa Lyra diramalkan menjadi Hawa selanjutnya. Mrs. Coulter kemudian menculik Lyra, untuk mencegah terjadinya Kejatuhan kedua.

Di tempat lain, Will bertemu dengan Stanislaus Grumman. Grumman kemudian mengobati Will dengan salep bloodmoss, dan memberitahu Will bahwa sebagai Pembawa Pisau, ia harus membantu Lord Asriel, menyerahkan pisau itu padanya. Pada saat itulah Will--dan Stanislaus Grumman juga--menyadari satu sama lain adalah ayah dan anak. Namun malang, seorang Penyihir yang patah hati terhadap Grumman/John Parry membunuh pria tersebut, sebelum bunuh diri.

Bingung dan sedih, Will kembali ke kemah, dan menyadari Lyra telah menghilang. Lalu ia didatangi dua Malaikat yang menjelaskan situasi saat itu, bahwa Lord Asriel telah menyulut perang terhadap Otoritas, dan mereka akan mengantarkan Will pada Lord Asriel seperti wasiat ayah Will.