Piet Tallo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Piet Alexander Tallo, SH
Gubernur Nusa Tenggara Timur ke-6
Masa jabatan
1998 – 2003
Presiden Soeharto - Megawati Soekarnoputri
Didahului oleh Brigjen Herman Musakabe
Digantikan oleh Piet Tallo (Periode II)
Gubernur Nusa Tenggara Timur ke-7
Masa jabatan
19 Juli 2003 – 16 Juli 2008
Presiden Megawati Soekarnoputri - Susilo Bambang Yudhoyono
Didahului oleh Piet Tallo (Periode I)
Digantikan oleh Drs. Frans Lebu Raya
Informasi pribadi
Lahir Piet Alexander Tallo
Kebangsaan Bendera Indonesia Indonesia

Piet Alexander Tallo, SH (lahir di Tepas, Timor Tengah Selatan, 27 April 1942 – meninggal di Jakarta, 25 April 2009 pada umur 66 tahun) adalah seorang politikus Indonesia. Lulusan Sarjana Hukum Universitas Gadjah Mada pada tahun 1970, ia adalah Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 1998-2008. Masa jabatan keduanya dimulai pada 19 Juli 2003 dan berakhir 16 Juli 2008. Karena sakit keras sejak 2007, tugas gubernur kadang ia serahkan kepada wakilnya, Frans Lebu Raya, yang lalu terpilih sebagai gubernur lewat pilkada pada tahun 2008. Tallo juga menjabat sebagai Bupati Timor Tengah Selatan selama dua periode (1983-1988, 1988-1993).

Tallo pernah diduga terlibat dalam kasus korupsi dana sarana kesehatan sebesar Rp.14,9 miliar. Pada Juli 2003, Kepolisian NTT sempat melayangkan surat permohonan izin pemeriksaan terhadapnya namun tidak ada kelajutannya sebab materi surat tersebut tidak jelas. Pada Januari 2006, Kepolisian NTT kembali melayangkan surat izin kepada Presiden agar Tallo dapat diperiksa pada 13-14 Januari 2006.

Ia meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto di Jakarta pada 25 April 2009 akibat penyakit asma dan saluran pernapasan akut yang dideritanya sejak lama.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Didahului oleh:
Herman Musakabe
Gubernur Nusa Tenggara Timur
1998-2003
Diteruskan oleh:
Piet Alexander Tallo, SH (Periode II)
Didahului oleh:
Piet Alexander Tallo, SH (Periode I)
Gubernur Nusa Tenggara Timur
2003-2008
Diteruskan oleh:
Drs. Frans Lebu Raya