Pesantren Putri Al-Mawaddah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Pesantren Putri Al-Mawaddah
Didirikan 21 Oktober 1989
Jenis Pondok pesantren
Lokasi Coper, Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia
Situs web pesantrenputrialmawaddah.com
al-mawaddah.org

Pesantren Putri Al-Mawaddah adalah lembaga pendidikan Islam khusus mendidik remaja putri yang didirikan pada tanggal 9 Dzul-Qo’dah 1409 H /21 Oktober 1989, sebagai realisasi dari ide dan cita-cita alm. KH. Ahmad Sahal, pendiri dan pengasuh Pondok Modern Gontor, yang diwasiatkan dan diamanatkan kepada istri dan putra putri beliau sebagai kelengkapan dari Pondok Modern Gontor yang khusus putra.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pesantren Putri al-Mawaddah adalah realisasi dari sebuah gagasan besar dari seorang tokoh pendidikan dan perjuangan (KH. Ahmad Sahal) dalam mendidik dan membina kaum perempuan. Dimana beliau juga telah menuangkan ide dan gagasannya dalam bentuk sebuah Balai Pendidikan Pondok Modern Gontor.
Beberapa tahun sebelum mendirikan Pondok Modern Gontor (didirikan pada tahun 1926), KH. Ahmad Sahal telah terlebih dahulu merintis Tarbiyatul Athfal (TA) dimana para santrinya terdiri dari santri putra dan putri yang diasuh langsung oleh beliau. Setelah Pondok Modern Gontor semakin terkenal dan semakin banyak santri yang datang dari luar daerah, Pondok Modern Gontor tidak lagi menerima santri putri. Akan tetapi, bukan berarti cita-cita untuk memajukan pendidikan putri dilepaskan pula oleh beliau, pesantren putri harus tetap diselenggarakan, tetapi tempatnya harus terpisah dari pondok putra. Oleh karena itu, ketika beliau membeli tanah dari keluarga Nyai Hj. Soetichah Sahal (isteri beliau) di desa Coper kabupaten Ponorogo (tahun 1957), beliau mengikrarkan bahwa tanah tersebut kelak dipergunakan untuk pondok putri.
Cita-cita tersebut menjadi wasiat dan amanat yang selanjutnya direalisasikan oleh Nyai. Hj Soetichah Sahal dengan mendirikan Pesantren Putri Al-Mawaddah, pada tahun 1989, yang dikelola dan dikembangkan oleh Yayasan Al-Arham (akte notaris No. 12 tahun 1989)

Landasan Filosofis[sunting | sunting sumber]


Didirikannya Pesantren Putri al-Mawaddah dan segala aspek kehidupan yang akan dikembangkan di dalamnya secara filosofis didasarkan pada firman Allah:

قل لا أسألكم عليه أجرا إلا المودة فى القربى

Katakanlah: aku tidak meminta upah (imbalan) dari seruanku ini, melainkan kasih sayang dalam kekeluargaan” (QS. asy-Syura: 23).
Artinya, keikhlasan dalam kerangka ibadah menjadi landasan perjuangan, dan al-Mawaddah (kasih sayang) menjadi landasan pengembangan pola hidup dan pembinaan disiplin serta sunnah-sunnah pesantren bagi para santriwati yang ada di dalamnya.

وليخش الذين لو تركوا من خلفهم ذرية ضعافا، خافوا عليهم فليتقوا الله وليقولوا قولا سديدا

Dan hendaknya orang-orang itu takut andaikata nanti meninggalkan keturunan (generasi) yang lemah dan mengkhawatirkan akherat dari pada generasi itu, maka hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan kata-kata yang benar” (QS. an-Nisaa: 9).
Artinya, Pesantren Putri al-Mawaddah ini dituntut untuk mampu melahirkan generasi-generasi yang handal dan mumpuni dalam segala aspek dan bidang kehidupan dengan bekal yang cukup. Generasi yang mandiri, yang mampu manjawab tantangan zamannya. Dari sinilah, kemudian akan terwujud harapan pesantren sebagai agent of change dari nilai-nilai Islam, ilmu pengetahuan dan teknologi serta ekonomi ummat.

كشجرة طيبة أصلها ثابت وفرعها فى السماء تؤتى أكلها كل حين بإذن ربها

Layaknya pohon yang baik, akarnya kokoh (kuat menancap) dan cabangnya menjulang ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Rabb-nya” (QS. Ibrahim, 25).
Artinya, Pesantren Putri al-Mawaddah, harus mampu membawa dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya dan barokah yang seluas-luasnya kepada ummat. Bagaikan pohon yang besar dan baik, bisa dijadikan tempat perlindungan dan berteduh dari sengatan sinar matahari dan derasnya air hujan, kemudian menurunkan buah-buahan yang harum dan lezat yang bisa dinikmati dan ditumbuh-kembangkan dimana-mana.

Panca Jiwa Pesantren Putri Al-Mawaddah[sunting | sunting sumber]

Untuk mencapai tujuan dan cita-cita tersebut di atas, ditanamkan dalam jiwa para santriwati:

  • Keikhlasan
  • Kesederhanaan
  • Kemandirian
  • Ukhuwah Islamiyah
  • Kebebasan

Status Lembaga[sunting | sunting sumber]

Pesantren Putri al-Mawaddah berstatus swasta penuh dan berpegang pada prinsip “Diatas dan Untuk Semua Golongan” dengan nama “Ma’had al-Mawaddah al-Islamy lil Banaat”.
Lembaga pendidikan ini dibawah naungan Yayasan al-Arham (akte notaris No. 12 tahun 1989), yang juga merencanakan pendidikan mulai Taman Kanak-Kanak sampai Perguruan Tinggi.
Pada tanggal 29 September 1997 Pesantren Putri Al-Mawaddah memperoleh al-Mu’adalah (persamaan ijasah) dari Universitas Al-Azhar Mesir, sesuai dengan surat keputusan No. 46 / 23 / 9 /1997, sehingga para alumni Pesantren Putri al-Mawaddah dapat melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Azhar Mesir. Selanjutnya berturut-turut mendapatkan al-Mu’adalah dari berbagai Perguruan Tinggi, antara lain: al-Ahgaf University Yaman, Sudan University, Damascus University di Siria, serta Universitas Antar Bangsa Malaysia.
Pada tahun 2002, Madrasah Aliyah al-Mawaddah mengukir prestasi dengan Mewakili Propinsi Jawa Timur dalam Lomba Prestasi Madrasah Aliyah Tingkat Nasional, dan meraih peringkat 10 besar. Sejak Tahun Pelajaran 2004/2005, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah al-Mawaddah, Pesantren Putri al-Mawaddah telah terakreditasi A Unggul.

Sistem Pendidikan dan Pengajaran[sunting | sunting sumber]

Selain menerapkan sistem klasikal dalam proses pembelajaran santriwati, dengan mempergunakan perpaduan Kurikulum Departemen Agama untuk tingkat MTs dan MA dan Kurikulum Departemen Pendidikan Nasional untuk SDIT, SPM Terpadu dan SMK Jurusan tata Busana, Pesantren Putri al-Mawaddah memberikan kesempatan kepada para santriwati untuk mengikuti UJIAN NEGARA, sehingga mereka tidak kesulitan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, setelah menyelesaikan pendidikan di Pesantren Putri al-Mawaddah.
Inilah salah satu sistem yang membedakan antara Pesantren Putri al-Mawaddah dengan Pondok Modern Gontor yang swasta murni (Gontor Plus).

Kelembagaan Formal: MTs, MA dan SMK Tata Busana (Gontor Plus)[sunting | sunting sumber]

Sistem pendidikan berbentuk pesantren khusus putri dan sistem pengajarannya setingkat SLTP/SMU atau MTs/MA.
Pesantren Putri Al-Mawaddah memberikan kesempatan kepada santriwatinya untuk mengikuti ujian negara (MTsN/MAN). Untuk tingkat Aliyah, dibuka dua jurusan : IPA dan IPS. Kurikulum adalah perpaduan antara kurikulum KMI Pondok Modern Gontor dengan kurikulum MTsN/MAN.
Masa belajar bagi tamatan SD atau MI selama 6 tahun (kelas biasa). Sedangkan tamatan SLTP/MTs selama 4 tahun (kelas pintas/intensif)
Untuk SMK Jurusan Tata Busana, menggunakan perpaduan Kurikulum Kompetensi Direktorat Pendidikan Menengah dan Kejuruan (Dikmenjur) Departemen Pendidikan Nasional dan Kurikulum Pesantren Putri al-Mawaddah, yang terangkum dalam sistem kurikulum Adaptif, Normatif dan Produktif. Materi-materi pelajaran adaptif dan normatif diajarkan langsung oleh guru-guru bidang studi dari Pesantren Putri al-Mawaddah, sedangkan materi pelajaran produktif dibantu oleh guru-guru dari SMK Negeri 2 Ponorogo dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ponorogo.

Tenaga Pendidik dan Guru[sunting | sunting sumber]

Sistem rekrutmen guru yang berlangsung di Pesantren Putri Al-Mawaddah dengan sistem terbuka di mana kompetensi guru dan skill yang dibutuhkan sebagai prioritas utama. Guru diharapakan tidak semata mampu mengajar di dalam kelas namun juga kemampuan mendidik di luar kelas.
Asatidz dan ustadzat di Pesantren Putri al-Mawaddah memiliki latar belakang pendidikan yang heterogen. Hal ini terjadi karena sistem pendidikan yang dianut merupakan kolaborasi kurikulum negara yang berbasis MA dan MTs yang menginduk kepada Departemen Agama, SMK yang menginduk kepada Departemen Pendidikan Nasional. Serta kurikulum pesantren yang memiliki kekhususan tersendiri yang secara umum mengadopsi kurikulum Pondok Modern Gontor. Untuk itu, asatidz dan ustadzat pun ada yang lulusan Pondok Modern Gontor, maupun perguruan-perguruan tinggi terkemuka di Indonesia sesuai dengan bidang studi yang diajarkan.
Disamping itu, sebagai penyempurna pendidikan di pesantren, al-Mawaddah memberi kesempatan kepada para alumninya (fresh graduate) untuk mengabdikan dirinya dalam mendidik para santriwati. Saat ini jumlah asatidz dan ustadzat yang berjuang bersama di Pesantren Putri Al-Mawaddah berjumlah 153 orang, dengan berbagai latar belakang disiplin ilmu.
Untuk meningkatkan kualitas guru, Yayasan al-Arham Pesantren Putri al-Mawaddah seringkali menyelenggarakan seminar-seminar, mengirim utusan pelatihan guru baik di dalam maupun di luar negeri dan memberikan bantuan biaya pendidikan bagi guru-guru senior yang belum menyelesaikan kesarjanaannya, serta memberikan kesempatan dan biaya pendidikan pasca sarjana bagi para guru yang dinilai cakap sesuai dengan bidangnya.
Alhamdulillah, pada 16 tahun Pesantren Putri al-Mawaddah, sejumlah 7 orang tenaga pendidik di Pesantren Putri al-Mawaddah telah menyelesaikan pendidikan pasca sarjana (S2) di berbagai perguruan tinggi. Program ini akan terus berlanjut dengan pembiayaan 2 orang guru untuk menempuh S2 setiap tahunnya. Amin.
Saat ini, beberapa kader Pesantren Putri al-Mawaddah sedang menempuh pendidikan di al-Azhar University Mesir dan al-Ahgaf University Yaman dan di beberapa perguruan tinggi di Indonesia untuk bidang studi umum dan eksak.

Fasilitas Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Fasilitas memiliki makna yang sangat penting dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan dan pengajaran. Maka dari itu, Pesantren Putri Al-Mawaddah selalu berbenah dan berusaha semaksimal mungkin untuk melengkapi segala fasilitas pendidikan yang dengan itu diharapkan para santriwati dapat dengan mudah dan jelas menerima transformasi ilmu dan teknologi yang diajarkan oleh para asatidz dan ustadzat. Fasilitas-fasilitas tersebut meliputi:

Laboratorium Bahasa[sunting | sunting sumber]

Laboratorium Bahasa berfungsi sebagai sarana pembelajaran para santriwati dalam berbahasa secara baik dan benar, sesuai dengan kaidah yang berlaku baik dalam bahasa Arab maupun Bahasa Inggris. Laboratorium bahasa ini wajib diikuti oleh seluruh santriwati secara terjadwal.

Laboratorium MAFIKIB (Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi)[sunting | sunting sumber]

Pendidikan eksakta juga diperhatikan oleh Pesantren Putri Al-Mawaddah. Maka dari itu, Pesantren Putri Al-Mawaddah melengkapi fasilitas laboratoriumnya. Laboratorium ini diwajibkan kepada santriwati yang diampu langsung oleh asatidz dan ustadzatnya dibidang Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi.
Dengan tersedianya laboratorium MAFIKIB tersebut, santriwati dengan mudah menerima pelajaran dan dapat mengaplikasikan secara langsung teori-teori yang diajarkan di kelas.

Laboratorium Komputer[sunting | sunting sumber]

Perkembangan teknologi informasi dan komputer sangat pesat di dunia ini. Pesantren Putri al-Mawaddah pun berusaha mengikuti segala perkembangan yang terjadi dan diajarkan langsung kepada para santriwati.
Pesantren Putri Al-Mawaddah pun dilengkapi dengan fasilitas laboratorium komputer yang telah ter-setting secara jaringan, dan dipandu langsung oleh pengajar profesional yang menguasai di bidang tersebut. Laboratorium ini sebagaimana laboratorium yang lain, juga diwajibkan kepada seluruh santriwati agar santriwati tidak gagap terhadap teknologi informasi dan komputer yang berkembang.

Kegiatan Ekstrakurikuler Santriwati[sunting | sunting sumber]

Ketrampilan[sunting | sunting sumber]

Kegiatan ini sebagai wahana pembekalan santriwati dalam rangka pembentukan pribadi-pribadi muslimah yang, berkualitas, kreatif, produktif dan mandiri.
Kegiatan ketrampilan ditangani langsung oleh Pengurus Pusat Organisasi Santriwati al-Mawaddah (OSWAH) dengan mendatangkan tutor-tutor profesional dari Ponorogo dan sekitarnya. Agenda kegiatan dilaksanakan secara rutin setiap hari Ahad sore, yang wajib diikuti oleh seluruh santriwati sesuai dengan bakat dan minat masing-masing, meliputi: Tata boga, tata busana, tata rias wajah, merangkai janur, merangkai bunga, menyulam, menganyam dan lain sebagainya.

Drum Band[sunting | sunting sumber]

Satuan Drum Band Pesantren Putri al-Mawaddah pada awalnya bernama KARISDA (Kreasi Seni Islam al-Mawaddah) kemudian diubah menjadi GNPA (Gita Nada Putri al-Mawaddah). Dana ratusan juta rupiah telah dikeluarkan oleh Yayasan untuk melengkapi sarana dan prasarana pendukung salah satu kegiatan ekstrakurikuler ini.

Kesenian[sunting | sunting sumber]

Kegiatan kesenian di Pesantren Putri al-Mawaddah lebih diarahkan pada kegiatan ekstrakurikuler yang bersifat internal. Artinya, segala yang ditampilkan oleh para santriwati dalam bidang kesenian lebih diutamakan untuk kebutuhan intern lembaga dalam rangka pembinaan mental dan kreativitas santriwati, sekaligus sebagai sarana hiburan 24 jam tinggal di dalam asrama. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain meliputi: Seni Tari, Seni Musik, Seni Suara, Leter dan Kaligrafi dan lain-lain.

Program Pengembangan Bahasa[sunting | sunting sumber]

Bahasa Arab dan Bahasa Inggris sebagai bahasa resmi bagi seluruh santriwati al-Mawaddah mendapatkan perhatian khusus dan porsi pembinaan tersendiri dari Pimpinan Pesantren Putri al-Mawaddah melalui wadah pembinaan Central Language Improvement (CLI – Bagian Penggerak Bahasa) dan Language Advisory Council (LAC), dengan sistem pembinaan yang efektif dan efisien.
Bahasa Arab dan Bahasa Inggris wajib dipergunakan oleh seluruh santriwati setelah 6 bulan (setengah semester) dalam kehidupan mereka sehari-hari di Pesantren Putri al-Mawaddah memerlukan penanganan secara khusus dan serius melalui seluruh aspek kegiatan.
Selain pemberian mutadradifaats (vocabularies), muhadatsah (conversation) secara rutin, tertib dan terarah, serta program ishlahul lughoh, dengan menggunakan alam dan lingkungan sebagai laboratorium, Yayasan al-Arham juga telah menyediakan 2 unit Laboratorium Bahasa, guna lebih meningkatkan kualitas dan kemampuan berbahasa resmi para santriwati.
Program pengembangan bahasa di Pesantren Putri al-Mawaddah merupakan salah satu program Co-Curiculer yang sangat mendukung proses peningkatan kualitas akademik santriwati.

Penerbitan Majalah Tiga Bulanan MIR-AH[sunting | sunting sumber]

Salah satu program pembinaan santriwati yang dilakukan oleh Pengasuh Pesantren Putri al-Mawaddah adalah pembekalan santriwati dalam bidang jurnalistik dan informatika.
Dalam kaitan tersebut diterbitkan Majalah MIR-AH¸ yang berarti kaca cermin, sebagai cerminan aktivitas dan kreativitas santriwati al-Mawaddah.
Majalah ini diterbitkan secara berkala edisi 2 bulanan, yang seluruh proses pengumpulan berita, penulisan berita, setting, ilustrasi dan tata letaknya dilakukan oleh para santriwati, redaktur MIR-AH.
Sebuah prestasi yang luar biasa, lebih dari 10 tahun majalah ini dapat terbit secara kontinyu, sehingga pada tahun 1999 – 2000 yang lalu, Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama Republik Indonesia, membeli 7000 eksemplar selama 6 edisi, untuk dikirimkan langsung kepada 1.000 pesantren dan 500 madrasah Aliyah se-Indonesia.
Untuk lebih meningkatkan mutu pemberitaan dan informasi yang disajikan dan lebih memperkokoh eksistensinya, pada Peringatan 1 Windu Pesantren Putri al-Mawaddah (1997) diselenggarakan Diklat Nasional Pers dan Jurnalistik Pondok Pesantren Se-Indonesia yang dibuka oleh Menteri Penerangan RI (Bapak Jend. Purn. R. Hartono) bersama Dirjen Binbaga Islam Departemen Agama RI (Bapak DR. H. Husni Rahim).

Kajian kitab kuning[sunting | sunting sumber]

Untuk menambah khazanah ilmu-ilmu Islam, santriwati diajarkan pula pelajaran mengenai kitab-kitab yang mengandung nilai-nilai dasar Islami sehingga tidak menjadi sosok yang tetap mampu mempertahankan nilai-nilai luhur yang diajarkan para ulama terdahulu. Maju, berkembang dan berubah dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, tanpa kehilangan nilai.
Menyadari adanya pergeseran pola hidup dan pergaulan pelajar dan sikap mereka terhadap para guru, Pesantren Putri al-Mawaddah mengambil kebijakan memasukkan materi pelajaran “Ta’lim al-Muta’allim” ke dalam program kurikuler wajib, dalam upaya pembentukan mental dan karakter serta kepribadian luhur seorang santriwati.
Sistem pengajaran atau kajian kitab-kitab kuning yang tersebut mendapat bimbingan langsung dari para asatidz dan ustadzat yang memiliki kompetensi di bidang tersebut.

Tahfidz al-Qur’an (Program Menghafal Al-Qur’an)[sunting | sunting sumber]

Program tahfidz al-Qur’an (menghafal al-Qur’an) merupakan program optional yang artinya program yang tidak diwajibkan kepada seluruh santriwati namun berupa pilihan sesuai minat dan bakat masing-masing. Program ini dipandu oleh para asatidz dan ustadzat yang telah menjadi hafidz dan hafidzat. Santriwati yang mengikuti program tahfidz berjumlah 25 santriwati dimana system yang dijalankan sebagaimana yang dilakukan lazimnya di pondok-pondok tahfidz yang mana para santriwati berusaha semaksimal mungkin menghafal dan menyetorkan hafalannya kepada pembimbing setiap hari terutama sebelum dan sesudah salat Maghrib.
Pelaksanaan program ini, pesantren menjalin kerjasama dengan berbagai pondok pesantren yang berbasis tahfidz. Hasil dari hafalan yang telah dikuasai oleh para santriwati diwujudkan dalam even-even tertentu terutama dalam rangka menyambut hari-hari besar Islam seperti Maulud Nabi Muhammad SAW, Nuzulul Qur’an, dan sebagainya.
Secara rutin setiap hari Jum’at pagi diselenggarakan sima’an intern bagi para santriwati oleh para ustadzat dan santriwati yang mengikuti kegiatan tahfidz tersebut, di masjid al-Marzuqoh.

Muhadlarah (Latihan Pidato)[sunting | sunting sumber]

Muhadlarah atau latihan berpidato yang dijalankan di pesantren ini terdiri dari 3 (tiga) bahasa, yakni Arab, Inggris, dan Indonesia. Tujuan utama latihan berpidato ini ialah mencetak santriwati yang bermental kuat, mampu bertutur secara santun, dan mampu mengekspresikan ide dan gagasannya kepada khalayak, serta menambah kemampuan berbahasa baik secara kuantitas kosakata maupun kualitasnya.

Kepramukaan[sunting | sunting sumber]

Gerakan pramuka diselenggarakan di pesantren ini untuk memupuk rasa kemandirian, menumbuhkan kreativitas, membentuk pribadi yang tangguh, cinta lingkungan serta cinta tanah air dan bangsa. Kegiatan kepramukaan di Pesantren Putri al-Mawaddah dilaksanakan semenjak awal berdirinya pesantren dan dikelola oleh Pengurus Koordinator Gerakan Pramuka Gugus Depan 16082.

أنا الكشافة ولكنى المسلمة

Saya adalah seorang pramuka tetapi saya muslimah”.
Semboyan di atas mengandung makna bahwasannya pramuka di Pesantren Putri Al-Mawaddah merupakan salah satu aktivitas yang sangat urgen dalam rangka mencetak kader ummat yang berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas dan berpikiran bebas. Nilai-nilai kepramukaan tidak sama sekali menyimpang dari ajaran ataupun nilai-nilai yang dianut oleh Pesantren Putri Al-Mawaddah, namun dengan catatan tidak melepas kodrat kewanitaan dan kemuslihannya.
Kepramukaan di Pesantren Putri Al-Mawaddah secara struktural dibawah naungan Majelis Pembimbing Koordinator Gerakan Pramuka yang terdiri dari para asatidz dan ustadzat dan operasionalnya dijalankan oleh Staff Koordinator Gerakan Pramuka yang terdiri dari para santriwati, dalam Gugus Depan 16082Pesantren Putri Al-Mawaddah.
Latihan kepramukaan di pesantren harus diikuti oleh semua santriwati dan secara rutin dilaksanakan setiap hari Kamis mulai pukul 14.00 – 16.00 WIB. Pelajaran yang diberikan tidak semata permainan namun juga berbagai hal yang diperlukan oleh para santriwati untuk menjadi santri yang tangguh, efektif dan efisien dalam menjalankan segala kegiatannya serta bertanggung jawab.
Pelajaran dalam kepramukaan meliputi pengetahuan umum, tali temali, semaphore, morse, berbagai sandi, pertolongan pada kecelakaan, dengan menerapkan sistem among: Ing ngarso sung tulodo, ing ngarso mangun karso, tutwuri handayani” (di depan memberi teladan, di tengah membangun gagasan, dan di belakang memberikan dorongan).
Untuk meningkatkan kemampuan ber-pramuka, maka Pesantren Putri al-Mawaddah seringkali mengirimkan duta-duta pramukanya untuk mengikuti even-even yang dilaksanakan oleh Kwartir Cabang, Kwartir Daerah maupun Kwartir Nasional, baik lomba maupun jambore dan raimuna, di dalam maupun di luar negeri.

Rujukan[sunting | sunting sumber]