Persengketaan Sabah
Status wilayah Sabah, sebelumnya disebut Borneo Utara, kini dipermasalahkan antara Malaysia dan Filipina. Kini, Sabah merupakan salah satu negara bagian yang membentuk federasi Malaysia tahun 1963. Filipina dan Kesultanan Sulu mengklaim teritori ini, meskipun klaim ini kini statusnya masih "tidur".
Daftar isi |
Protokol Madrid 1885 [sunting]
Ketika penguasaan Spanyol di seluruh Filipina, Sultan Sulu telah dipaksa untuk menandatangani sebuah dokumen, yang mana menurut dokumen tersebut semua harta di Palawan dan Sulu (tetapi tidak di Borneo Utara) telah berada di bawah kekuasaan Spanyol. Pada tahun 1885, Spanyol telah menandatangani Protokol Madrid bersama Britania Raya dan disaksikan oleh Jerman bagi melepaskan kesemua tuntutannya atas bagian utara Pulau Kalimantan yang memihak pada Britania Raya.
Invasi Pantai Timur Sabah [sunting]
Pada 11 Februari 2013, telah berlaku satu invasi di bagian timur Sabah oleh kumpulan yang mengklaim diri mereka sebagai pengikut Jamalul Kiram III. Kehadiran mereka adalah karena ingin menuntut pengiktirafan kedaulatan ke atas Sabah dan hak untuk selama-lamanya tinggal di negeri ini. [2] Namun, perlakuan ini telah ditentang sekeras-kerasnya oleh pemerintah Filipina. [3]
Lihat pula [sunting]
Referensi [sunting]
- ^ "British North Borneo company charter (page 2) (1878)". OpenLibrary.org. Diakses 16 Maret 2013.
- ^ "Battle for control of Kampung Tanduo". Al Jazeera English. Diakses 1 Mac 2013.
- ^ "Malaysia stand-off with Philippine group". BBC News Online. Diakses 19 Februari 2013.
Pranala luar [sunting]
- Kesultanan Sulu sudah tiada, tuntutan Sabah terbatal. Sinar Harian. Capaian 10 Mac 2013
