Perikanan udang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kapal trawler penangkap udang

Perikanan udang adalah salah satu sektor perikanan yang fokus pada budi daya dan penangkapan udang. Berbagai kapal penangkap ikan juga menghasilkan udang sebagai tangkapan sampingan. Di sisi lain, dikarenakan desain jaring sedemikian rupa, kapal penangkap udang juga menangkap hewan lain sebagai tangkapan samping, terutama penyu sehingga penangkapan udang menjadi ancaman bagi populasi penyu.

Penangkapan udang telah ada sejak ratusan tahun lalu, dengan penggunaan trawler dan mekanisasi kapal di jaman modern meningkatkan hasil tangkapan hingga puluhan kali lipat.[1][2]

Spesies utama[sunting | sunting sumber]

Hasil tangkapan udang dunia dalam juta ton, antara tahun 1995 sampai 2010 (FAO)[3]

Tidak lebih dari 300 spesies udang dari total 3000 yang menjadi komoditas dalam industri ini, dengan enam jenis mendominasi diantaranya:[4]

Nama ilmiah Nama FAO Tangkapan 2005 (ton) Persentase total
N/A Natantian Decapoda[5] 887688 26.0%
Acetes japonicus Akiami paste shrimp 664716 19.5%
Trachysalambria curvirostris southern rough shrimp 429605 12.6%
Pandalus borealis northern prawn 376908 11.0%
Penaeus spp. Penaeus shrimp 230297 6.7%
Penaeus monodon Udang windu 218027 6.4%

Di Asia Timur dan Asia Tenggara, udang rebon merupakan komoditas utama meski tidak secara khusus masuk ke dalam kategori FAO. Total tangkapan tidak tercatat dengan baik, namun diperkirakan mencapai 664716 ton di tahun 2005.[6] Spesies lainnya yang signifikan yaitu Penaeus setiferus, Penaeus aztecus, and Penaeus duorarum dari teluk Meksiko[7] dan Pandalus borealis dari Kanada dan Greenland.[6]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Gillett (2008), p. 9.
  2. ^ Gillett (2008), p. 10.
  3. ^ Based on data sourced from the FishStat database
  4. ^ Gillett (2008), p. 25.
  5. ^ spesies bervariasi
  6. ^ a b Gillett (2008), p. 27.
  7. ^ Gillett (2008), p. 47.

Bahan bacaan terkait[sunting | sunting sumber]