Perang saudara Islam kedua

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Fitnah Kedua
Bagian dari Perang saudara islam
Tanggal 680692
Lokasi Semenanjung Arab
Hasil Kemenangan Dinasti Umayyah disebagian tempat; pemberontakan dipadamkan. Pemberontakan selanjutnya bisa menurukan kekuasaan Dinasti Umayyah
Pihak yang terlibat
Kekhalifahan Umayyah Orang2 Kufa
Orang2 Basra
Orang2 Mekah
Orang2 Medinah
Pendukung Ali lain
Komandan
Yazid I
Umar ibn Sa'ad
Muawiya II
Marwan I
Abd al-Malik
Al-Hajjaj ibn Yusuf
Abd-Allah ibn al-Zubayr
Husayn ibn Ali
Abbas ibn Ali
Zayd ibn Ali
Hujr ibn Adi

Fitnah kedua, atau Perang saudara islam yang kedua, adalah suatu kekacauan politik dan militer yang melanda kekhalifahan islam pada masa awal Dinasti Umayyah memerintah setelah kematian khalifah pertama dari Dinasti Umayyah yaitu Muawwiyah. Keadaan ini terjadi disekitar tahun 680-an.

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Setelah khalifah Muawiyah meninggal pada tahun 680, dia digantikan oleh putranya yaitu Yazid I. Pengangkatan Yazid menjadi khalifah ini ditentang oleh Husain bin Ali. Husain adalah cucu Muhammad S A W , putra dari khalifah Ali ibn Abi Thalib dan juga adik dari khalifah sebelum Muawiyah yaitu Hasan bin Ali. Husain beserta keluarga dan para pendukungnya dibunuh oleh pasukan Yazid di daerah karbala. Peristiwa Pertempuran Karbala ini menjadi awal dari perpecahan yang lebih sengit antara sekte sunni dan syiah dalam agama islam. Sampai saat ini , peristiwa di karbala ini masih diperingati oleh sekte Syiah sebagai Hari Asyura.

Kemudian setelah itu, Yazid menghadapi pemberontakan yang kedua dari Abd Allah ibn al-Zubayr, yang merupakan putra dari Sahabat nabi al-Zubayr ibn al-Awwam, yang sebelumnya susah memberontak terhadap khalifah Ali di Pertempuran Basra.

Lihat Juga[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Karen Armstrong: Islam: A Short History. New York, NY, USA: The Modern Library, 2002, 2004 ISBN 0-8129-6618-X