Perampokan Bank BCA Palu 2011
- Artikel atau bagian artikel ini mungkin lebih cocok dipindahkan ke Wikinews[pindah]
|
|
Subjek artikel ini tidak memenuhi kriteria kelayakan umum maupun kebijakan kelayakan Wikipedia lainnya: Tokoh, Organisasi, atau Web. Anda dapat membantu mengembangkan artikel ini agar memenuhi unsur kelayakan. Cara yang paling tepat adalah mencari dan mencantumkan referensi dari sumber-sumber dari pihak ketiga. Apabila dalam dua minggu artikel ini belum memenuhi kelayakan, Anda dapat mengalihkan, menggabungkan, atau memberikan {{hapus:kelayakan}}, sesuai dengan Wikipedia:Kebijakan penghapusan. |
Perampokan Bank BCA Palu 2011 adalah perampokan yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah pada tanggal 25 Mei 2011 pukul 10.15 WITA. Dalam peristiwa tersebut dua anggota polisi tewas dalam aksi baku tembak antara polisi dan sekawanan perampok yang berusaha menyatroni bank tersebut.[1] Senjata yang digunakan oleh para perampok ini menimbulkan dugaan bahwa senjata yang digunakan merupakan dugaan bahwa senjata ini dipakai saat terjadinya konflik di Kabupaten Poso, Sulteng, beberapa tahun silam.[2]
Kronologi [sunting]
Tiga polisi yang berjaga di depan BCA Palu, Jalan Emy Saelan, Palu Selatan, Sulawesi Tengah, diberondong kelompok misterius, Rabu (25/5/2011). Aksi ini tergolong berani karena dilakukan di siang bolong. Berikut ini kronologi peristiwa tersebut berdasar keterangan Kapolres Palu AKBP Deden Garnada dan sejumlah saksi:
- Pukul 11.26 WITA
Empat pria berboncengan RX-King dan Jupiter. Mereka mengenakan penutup wajah (cadar) dan memakai helm. Wajah mereka tidak terlihat. Mereka berhenti di depan BCA Palu, Jl Emy Saelan. Saat itu BCA itu dijaga sejumlah polisi.
- Pukul 11.30 WITA
Dua pria berbadan tegap turun dari motor dan menghampiri tiga polisi yang sedang berjaga. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun mereka langsung memberondong petugas dengan senjata laras panjang, diduga M-16. Secepat kilat mereka lalu kabur ke arah selatan Kota Palu. Mereka tidak melakukan perampokan.
Akibat penembakan itu dua polisi yakni Bripda Irbar dan Bripda Yustidar tewas. Mereka kena tembak di kepala dan dada. Sedangkan Bripda Dedy Anwar luka tembak di kaki. Para korban lalu dibawa ke RS Bhayangkara.
Peristiwa ini membuat kawasan setempat heboh. Tak lama kemudian Gubernur Sulteng Ahmad Tanribali Lamo datang untuk meninjau. Sementara kantor BCA tersebut memutuskan tutup lebih awal.[3]
Referensi [sunting]
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||
