Penyu sisik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
?Penyu sisik
Eretmochelys imbricata di laut Útila, Honduras.
Eretmochelys imbricata di laut Útila, Honduras.
Status konservasi
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Testudinata
Famili: Cheloniidae
Genus: Eretmochelys
Spesies: E. imbricata
Nama binomial
Eretmochelys imbricata
(Linnaeus, 1766)
Wilayah penyebaran penyu sisik
Wilayah penyebaran penyu sisik
Subspesies

E. imbricata bissa (Rüppell, 1835)
E. imbricata imbricata (Linnaeus, 1766)

Sinonim

E. imbricata squamata sinonim junior

Penyu sisik (Eretmochelys imbricata) adalah jenis penyu yang terancam punah, yang termasuk ke dalam famili Cheloniidae. Ia adalah satu-satunya spesies dalam genusnya. Spesies ini memiliki distribusi di seluruh dunia, dengan dua subspesies di Atlantik dan Pasifik. E. imbricata imbricata adalah subspesies di Atlantik, sedangkan E. imbricata bissa adalah subspesies di wilayah Indo-Pasifik.[2]

Penampilan penyu sisik mirip dengan penyu lainnya. Penyu ini umumnya memiliki bentuk tubuh yang datar, sebuah karapas sabagai pelindung, dan sirip seperti lengan, beradaptasi untuk berenang di samudera terbuka. Perbedaan E. imbricata dari penyu lainnya yang sangat mudah dibedakan adalah paruhnya yang melengkung dengan bibir atas yang menonjol, dan penampilan pinggiran cangkangnya spserti gergaji. Cangkang penyu sisik dapat berubah warna, berdasarkan dengan temperatur air. Walaupun penyu ini sebagian hidupnya berada di samudera terbuka, pada beberapa waktu mereka datang ke laguna yang dangkal dan terumbu karang.

Praktik memancing yang dilakukan oleh manusia telah membuat populasi E. imbricata terancam kepunahan. World Conservation Union mengklasifikasikan penyu sisik sebagai kritis.[1] Cangkang penyu sisik adalah sumber utama dari material cangkang kura-kura yang digunakan untuk bahan dekorasi. Convention on International Trade in Endangered Species melarang penangkapan dan penjualan penyu sisik maupun produk-produk berasal darinya.[3]

Anatomi dan morfologi[sunting | sunting sumber]

Distribusi[sunting | sunting sumber]

Penyu sisik dapat ditemukan di beberapa tempat yang umumnya berada di daerah tropis Samudera Hindia, Pasifik, dan Atlantik. Dari seluruh spesies penyu, E. imbricata adalah salah satu yang paling terikat dengan perairan tropis yang hangat. Dua subpopulasi utama yang diketahui adalah subpopulasi Atlantik dan Indo-Pasifik.[4]

Peta dunia ini menunjukan concentrated tempat sarang di Caribbean dan pesisir timur laut Amerika Selatan. Tempat lainnya berada di sepanjang kepulauan Pasifik selatan, dengan konsentrasi lainnya di Laut Merah dan Teluk Persia, pesisir timur Tiongkok, pesisir tenggara Afrika dan Indonesia.
Model lainnya dari kemungkinan distribusi E. imbricata: Lingkaran merah menunjukan tempat sarang utama yang diketahui. Lingkaran kuning adalah tempat sarang minor.

Subpopulasi Atlantik[sunting | sunting sumber]

Foto penyu berenang dengan memanjangkan siripnya
Seekor penyu sisik di Saba, Antilles Belanda

Di Atlantik, kumpulan populasi penyu sisik berada di barat Teluk Meksiko dan tenggara Tanjung Harapan di Afrika Selatan.[4][5][6] Mereka hidup di lepas pantai Brazil (khususnya Bahia) hingga selatan Florida dan perairan lepas Virginia.[7] Spesies tersebut dapat meluas sampai bagian utara Long Island Sound dan Massachusetts[8] di bagian barat Atlantik dan perairan dingin Selat Inggris di bagian timur (penampakan spesies paling utara sampai saat ini).

Di Caribbean, pantai-pantai yang dijadikan sebagai sarang utama berada di Antilles Kecil, Barbados,[9] Guadeloupe,[10] Tortuguero di Kosta Rika,[11] dan di Yucatan. Mereka makan di perairan lepas Kuba[12] dan sekitar Pulau Mona dekat Puerto Rico[13] diantara tempat-tempat lainnya.

Subpopulasi Indo-Pasifik[sunting | sunting sumber]

Di Samudera Hindia, penyu sisik umumnya berada di pesisir timur Afrika, termasuk laut yang berada di sekitar Madagaskar dan kelompok pulau-pulau terdekat, dan seluruh pesisir selatan Asia, termasuk Teluk Persia, Laut Merah, dan pesisir Subbenua India dan Asia Tenggara. Mereka muncul di sepanjang Kepulauan Melayu dan sebelah utara Australia. Di Pasifik, penyu sisik hanya terdapat di wilayah samudera tropis dan subtropis. Di bagian barat, hewan tersebut terdapat dari sebelah barat daya Semenanjung Korea dan Kepulauan Jepang sampai sebelah utara Selandia Baru.

Filipina memiliki beberapa sarang penyu sisik, termasuk pulau Boracay.[14] Sebuah kelompok kecil dari pulau-pulau di barat daya kepulauan yang dinamakan "Kepulauan Penyu" karena dua spesies penyu bersarang disana: penyu sisik dan penyu hijau.[15] Di Hawaii, penyu sisik kebanyakan bersarang di pulau-pulau "utama" yakni Oahu, Maui, Molokai, dan Hawaii.[16] Di Australia, penyu sisik diketahui bersarang di Pulau Milman di Karang Penghalang Besar.[17] Penyu sisik bersarang di sebelah barat Pulau Cousine di Seychelles, dimana spesies tersebut telah dilindungi secara hukum sejak 1994, dan populasi tersebut menunjukan beberapa pemulihan.[18] Pada pulau-pulau besar dan pulau-pulau kecil di Seychelles, seperti Aldabra, adalah tempat makan yang populer untuk penyu sisik yang belum dewasa.[19][20]

Subpopulasi Pasifik Timur[sunting | sunting sumber]

Di bagian timur Pasifik, penyu sisik diketahui berada di Semenanjung Baja di sebelah selatan Meksiko sampai pesisir selatan Peru.[4] Nonetheless, as recently as 2007, the species had been considered largely extirpated di wilayah tersebut.[21]

Ekologi[sunting | sunting sumber]

Habitat[sunting | sunting sumber]

Penyu sisik dewasa biasanya ditemukan di terumbu karang tropis.

Makanan[sunting | sunting sumber]

Foto penyu berenang dengab memanjangkan kepalanya
E. imbricata di sebuah terumbu karang di Venezuela

Sementara mereka adalah omnivora, spons laut adalah makanan utama dari penyu. Spons merupakan 70–95% makanan mereka di Caribbean. Namun, seperti kebanyakan spongivora, mereka hanya memakan spesies tertentu dan tidak memakan yang lainnya. Populasi Caribbean utamanya memakan mangsa yang berasal dari ordo Astroforida, Spiroforida, dan Hadromerida dalam kelas Demospongiae.[22] Selain memakan spons, penyu sisik juga memakan alga, cnidaria, Ctenofora, dan ubur-ubur lainnya, dan anemon laut.[23] Mereka juga memakan ubur-ubur berbahaya seperti ubur-ubur api (Physalia physalis) dari kelas hydrozoa.

Sejarah kehidupan[sunting | sunting sumber]

Foto penyu berenang
E. imbricata muda dari Pulau Réunion

Tidak banyak diketahui mengenai sejarah kehidupan dari penyu sisik.[24]

Pembuahan[sunting | sunting sumber]

Kehidupan awal[sunting | sunting sumber]

Masa dewasa[sunting | sunting sumber]

Penyu sisik memasuki masa dewasa setelah 30 tahun.[5] Mereka dipercaya dapat hidup dari 30 sampai 50 tahun di alam liar.[25]

Sejarah evolusi[sunting | sunting sumber]

Sejarah etimologi dan taksonomi[sunting | sunting sumber]

Sebuah gambar yang menunjukan tujuh penyu dengan berbagai bentuk tubuh dan karapas
Penyu sisik (kanan atas) dalam sebuah gambar dari tahun 1904 karya Ernst Haeckel

Linnaeus awalnya menamakan penyu sisik sebagai Testudo imbricata pada tahun 1766, dalam Systema Naturae edisi ke-12.[26] Pada tahun 1843, seorang ahli zoologi Austria yang bernama Leopold Fitzinger memasukkan hewan tersebut dalam genus Eretmochelys.[27] Pada tahun 1857, spesies tersebut pada beberapa waktu disalahartikan sebagai Eretmochelys imbricata squamata.[28]

Dua subspesies dimasukkan dalam takson E. imbricata. E. i. bissa (Rüppell, 1835) merujuk pada populasi yang berada di Samudera Pasifik.[29] Populasi yang berada Atlantik adalah sebuah subspesies yang terpisah, E. i. imbricata (Linnaeus, 1766). Subspesies tersebut adalah takson Atlantik, karena jenis spesimen Linnaeus berasal dari Atlantik.[30]

Fitzinger mengambil nama genus, Eretmochelys, dari penggabungan bahasa Yunani eretmo dan chelys yang masing-masing artinya adalah "dayung" dan "penyu". Nama tersebut merujuk sirip penyu bagian depan yang mirip dayung.

Pemanfaatan oleh manusia[sunting | sunting sumber]

Uang wanita Palauan (toluk)

Di berbagai belahan dunia, penyu sisik diambil oleh manusia, secara ilegal dengan cara memburu mereka di berbagai negara.[31] Di beberapa bagian dunia, penyu sisik dimakan sebagai makanan lezat. Sejak abad ke-5 SM, penyu, termasuk penyu sisik, dimakan sebagai makanan lezat di Tiongkok.[32]

Beberapa kebudayaan juga menggunakan cangkang penyu untuk dekorasi. Penyu tersebut telah diternakkan untuk diambil cangkang indah mereka sejak jaman Mesir, dan material tersebut dikenal sebagai cangkang kura-kura yang biasanya berasal dari penyu sisik.[33] Di Tiongkok, dimana hewan tersebut dikenal sebagai tai mei, penyu sisik disebut sebagai "penyu bercangkang kura-kura", penamaan utama untuk cangkang tersebut, yang digunakan untuk membuat dan mendekorasi berbagai barang-barang kecil, seperti halnya di negara-negara Barat.[32] Di Jepang, penyu tersebut juga diternakkan untuk skat cangkang mereka, yang disebut bekko dalam bahasa Jepang. Hewan ini digunakan dalam berbagai kepentingan pribadi, seperti kerangka kacamata dan bahan pembuatan shamisen (alat musik tradisional Jepang yang memiliki tiga dawai).[33] Pada tahun 1994, Jepang menghentikan pengimporan cangkang penyu sisik dari negara lain. Sebelumnya, cangkang penyu sisik yang dijual di Jepang berkisar 30.000 kg (66,000 lb) dari rata-rata cangkang per tahun.[12][34] Di negara-negara Barat, cangkang penyu sisi diternakkan oleh orang-orang Yunani kuno dan Romawi kuno untuk dibuat perhiasan, seperti sisir, sikat, dan cincin.[35] Sebagian besar penjualan cangkang penyu sisik berasal dari Caribbean. Pada tahun 2006, cangkang yang tersedia diproses secara teratur, seringkali dalam jumlah besar, di berbagai negara termasuk Republik Dominika dan Kolombia.[36]

Konservasi[sunting | sunting sumber]

Foto penyu berenang in shallow, green water
Seekor penyu sisik di Tobago
Penangkaran Penyu Sisik di Pulau Pramuka, Kep.Seribu
Anak Penyu Sisik di Penangkaran Pulau Pramuka

Sebuah konensus telah menunjukan bahwa penyu laut, termasuk E. imbricata, berjumlah sangat sedikit. Spesies tersebut terancam karena pertumbuhan dan kedewasaan mereka rendah, serta tingkat reproduksi mereka rendah. Kebanyakan penyu dewasa telah dibunuh oleh manusia, baik secara sengaja maupun tidak disengaja. Selain itu, manusia dan hewan mengancam tempat sarang mereka, dan mamalia kecil membawa pergi telur-telur tersebut.[23] Di Kepulauan Virgin AS, garangan menyerbu telur-telur milik penyu sisik (bersama dengan milik penyu lainnya, seperti Dermochelys coriacea) setelah mereka letakkan.[37]

Pada tahun 1982, IUCN Red List untuk Spesies Terancam pertama kali memasukkan E. imbricata sebagai spesies terancam.[38] Status terancam tersebut berkali-kali dikatakan dalam beberapa pengumuman pada 1986,[39] 1988,[40] 1990,[41] dan 1994[42] sampai hewan tersebut dipindahkan dalam status kritis pada 1996.[1]

United States Fish and Wildlife Service dan National Marine Fisheries Service mengklasifikasikan penyu sisik sebagai spesies terancam dibawah Undang-Undang mengenai Spesies Terancam[43] sejak 1970. Pemerintahan AS mendirikan beberapa rencana pemulihan[44] untuk melindungi E. imbricata.[45]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c Red List Standards & Petitions Subcommittee (1996). Eretmochelys imbricata. 2006 IUCN Red List of Threatened Species. IUCN 2006. Diakses 5 Februari 2007.
  2. ^ Eretmochelys imbricata (TSN {{{ID}}}). Integrated Taxonomic Information System.
  3. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama CITESAPP
  4. ^ a b c "Species Fact Sheet: Eretmochelys imbricata (Linnaeus, 1766)". FIGIS - Fisheries Global Information System. United Nations. 2006. Diakses 2009-06-14. 
  5. ^ a b "Hawksbill Sea Turtle (Eretmochelys imbricata)". North Florida Field Office. United States Fish and Wildlife Service. 2005-12-09. Diakses 2007-02-18. 
  6. ^ Formia, Angela; Manjula Tiwari, Jacques Fretey and Alexis Billes (2003). "Sea Turtle Conservation along the Atlantic Coast of Africa". Marine Turtle Newsletter (IUCN Marine Turtle Specialist Group) 100: 33–37. Diakses 2007-02-18. 
  7. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama VDGIF
  8. ^ Pope, C. H. (1939). Turtles of the United States and Canada. New York: Alfred A. Knopf. 
  9. ^ Beggs, Jennifer A.; Julia A. Horrocks and Barry H. Krueger (2007). "Increase in hawksbill sea turtle Eretmochelys imbricata nesting in Barbados, West Indies". Endangered Species Research (ESR) 3: 159–168. doi:10.3354/esr003159. Diakses 2010-12-06. 
  10. ^ Kamel, Stephanie J.; Eric Delcroix (2009). "Nesting Ecology of the Hawksbill Turtle, Eretmochelys imbricata, in Guadeloupe, French West Indies from 2000–07". Journal of Herpetology 43 (3): 367–376. doi:10.1670/07-231R2.1. Diakses 2010-12-06. 
  11. ^ Bjorndal, Karen A.; Alan B. Bolten and Cynthia J. Lagueux (December 1993). "Decline of the Nesting Population of Hawksbill Turtles at Tortuguero, Costa Rica". Conservation Biology (Blackwell Publishing) 7 (4): 925–927. doi:10.1046/j.1523-1739.1993.740925.x. JSTOR 2386826. 
  12. ^ a b Heppel, Selina S.; Larry B. Crowder (June 1996). "Analysis of a Fisheries Model for Harvest of Hawksbill Sea Turtles (Eretmochelys imbricata)". Conservation Biology (Blackwell Publishing) 10 (3): 874–880. doi:10.1046/j.1523-1739.1996.10030874.x. JSTOR 2387111. 
  13. ^ Bowen, B. W.; A. L. Bass, A. Garcia-Rodriguez, C. E. Diez, R. van Dam, A. Bolten, K. A., Bjorndal, M. M. Miyamoto and R. J. Ferl (May 1996). "Origin of Hawksbill Turtles in a Caribbean Feeding Area as Indicated by Genetic Markers". Ecological Applications (The Ecological Society of America) 6 (2): 566–572. doi:10.2307/2269392. JSTOR 2269392. 
  14. ^ Colacion, Artem; Danee Querijero (2005-03-10). "Uriel's journey home — a Young pawikan's story in Boracay". The Philippine STAR. Diakses 2007-02-06. 
  15. ^ "Ocean Ambassadors - Philippine Turtle Islands". Coastal Resource & Fisheries Management of the Philippines. OneOcean.org. Diakses 2007-02-06. 
  16. ^ Hoover, John P. (2008). The Ultimate Guide to Hawaiian Reef Fishes, Sea Turtles, Dolphins, Whales, and Seals. Mutual Publishing. ISBN 978-1-56647-887-8. 
  17. ^ Loop, K. A.; J. D. Miller and C. J. Limpus (1995). "Nesting by the hawsbill turtle (Eretmochelys imbricata) on Milman Island, Great Barrier Reef, Australia". Wildlife Research (CSIRO Publishing) 22 (2): 241–251. doi:10.1071/WR9950241. Diakses 2007-02-21. 
  18. ^ Allen, ZC; N. J. Shah, A. Grant, G-D. Derand and D. Bell (April 2010). "Hawksbill turtle monitoring in Cousin Island". Endangered Species Research 11 (3): 195–200. doi:10.3354/esr00281. Diakses 23 April 2012. 
  19. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama SeychellesTurtles
  20. ^ Hitchins, P. M.; O. Bourquin and S. Hitchins (2004-04-27). "Nesting success of hawksbill turtles (Eretmochelys imbricata) on Cousine Island, Seychelles". Journal of Zoology (Cambridge University Press, The Zoological Society of London) 264 (2): 383–389. doi:10.1017/S0952836904005904. Diakses 2007-02-21. 
  21. ^ Gaos, Alexander; et al. (2010). "Signs of Hope in the Eastern Pacific: International collaboration reveals encouraging status of hawksbill turtles in the eastern Pacific". Oryx 44 (4): 595. doi:10.1017/S0030605310000773. 
  22. ^ Meylan, Anne (1988-01-22). "Spongivory in Hawksbill Turtles: A Diet of Glass". Science (American Association for the Advancement of Science) 239 (4838): 393–395. doi:10.1126/science.239.4838.393. JSTOR 1700236. PMID 17836872. 
  23. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama MarineBio
  24. ^ Edelman, Michael (2004). "Eretmochelys imbricata: Information". Animal Diversity Web. University of Michigan Museum of Zoology. Diakses 2007-02-04. 
  25. ^ "Atlantic Hawksbill Sea Turtle Fact Sheet". New York State Department of Environmental Conservation. Diakses 2009-06-10. 
  26. ^ Testudo imbricata Linnaeus, 1766 (TSN {{{ID}}}). Integrated Taxonomic Information System.
  27. ^ Eretmochelys Fitzinger, 1843 (TSN {{{ID}}}). Integrated Taxonomic Information System.
  28. ^ Eretmochelys imbricata squamata Agassiz, 1857 (TSN {{{ID}}}). Integrated Taxonomic Information System.
  29. ^ Eretmochelys imbricata bissa (Rüppell, 1835) (TSN {{{ID}}}). Integrated Taxonomic Information System.
  30. ^ Eretmochelys imbricata imbricata (Linnaeus, 1766) (TSN {{{ID}}}). Integrated Taxonomic Information System.
  31. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama CITES
  32. ^ a b Schafer, Edward H. (1962). "Eating Turtles in Ancient China". Journal of the American Oriental Society (American Oriental Society) 82 (1): 73–74. doi:10.2307/595986. JSTOR 595986. 
  33. ^ a b [1] STRP Hawksbill Sea Turtle
  34. ^ Strieker, Gary (2001-04-10). "Tortoiseshell ban threatens Japanese tradition". CNN.com/sci-tech (Cable News Network LP, LLLP.). Diakses 2007-03-02. 
  35. ^ Casson, Lionel (1982). "Periplus Maris Erythraei: Notes on the Text". The Journal of Hellenic Studies (The Society for the Promotion of Hellenic Studies) 102: 204–206. doi:10.2307/631139. JSTOR 631139. 
  36. ^ "Turtles of the Caribbean: the curse of illegal trade". Newsroom. World Wide Fund for Nature. 2006-10-01. Diakses 2007-02-27. 
  37. ^ Nellis, David W.; Vonnie Small (June 1983). "Mongoose Predation on Sea Turtle Eggs and Nests" (PDF). Biotropica (The Association for Tropical Biology and Conservation) 15 (2): 159–160. doi:10.2307/2387964. JSTOR 2387964. Diakses 2007-02-16. 
  38. ^ Groombridge, B. (1982). The IUCN Amphibia-Reptilia Red Data Book, Part 1: Testudines, Crocodylia, Rhynocehapalia. Gland, Switzerland: IUCN. 
  39. ^ IUCN Conservation Monitoring Centre (1986). 1986 IUCN Red List of Threatened Animals. Gland, Switzerland and Cambridge, UK: IUCN. ISBN 2-88032-605-2. 
  40. ^ IUCN Conservation Monitoring Centre (1988). 1988 IUCN Red List of Threatened Animals. Gland, Switzerland and Cambridge, UK: IUCN. 
  41. ^ IUCN (1990). 1990 IUCN Red List of Threatened Animals. Gland, Switzerland and Cambridge, UK.: IUCN. 
  42. ^ Groombridge, B. (1994). 1994 IUCN Red List of Threatened Animals. Gland, Switzerland: IUCN. ISBN 2-8317-0194-5. 
  43. ^ Endangered Species Act
  44. ^ recovery plans
  45. ^ "Species Profile: Hawksbill sea turtle (Eretmochelys imbricata)". USFWS Threatened and Endangered Species System (TESS). United States Fish and Wildlife Service. 1970-06-02. Diakses 2007-02-05. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]