Pembicaraan:Sekolah dasar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Brita tentang SMK Ayo Maju SMK!!!!!!! Usai Ujian,Pengawas Dicegat Terkirim April 24, 2008 oleh fajarwisnu Kategori: Pendidikan

KISRUH ujian nasional (UN) di Jember tahun lalu nyaris terulang. Ismayanto, guru SMK Berdikari Jember, dicegat segerombolan siswa SMKN 2 seusai UN hari kedua kemarin.

Sekitar pukul 10.30 WIB kemarin,Ismayanto yang bertugas mengawasi UN di SMKN 2,pulang dari sekolah di Tegal Gede,Kec Sumbersari, Jember itu,dengan naik becak. Tiba-tiba, segerombolan siswa SMKN 2 yang jumlahnya sekitar 30 anak, mendekat dan menyerempet becak yang dia naiki. Menurut informasi yang berhasil dihimpun,para siswa itu kecewa dengan pengawasan Ismayanto yang terlalu ketat, hingga mereka kesulitan menyontek saat ujian mata pelajaran matematika berlangsung antara pukul 08.00–10.30 WIB.

”Kami jengkel sekali dengan guru yang sok awas itu,” ujar salah seorang siswa SMKN Jember yang berhasil ditemui, namun enggan menyebutkan identitasnya itu kemarin. Menurut dia, sejumlah siswa sempat meminta Ismayanto turun dan menjungkirbalikkan becak yang dinaikinya.

Tidak terima dengan siswa SMKN 2 Jember yang memperlakukan gurunya dengan tidak hormat,siswa SMK Berdikari langsung balas dendam. Mereka ngeluruk siswa SMKN 2 di perempatan Jalan Mastrip,Kecamatan Sumbersari. Sempat terjadi baku hantam beberapa siswa dalam peristiwa itu.Untungnya, tidak ada siswa yang jadi korban cukup parah. Sebab, polisi patroli dari Polres Jember langsung melerai dan membubarkan bentrok dua siswa dari sekolah berbeda itu.

Sementara salah satu guru automotif SMKN 2 Jember Teguh Raharjo membenarkan, kalau guru pengawas Ismayanto menemui masalah dengan siswanya di Jalan Mastrip, sekitar 2 km dari SMKN 2. ”Saat itu ada sekitar 20 sepeda motor mendekati Ismayanto. Saya tidak tahu apa maksud siswa itu,” ujar Teguh. Meski demikian,ia tidak tahu kelanjutan peristiwa itu.Ia hanya memberikan alamat rumah Ismayanto di Jalan Gajah Mada,Kecamatan Kaliwates.

Teguh mengaku tidak mengetahui penyebab mengamuknya para siswa. Namun diduga,mereka tidak puas karena pengawasan ujian yang terlalu ketat. Saat dikonfirmasi di rumahnya di Jalan Gajah Mada, Ismayanto tidak berada di rumah. Sementara itu,Kepala Dinas Pendidikan Jember Achmad Sudiyono dan Kepala Bidang SMK/SMA I Wayan Wesa saling lempar saat dikonfirmasi kejadian itu.

”Masalah itu sudah selesai dan para guru, siswa,dan kepala sekolah, sudah dipertemukan. Sekarang tidak ada apa-apa,” timpal Achmad Sudiyono. Ismayanto mengawasi ujian di ruang 5 SMKN 2 saat ujian Matematika. Di SMKN 2 Jember tersebut ada 16 guru SMK Berdikari yang jadi pengawas dominan. Selain itu,ada empat guru pengawas dari SMK PGRI 2, ada sembilan guru SMK Pancasila Ambulu,sembilan guru SMK YP 17 Kencong, serta dua guru SMK Nurul Islam.

Siswa SD Kena Pungut UASBN

Terpisah,Ketua Forum Komunikasi Anak Bangsa (FKAB) Jember Suharyono mengaku menerima keluhan warga yang anaknya sekolah di SD Mangli 3.Dia menduga, pasca pertemuan Komite Sekolah dengan wali murid pada 16 April lalu, sekolah memungut biaya tambahan untuk ujian akhir siswa berstandar nasional (UASBN) SD sebesar Rp200.000 per siswa.

Berdasar pengakuan warganya, Suharyono mengatakan, SD Negeri Mangli 3 merinci kebutuhan biaya UASBN SD sebesar Rp6,5 juta. ”Setelah dibantu biaya operasional sekolah (BOS) sebesar Rp1 juta, kekurangan dibebankan kepada wali murid. Setelah dihitung, setiap orangtua siswa dibebani biaya Rp200.000. Pungutan ini membuktikan instruksi pemerintah pusat dan kabupaten tidak diindahkan sekolah. Mestinya, pemerintah menjamin UN bagi siswa SD,” kata Suharyono. (Sindo)

Comments: Be the first to comment Unair Luncurkan E-Paper untuk SMA Terkirim April 24, 2008 oleh fajarwisnu Kategori: Pendidikan

Surabaya- Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Rabu, meluncurkan e-paper bagi SMA se-Jawa Timur yang merupakan ajang penulisan karya ilmiah dan populer secara elektronik.

“E-paper yang pertama di Indonesia itu akan diresmikan pada peringatan Hari Pendidikan Nasional di auditorium Unair yang rencananya dihadiri presiden,” kata Direktur Sistem Informasi Unair, dr Dripa Sjabana M.Kes.

Didampingi Sekretaris Unair Dr drh Imam Mustofa M.Kes saat berbicara di hadapan 30 guru dari 30 SMA se-Jatim, ia mengatakan Unair adalah pelopor e-paper di Jawa Timur.

“E-paper bertujuan meningkatkan kemampuan membaca dan menulis di kalangan siswa SMA, karena minat baca anak SMA memang masih rendah, padahal minat baca yang tinggi akan berdampak kepada peningkatan kualitas penulisan dan penelitian,” katanya.

Untuk jangka pendek, katanya, e-paper hanya sebatas mendokumentasikan tulisan hasil penelitian dan karya ilmiah anak bangsa, namun kelak diharapkan dapat meningkatkan mutu lulusan dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Ditanya seorang guru tentang manfaat e-paper bagi sekolah, ia mengatakan e-paper dalam jangka panjang dapat digunakan media promosi bagi sekolah, terutama sekolah yang sulit berpromosi di media cetak.

“E-paper juga dapat dijadikan penilai kelulusan, misalnya dalam PMDK Prestasi ada guru yang kesulitan menentukan siswa yang masuk dalam peringkat lima besar karena nilainya sama, maka tulisan siswa dalam e-paper dapat dijadikan filter,” katanya. Keuntungan lain, katanya, e-paper dapat dilihat pada laman google.com atau laman lainnya, sehingga paper ilmiah dari para siswa SMA dapat diakses se-dunia.

“Bagi Unair sendiri, kami tidak ada keuntungan secara signifikan, karena program itu merupakan bagian dari Universitas Social Responsibility (USR) atau tanggungjawab sosial Unair kepada masyarakat. Kami hanya diuntungkan dengan image (citra),” katanya. (Republika Online)

Comments: 2 Komentar Guru Bantu Ajukan TF, 600 PTT Siap Serbu Dindik Terkirim April 24, 2008 oleh fajarwisnu Kategori: Pendidikan

SURABAYA – Kesabaran guru pegawai negeri tidak tetap (PTT) di Surabaya habis. Sikap Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya yang tetap menerima pengajuan tunjangan fungsional (TF) dari guru bantu, membuat mereka kebakaran jenggot.

Untuk itu, rencananya 600 PTT yang ada di Surabaya akan mendatangi Dindik Surabaya hari ini. Ketua Forum Guru dan Pegawai Honorer Instansi Pemerintah Joko Surono menuturkan, Dindik harusnya memperhatikan nasib PTT yang tersebar di sekolah-sekolah Surabaya. Gaji tiap bulan sebesar Rp200.000 yang diterima PTT, belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Kondisi itu jauh berbeda dengan gaji yang diterima para guru bantu yang tiap bulannya menerima gaji sebesar Rp730.000. ”Belum lagi tambahan honor bagi guru bantu. Eh, sekarang mereka (guru bantu) malah ingin mendapatkan TF.Bagaimana nasib PTT, kalau semua tunjangan diambil guru bantu,” ujar Joko kemarin. Kabag Tata Usaha Dindik Surabaya Bambang Sugijanto mengatakan, pihaknya tidak mempersoalkan semua guru nonpegawai negeri sipil (PNS) di Surabaya mengajukan TF.

Sebab, surat keputusan (SK) Dindik No 800 /1799/436.5.6/2008 tentang Tunjangan Fungsional Guru non-PNS 2008 memperbolehkan semua guru non-PNS mengajukan TF. ”Kami tetap berpatokan pada aturan itu.Apalagi, dalam aturannya semua guru non-PNS bisa mendapatkan TF, termasuk guru bantu, PTT, guru tidak tetap (GTT), dan guru tetap yayasan (PTY),”ungkapnya.

Kepala Dindik Surabaya Sahudi mengatakan,pihaknya tidak mempersoalkan semua guru mengajukan TF. Sebab, TF merupakan jatah bagi guru non-PNS yang ada di Surabaya.” Aturannya sudah jelas, ngapain juga kita keluar dari aturan itu. Silakan saja, kalau guru PTT tidak puas dengan aturan itu,” katanya. (Sindo)

Comments: Be the first to comment Sejumlah Pelanggaran Masih Terjadi Terkirim April 24, 2008 oleh fajarwisnu Kategori: Pendidikan Jakarta – Memasuki hari kedua pelaksanaan ujian nasional untuk SMA/SMK, Rabu (23/4), sejumlah pelanggaran masih terjadi. Di Solo, Jawa Tengah, misalnya, empat siswa sekolah menengah atas tertangkap basah sedang mengakses telepon selulernya saat UN.Empat siswa itu sedang membuka kiriman pesan singkat berisi sederet huruf dan angka yang diduga bocoran jawaban soal ujian nasional (UN). Tiga orang berasal dari sebuah SMA swasta dan seorang lagi dari SMA negeri. Anggota Tim Pemantau Independen UN Kota Solo, Taufiqurrahman, menuturkan, keempat ponsel diserahkan kepada pengawas setelah disita dari keempat siswa saat ujian mata pelajaran Bahasa Inggris dan Kimia.

Dari kedua ponsel itu terlihat kunci jawaban terkirim pukul 09.13 dan 09.22 saat ujian berlangsung. Pada ponsel lainnya kunci jawaban dikirim pukul 11.50. Ditemukan pula kiriman jawaban mata ujian Geografi pada salah satu ponsel.

Dua ponsel disita dari ruang yang sama saat mata ujian Kimia. ”Ponsel itu disembunyikan siswa di bagian tubuhnya yang privat,” ungkap Taufiqurrahman.

Seorang siswa sebuah SMK swasta, WS, mengungkapkan, sejak hari pertama dia sudah memanfaatkan kunci jawaban yang ditawarkan seseorang yang dikenal melalui seorang temannya. Kunci jawaban itu dijual Rp 100.000 untuk semua mata ujian. Jawaban diperoleh satu hari sebelum ujian berlangsung. Siswa menyalin ”kunci jawaban” itu ke potongan kertas atau tangan mereka.

”Uangnya dikumpulkan dari seluruh teman sekelas. Tapi, setelah kami cocokkan dengan beberapa soal yang kami kerjakan sendiri ternyata tidak cocok,” ujarnya.

Soal adanya kunci jawaban itu, tambahnya, sudah menyebar dari mulut ke mulut di hampir seluruh SMK di Kota Solo, baik negeri maupun swasta, sebelum UN tiba.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Solo Amsori mengatakan akan membentuk tim khusus untuk menemukan pelakunya. Pihaknya juga akan melibatkan Badan Pengawas Daerah dan kepolisian.

Kepala sekolah ditegur

Di Yogyakarta, Tim Pemantau Independen UN Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menegur kepala SMA swasta di Depok, Sleman, karena meminta waktu 10 menit pada awal ujian Bahasa Inggris untuk membaca soal listening comprehension terlebih dahulu.

Sesuai aturan, hal itu tak boleh dilakukan karena siswa harus membaca soal bersamaan dengan diputarnya kaset soal listening comprehension oleh pengawas. ”Karena belum terjadi, kami hanya melakukan pembinaan pada pihak sekolah. Selain tidak sesuai dengan aturan, cara-cara seperti itu juga merugikan siswa karena mengurangi waktu untuk mengerjakan soal,” ujar Wakil Koordinator Tim Pemantau Independen UN DIY Rochmat Wahab.

Secara umum, penyelenggaraan UN hari kedua lebih baik daripada hari pertama. Pengawas juga semakin meningkatkan pengawasan kepada peserta.

Di Jambi, Tim Pemantau Independen menyebarkan selebaran yang berisi ancaman sanksi bagi para pembocor soal-soal ujian nasional ke seluruh sekolah. Hal tersebut dilakukan agar siswa maupun sekolah lebih berhati-hati dalam melaksanakan UN.

”Ancamannya, UN bisa batal dan pelakunya bisa terjerat sanksi pidana,” ujar Ketua Tim Pemantau Independen Provinsi Jambi Kemas Arsyad Shomad, Rabu. Meski demikian, belum ditemukan kasus kebocoran soal. (KOMPAS)

Comments: Be the first to comment Tiga Hari Untuk Selamanya… Terkirim April 24, 2008 oleh fajarwisnu Kategori: Pendidikan

Isak tangis meledak begitu Ujian Nasional untuk mata pelajaran Matematika berakhir. ”Saya tidak bisa mengerjakan. Soal-soalnya sangat sulit dan waktunya mepet,” kata seorang siswa di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta.

Bukan cuma seorang siswa yang mengeluh demikian. Keluhan serupa dilontarkan sejumlah siswa lainnya yang baru saja mengerajakan soal Matematika pada hari pertama Ujian Nasional (UN), Selasa (22/4) lalu. Bahkan di Playen dan Patuk Gunung Kidul, terlihat sejumlah siswa yang bercucuran air mata saat perjalanan pulang ke rumah seusai UN. ”Saya takut tidak lulus,” kata seorang siswa SMA II Playen, sambil menyeka air mata yang membasahi pipinya.

Di Kediri, Jawa Timur, lain lagi ceritanya. Tiga siswa terpaksa mengikuti ujian nasional di balik jeruji besi. Dua siswa mengerjakan soal ujian di sel tahanan Lembaga Pemasyarakatan (LP) kelas II Kediri, dan satu siswa terpaksa mengerjakan soal ujian di sel tahanan Kepolisian Wilayah (Polwil) Kediri.

Siswa yang mengikuti ujian di dalam LP adalah YA siswa SMA swasta di Kediri yang tersangkut kasus tindak pidana pencurian dan Rd siswa SMA negeri Kota Kediri yang tersangkut kasus narkoba. Adapun siswa yang berada di dalam sel Polwil Kediri adalah Sy, tersangka kasus pembunuhan terhadap rekan sekolahnya.

Menyontek di WC

Di Pekanbaru Riau, selama ujian nasional berlangsung, mendadak WC menjadi tempat paling favorit bagi siswa untuk ”mencari inspirasi”.

Puluhan murid terlihat silih berganti masuk dan keluar tempat buang air itu. Ternyata teknik mencari inspirasi di WC itu sangat ampuh, karena di dinding WC sudah tersedia kunci jawaban soal yang diujikan pada hari itu.

Kunci jawaban di WC sekolah terlihat di dua SMA negeri dan sebuah SMK negeri. Di sebuah SMA negeri lainnya di Kabupaten Bengkalis, kunci jawaban berada di kantin sekolah. Kelakuan murid keluar masuk WC tidak mendapat teguran dari pengawas.

Di Kota Cilegon, Provinsi Banten, tujuh siswa tidak ikut ujian nasional karena menikah sebelum ujian berlangsung.

Menurut data yang terhimpun Dinas Pendidikan Kota Cilegon, pada hari pertama, terdapat 46 siswa yang tak mengikuti UN. Mereka terdiri dari 19 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), 23 siswa Sekolah Menengah Atas, dan 4 siswa Madrasah Aliyah.

Tujuh siswa diantaranya tidak mengikuti UN karena telanjur menikah sebelum waktu ujian tiba.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Eko Endang Koswara mengatakan, siswa tidak mengikuti UN bisa mengikuti ujian susulan dua pekan depan. Khusus untuk para siswa yang telanjur menikah, diberi kesempatan untuk mengikuti UN tahun depan. ”Selain itu, mereka juga bisa mengikuti ujian persamaan Paket C yang juga diselenggarakan pemerintah,” ujarnya.

Listrik padam

Di Samarinda Kalimantan Timur, ketenangan ujian nasional terganggu gara-gara listrik padam. Soal listrik padam, memang sudah lumrah di provinsi kaya minyak, emas dan batu bara ini.

”Namun listrik padam saat ujian nasional, benar-benar snagat disesalkan. Kami sudah minta pada PLN agar tidak ada pemadama listrik saat UN berlangsung. Nyatanya padam juga,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda, Mugni Badaruddin.

Langkah sejumlah sekolah yang menyalakan genset, justru menganggu konsentrasi siswa. ”Suaranya bising,” kata I Gusti Bagus Eri, siswa Kelas 3 Teknologi Informasi SMK Negeri 1 Samarinda. Namun siswa tak punya pilihan karena mengerjakan soal-soal ujian di kegelapan ruangan juga sangat menyulitkan.

Di SMK Kelompok Teknologi dan Industri (PU) Bandung, siswa juga terganggu oleh aksi unjuk rasa yang dilakukan pendukung masa yang kalah dalam pemilihan Gubernur Jawa Barat. Kebeutulan sekolah tersebut berdekatan dengan Kantor Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat. ”Untung siswa-siswa bisa mengerjakannya dengan baik,” kata Kepala SMK PU, Hidayat.

Di SMA 66 Pondok Labu, Jakarta, lain lagi ceritanya. Semangat siswa-siswa tunanetra untuk mengikuti ujian nasional, patut diacungi jempol. Meski indera mereka terbatas, namun mereka serius mengerajakan soal.

Dalam ujian nasional matematika, misalnya, mereka menjalani ujian di ruangan terpisah dari siswa lainnya. Meskipun soal UN sudah diterjemahkan ke huruf braille, sekolah menyediakan guru yang bertugas melingkari lembar jawaban UN, guru yang siap membacakan soal jika diminta, serta guru pengawas.

”Meskipun indera kami terbatas, tetapi kami juga ingin sukses seperti siswa lain,” kata Arief, seorang siswa tunanetra yang mengikuti UN di SMAN 66 Pondok Labu, Jakarta.

Siswa tunanetra ini merupakan bagian dari 1,31 juta siswa SMA yang mengikuti UN tahun 2008. Selain itu ada pula 732.830 siswa SMK dan 950 siswa SMA Luar Biasa yang mengikuti UN.

Sebagian siswa yang mengikuti UN, ada pula yang sudah mendaftar dan membayar uang masuk perguruan tinggi. Seperti Rizki, siswa sebuah SMA di jakarta, dia sudah lolos seleksi dan membayar uang masuk sebuah perguruan tinggi swasta favorit di Jakarta sebesar Rp 28 juta.”Kalau tidak lulus UN, uang pendaftaran diipotong Rp 5 juta,” ujarnya.

Karena resiko ini, siswa umumnya belajar mati-matian untuk lulus UN. Belajar tiga tahun, ditentukan oleh UN yang tiga hari. ”Tiga hari untuk selamanya” kata seorang siswa. Mirip film yang dibintangi Nicholas Saputra saja… (KOMPAS)

Comments: Be the first to comment Hari Pertama UN Kacau Terkirim April 23, 2008 oleh fajarwisnu Kategori: Pendidikan

SURABAYA (SINDO) – Kacau. Pelaksanaan ujian nasional (UN) SMA hari pertama diwarnai pelanggaran. Dari pantauan SINDO di beberapa sekolah di Surabaya, masih terlihat siswa membawa ponsel dan soal dibagikan terlambat.

Seperti di SMA Dr Soetomo Surabaya. Meski sudah ada di dalam kelas, beberapa siswa masih asyik memencet tombol ponsel. Padahal dalam aturan UN, ponsel tidak boleh masuk dalam kelas. Kendati aturan UN sudah disosialisasikan jauh-jauh hari,pengawas masih teledor dalam melakukan pantauan terhadap siswa. Seperti yang terjadi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Surabaya.

Pengawas membiarkan peserta UN keluar masuk kamar mandi tanpa pengawalan. Ada juga peserta UN yang terlambat mendapatkan pembagian soal. Itu terjadi pada peserta UN di RS Adi Husada Undaan Surabaya.Mereka baru mendapatkan soal ketika jammenunjukkanpukul08.15 WIB.Padahal,UN seharusnya dimulai pukul 08.00 WIB. Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya Sahudi menuturkan, kesalahan-kesalahan kecil seperti itu kerap terjadi pada momen UN.

Tidak semua pengawas maupun panitia UN di sekolah memahami peraturan secara sempurna. ”Para pengawas bisa saja lupa atau tidak konsentrasi. Itu sudah wajar terjadi pada manusia. Apalagi, kondisi pengawas dan siswa samasama tegang menghadapi UN tahun ini,” ujar Sahudi ditemui dalam inspeksi mendadak (sidak) di SMAN 17 Surabaya kemarin.

Ketika Sidak, Dindik juga menemukan beberapa pengawas terlambat hadir di ruang ujian. Harusnya pengawas ada di lokasi UN 30 menit sebelum UN dimulai.Namun Sahudi menyatakan, bisa memahami itu. Cuaca dia jadikan pembenaran. Kebetulan, hari pertama UN kemarin didahului hujan deras sejak pukul 06.00 WIB. ”Meskipun sedikit terlambat, merekatidaksampaimelebihi pukul08.00 WIB.Jadi,bisakita maklumi,”ungkapnya.

Kepala SMAN 17 Surabaya I Made Kartika mengatakan, 244 siswanya ikut UN tahun ini. Untungnya sekolah memberikan peringatan, siswa harus ada di sekolah sejak pukul 07.30 WIB. Hasilnya, meski hujan deras,siswa tidak terlambat. Selain siswa dari SMAN 17, pihaknya juga jadi tuan rumah bagi peserta UN dari 22 siswa SMA Jiwanala.“Mereka dapat kami tempatkan di ruang yang berbeda. Jadi, tidak ada masalah dengan ruang ujian,”ungkapnya.

Kepala SMK PGRI 1 Surabaya Agus Basuki menambahkan, ada satu siswa di SMK PGRI 1 mengundurkan diri tanpa keterangan jelas. Alhasil, pihak sekolah tidak memberikan kesempatan ujian susulan karena tidak ada keterangan pasti alasan tidak hadir. Untuk itu, jumlah peserta UN dari SMK PGRI 1 yang tadinya 241 hanya diikuti 239 siswa.

“Ada satu siswa kami yang sakit. Jadi, tidak bisa ikut UN kali ini, nanti ia cukup mengikuti ujian susulan,” terangnya. Sementara Ketua Subrayon 6 UN Suparta menuturkan, keterlambatan pembagian naskah yang terjadi pada dua siswa SMA Kr Pringadi dan SMA IMKA murni kesalahan teknis.Alasannya, naskah kedua siswa ada di sekolah masing-masing.Sementara itu, cadangan naskah bagi SMA IMKA dan SMA Kr Pringadi tidak ada.

”Jadi, pengawas butuh waktu membuka naskah dan mencarinya di sekolah.besok (hari ini) panitia UN di RS Adi Husada Undaan akan kami serahkan langsung ke Dindik Surabaya. Agar tidak ada hambatan,” ungkap Kepala SMAN 6 Surabaya ini. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Jatim Rasiyo mengatakan, keterlambatan pemberian soal di salah satu sekolah Surabaya membuat dia kecewa. Pasalnya,kejadian seperti itu harusnya bisa dihindari.

Pasalnya, setiap subrayon maupun sekolah pasti memiliki soal cadangan. Biasanya, soal cadangan ada di amplop kecil yang disediakan panitia.Harusnya tiap pengawas maupun sekolah tahu informasi seperti ini. Setelah terjadi keterlambatan pembagian soal, pengawas bisa memulai membuka soal sebelumjamyangditentukan.

Soal UN Telat, Siswa Panik

Di Jombang,hari pertama pelaksanaan UN SMA dan MA diwarnai kekurangan soal. Beberapa siswa yang tidak kebagian panik.

Soal yang kurang adalah soal Bahasa Indonesia. Ini terjadi di MAN Bahrul Ulum Jombang. Sepuluh siswa terpaksa merelakan siswa lainnya mengerjakan soal lebih dulu.Mereka harus menunggu datangnya soal tambahan. Kekurangan soal di ruang 5 MAN Bahrul Ulum ini diketahui ketika semua soal sudah dibagikan ke masing-masing ruangan.

Sepuluh siswa di ruang 5 tak kunjung mendapatkan naskah.Mereka bingung. Apalagi, setelah dicek, ternyata tak ada jatah soal untuk mereka. Sairin Minartuti,salah satu siswa yang terlambat mendapatkan soal, mengaku takut takluluskarenaterlambatmengerjakan soal.”Hampir satu jam saya ketinggalan mengerjakan soal. Siapa yang tak takut,’’ kata Sairin. Karena itu, dia dan sembilan siswa lainnya yang senasib minta tambahan waktu. Jika tidak,ia akan menyalahkan Dinas Pendidikan (Dindik) yang bertanggung jawab atas gawe tahunan itu.

”Kami akan menuntut Dindik jika tak diberikan waktu tambahan,’’ tukasnya. Sementara menurut Kepala MA Bahrul Ulum Mohammad Fadrullah, sejak soal diambil dari polsek setempat, memang tak ada jatah untuk ruang 5.‘’Sejak awal, soal untuk ruang 5 ini memang tak ada,’’ katanya. Sebagai konsekuensi keterlambatan, sepuluh dari 79 siswa tersebut terpaksa mengerjakan soal tak berbarengan. Bahrul menyayangkan kejadian ini. Menurutnya, muridlah yang dirugikan atas keterlambatan soal itu. ”Jujur saja, sepuluh siswa ini sebelumnya panik,”ujarnya.

Kepala Dindik Jombang Setyo Dharmoko mengatakan, kebijakan penambahan waktu untuk siswa yang ter- lambat mendapatkan soal itu adalah kebijakan Dindik sendiri. Pasalnya secara nasional, tidak ada aturan yang menyebutkan penambahan waktu. Di Kabupaten Lamongan, kekurangan materi juga terjadi. Kekurangan itu diketahui ketika Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Rofi Munawar melakukan sidak ke tiga sekolah di Lamongan.Misalnya, soal dalam amplop bersegel harusnya berisi 20, tapi hanya 19. SMA Negeri 1 saja harus memfotokopi sendiri kekurangan soal dengan pengawalan polisi.

Lebih Jelek dari Tahun Lalu

Di Gresik, TPI setempat menilai pelaksanaan UN SMA sederajat tahun ini lebih buruk dibandingkan tahun lalu. Di hari pertama pelaksanaan kemarin, banyak ditemukan kesalahan, baik dari panitia lokal maupun provinsi.

Menurut data yang dihimpun TPI Gresik,ada dua kesalahan fatal yang dapat mempengaruhi hasil UN.Kesalahan itu banyak ditemukan lembar jawaban UN (LJUN) yang rusak. Selain itu, di MA Muhammadiyah 2 Banyutengah, Kec Panceng, ada yang satu ruang materi soalnya sama.

Padahal, materi seharusnya silang alias tidak boleh sama. Ketua Pelaksana TPI Kabupaten Gresik Eko Budi Leksono mengungkapkan, yang paling parah adalah temuan LJUN rusak.Hampir semua LJUN di semua subrayon yang ditempati untuk pelaksanaan UN SMA di Kabupaten Gresik, jelek.Paling banyak ditemukan di Kecamatan Gresik. ”Di SMA Negeri 1 Gresik ditemukan 12 LJUN rusak.SMA NU 1 ada satu, SMK Semen Gresik satu.

Di kecamatan lain pun ditemukan hal yang sama. Misalnya, di SMA Assaadah Bungah,Sedayu,dan Panceng, juga banyak ditemukan LJUN yang rusak,”beber dosen Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) itu. Kualitas kertas LJUN pun jelek.Banyak LJUN yang berlubang setelah peserta menggosok jawaban yang akan diganti. Padahal, penghapus yang digunakan sesuai yang disyaratkan dalam UN. Itu terjadi menjelang akhir ujian.

Eko juga menemukan kesalahan panitia lokal, dalam hal ini Dinas P dan K Gresik. Berdasar laporan relawan TPI,di MA Muhammadiyah 2 Banyutengah,satu ruang materi soalnya sama.Padahal seharusnya, materi soal silang. Kepala Dinas P dan K Gresik Chusaini Mustas mengakui kalau banyak LJUN di beberapa subrayon yang rusak. Namun, itu murni kesalahan panitia provinsi. Mengenai masalah di MA Muhammadiyah 2 Banyutengah yang satu ruang materi soalnya sama,dia malah mengaku tidak tahu.

Siapkan Program Kejar Paket C

Sementara di Kota Batu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( P dan K) menyiapkan program khusus untuk para peserta UN yang tidak lolos ujian.

Kepala Dinas P dan K Kota Batu Mistin menyatakan, pihaknya sudah menyusun program Kelompok Belajar (Kejar) Paket C sebagai jalan terakhir, agar seluruh siswa di Kota Batu bisa tamat sekolah tahun ini.”Target kami tahun ini bisa lulus 98%. Jika mbleset, tidak ada jalan lain.Mereka yang tidak lolos UN,wajib mengikuti program Kejar Paket C yang kita mulai sekitar awal Juni,” tegas Mistin saat melakukan sidak ke SMAN 2 Kota Batu. (Sindo)

Comments: Be the first to comment Belum Bayar SPP, Takut Ikut Ujian Terkirim April 23, 2008 oleh fajarwisnu Kategori: Pendidikan

SELAIN diwarnai berbagai macam kekacauan, pelaksanaan UN hari pertama kemarin juga diramaikan berbagai rona-rona tingkah laku siswa maupun panitia penyelenggara.

Di Bangkalan,Madura,seorang siswi takut ikut UN gara-gara belum membayar SPP selama dua bulan.Besarnya biaya SPP itu Rp80.000. Siswi itu bernama Endang, pelajar kelas XII SMAN 2 Bangkalan. Kemarin pagi, tiba-tiba Endang mogok, tak mau berangkat sekolah. Orangtuanya pun bingung dan datang ke sekolah untuk menanyakan masalah apa yang dihadapi anaknya di sekolah. Di situlah terkuak, kalau Endang belum membayar SPP.

Sebenarnya, sekolah tidak mempermasalahkannya. Mungkin karena malu, Endang enggan berangkat. Gadis muda itu sendiri baru mau ke sekolah setelah dijemput dan dibujuk oleh salah satu guru.”Saya sempat bingung, kenapa anak saya tidakikutUN. Barusetelahditanya ke sekolah,ternyata tidak bayar SPP,”ujar Hj Hasimah, ibu Endang,kemarin. Hasimah sendiri mengaku, dia tidak pernah tahu kalau anaknya bermasalah dengan SPP.

Endang sendiri tidak pernah mengeluhkan itu.Memang,beberapa waktu lalu dia mengaku mendengar suaminya akan melunasi SPP yang belum terbayar.Dia pikir sudah tidak ada masalah. Seandainya Endang jujur dan berterus terang, Hasimah mengaku akan memberi uang SPP.

Kalau pun tidak ada uang, dia akan mencari pinjaman. ”Kalau dia jujur dan belum di kasih uang SPP, pasti saya beri,”tegasnya. Sementara itu, Endang mengatakan,dia memang belum membayar SPP selama dua bulan, yakni Maret dan Apri Setiap bulan dia harus membayar Rp40.000.

Meski kemarin datang terlambat sekitar 30 menit karena takut, dia mengaku bisa menyelesaikan soal tepat waktu. ”Alhamdulillah, semua soal Bahasa Indonesia yang berjumlah 50 bisa saya selesaikan,”ujarnya. Sementara Kepala SMAN 2 Bangkalan Abd Muiz mengatakan, dalam UN ini pihaknya sama sekali tidak memungut biaya sepeser pun kepada anak didiknya.Sebelum UN berlangsung,seluruh kartu peserta sudah dibagikan agar semua bisa mengikuti.

”Kalau masalah pembayaran bisa dibicarakan setelah UN berlangsung.Namun yang paling penting sekarang, semua peserta harus ikut UN dulu,” katanya.Terpisah, Wakil Bupati Bang-kalan KH M Syafik Rofii melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa sekolah dan mengatakan tidak bisa masuk ke dalam kelas menyaksikan langsung ujian. Dia dan pejabat lain yang melakukan sidak hanya bisa mengintip dari luar kelas.”Saya lihat dari luar, para peserta UN tampak serius dalam mengerjakan soal. Harapan saya, agar di Bangkalan peserta UN lulus 100%,”ujarnya.

Berbagai Alasan Halangi Ikut UN

Di Jember, sekitar 114 siswa SMA dan sederajat mengundurkan diri saat akan mengikuti UN yang dimulai serentak kemarin. Menurut data Dinas Pendidikan Jember, siswa yang mundur tersebut adalah 36 siswa SMA/MA 68 siswa SMK.

Kepala Dinas Pendidikan Jember Achmad Sudiyono mengatakan, selain ada yang mengundurkan diri, juga terdapat sembilan siswa SMA/MA absen karena sakit dan tiga orang mengirimkan izin.Sementara seorang siswa SMK tidak memberi keterangan. ”Ada peningkatan jumlah siswa yang mengundurkan diri dibanding tahun sebelumnya. Namun,jumlah itu masih kecil dibandingkan siswa keseluruhan yang ikut ujian,” kata Achmad Sudiyono kemarin.

Ia menambahkan, alasan siswa mengundurkan diri bermacam-macam. Di antaranya, mendapat pekerjaan atau karena sudah menikah. Meski demikian, ia memastikan tidak ada siswa yang mundur karena kendala ekonomi atau kurang mampu. Jika ada siswa yang sakit dan izin, tetap diberi kesempatan mengikuti ujian susulan.” Makanya, tidak ada satu pun siswa yang ikut ujian di rumah sakit,”imbuhnya.

Sementara anggota Komisi D DPRD Jember Sanusi Fadillah Muchtar mengatakan, pihaknya menemukan peringatan bernada provokatif tertempel di dinding di salah satu SMAN. Itu diketahuinya saat melakukan sidak. Peringatan itu berbunyi ”Siswa yang sering masuk toilet patut dicurigai”. Peringatan itu dianggap menambah beban psikologis siswa.

”Kami meminta agar slogan provokatif itu dihindari,” kata Sanusi. Dia minta agar sekolah memberi kenyamanan kepada siswa. Jika siswa tertekan, kemampuan intelektual dan emosional turun. Sementara di Gresik, sekitar 11 siswa tidak bisa mengikuti UN karena dropout (DO).Menurut Kepala Dinas P dan K Kabupaten Gresik Chusaini Mastas, beberapa siswa itu DO karena menikah. Di antaranya, seorang siswa SMAN Sidayu dan satu siswa SMA Kanjeng Sepuh Sidayu.

Sementara yang DO karena alasan lain,yakni dua siswa MAN 1 Bungah, satu MA Mambauh Hisan Sidayu, dan satu dari MA Daruttagwa Manyar. Sementara itu, satu siswa MA Raden Paku Wringinanom meninggal dunia. Sedang, SMK ada empat siswa DO, yaitu masing-masing dari SMK Taruna Jaya,SMK Semen Gresik,SMK Al-Azhar, dan SMK Yasmu Manyar.

167 Siswa Tidak Hadir

Di Surabaya, tercatat 167 siswa tidak hadir dalam UN. Kebanyakan mereka tidak datang tanpa alasan jelas. Di SMK,dari 11.377 peserta UN yang terdata,107 siswa tidak hadir tanpa surat izin.

Kebanyakan siswa itu memutuskan tidak melanjutkan studi ketika memasuki kelas XII. Sedangkan delapan siswa sakit. Kabid Pendidikan Menengah Umum (Dikmenum) Dindik Surabaya Ruddy Winarko mengatakan,siswa yang tidak mengikuti UN karena alasan yang tidak jelas, tidak bisa mengikuti ujian susulan. Tapi siswa yang berhalangan karena sakit dan izin, bisa mengikuti ujian susulan yang digelar pekan depan.

Sementara itu, di wilayah hukum Polwiltabes Surabaya, ada enam siswa yang terpaksa menempuh ujian di kantor polisi.Mereka adalah, dua siswa dari SMUN 3 yang mengerjakan soal di Polsek Kenjeran,dua siswa dari SMA PGRI 28 di Polresta Surabaya Timur, di Polsek Porong ada seorang siswa SMAN 1 Krembung, di Polsek Waru ada satu siswa SMA Wahid Hasim,dan seroang siswa SMA Bhayangkari yang menempuh UN di Polwiltabes Surabaya karena kasus narkoba.

Pelaksaan UN di Polwiltabes Surabaya berjalan tertib. Soal yang dibawa dua orang pengawas datang sebelum pukul 08.00 WIB,sehingga pelaksanaan UN bisa dilakukan seperti jadwal. (Sindo)

Comments: Be the first to comment Guru Rebutan Tunjangan Terkirim April 23, 2008 oleh fajarwisnu Kategori: Pendidikan

SURABAYA – Pemberian tunjangan fungsional (TF) yang diperuntukkan bagi guru swasta, guru tidak tetap (GTT), dan guru tetap yayasan (GTY), membuat kepincut guru bantu.

Sebanyak 1.300 guru bantu di Surabaya berbondong-bondong mengubah status menjadi GTY supaya mendapatkan TF. Ketua Forum Guru dan Pegawai Honorer Instansi Pemerintah Joko Surono menuturkan, TF sebesar Rp250.000 tiap bulan harusnya menjadi hak guru swasta,GTY,dan GTT. ”Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya harus jeli melihat pengajuan TF.Guru bantu sekarang bermain nakal,mereka mengubah status dirinya menjadi GTY.

Dengan perubahan status itu,mereka memperoleh kesempatan mendapatkan TF,”ujar Joko kemarin. Parahnya, praktik perubahan status dari guru bantu menjadi GTY dilakukan secara terang-terangan. Seperti yangdilakukan AkhmadZaini dan Sunardi,keduanya merupakan guru bantu di SD Muhammadiyah 16 Surabaya. Sementara itu, Akhmad Zaini ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya hanya berusaha mengajukan TF.

“Kalau diterima pengajuan TF bersyukur, kalau tidak, bagi saya tidak jadi persoalan,” tegasnya.Kepala Bagian Tata Usaha Dindik Surabaya Bambang Sugijanto mengatakan, dalam aturannya, tidak melarang kalau semua guru mengajukan TF. (Sindo)

Comments: Be the first to comment Target Kelulusan Tinggi Terkirim April 23, 2008 oleh fajarwisnu Kategori: Pendidikan

Samarinda – Sejumlah daerah menargetkan kelulusan cukup tinggi untuk ujian nasional tingkat SMA/SMK dan sederajat. Penambahan mata pelajaran yang diujikan menjadi enam bukan alasan untuk menurunkan persentase tingkat kelulusan siswa.

Di Samarinda, Kalimantan Timur, misalnya, Kepala Dinas Pendidikan Samarinda Mugni menargetkan kelulusan 98,5 persen. Artinya, hanya 159 dari 7.977 siswa SMA/SMK peserta ujian nasional yang ditoleransi tak lulus.

Mugni mengancam memutasi kepala sekolah SMA/SMK negeri yang tak berhasil melebihi target kelulusan siswa 75 persen. ”Jika yang lulus cuma 75 persen, artinya kepala sekolah tak bekerja,” ujarnya.

Di Kalimantan Barat, Kepala Dinas Pendidikan Kalbar Ngatman menargetkan angka kelulusan 2007 sebesar 77,73 persen, sedangkan tahun 2008 dinaikkan menjadi 80 persen. Meski demikian, dia menekankan target itu harus dicapai secara jujur. ”Target itu sangat rasional dan tidak terlalu muluk,” ujarnya.

Tahun ini ada 32.267 siswa SMA/SMK/MA se-Kalimantan Barat yang mengikuti ujian nasional.

Wali Kota Batam Ahmad Dahlan secara terpisah mengatakan, penambahan mata pelajaran yang diujikan menjadi enam cukup memberatkan siswa dan guru. Karena itu, target kelulusan cukup konservatif, yakni 80 persen dari jumlah peserta.

Di Jakarta, Kepala Seksi Kesiswaan Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi DKI Jakarta Budianto mengatakan tidak mematok secara khusus target kelulusan siswa, tetapi tahun lalu persentase kelulusan SMA negeri di Jakarta 98 persen dan swasta 92 persen.

Tinjau Garut

Sementara itu, pada hari pertama ujian nasional bagi siswa SMA kemarin, Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah sekolah di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Garut dipilih karena nilai hasil ujian nasional Garut tahun lalu termasuk yang tertinggi di Jawa Barat. Selain itu, di Garut juga pernah terjadi kasus kecurangan sehingga harus ada perhatian khusus terhadap pelaksanaan ujian nasional di Garut. Pada kesempatan itu Mendiknas menemukan beberapa pelanggaran prosedur standar pelaksanaan ujian nasional.

”UN ini mahal. Selain untuk mengukur tingkat kemampuan siswa, ada aspek kejujuran di dalamnya sehingga UN tetap kita laksanakan,” tutur Mendiknas. (Kompas)

Comments: Be the first to comment Kunci Jawaban via SMS Beredar di Hari Pertama UN Terkirim April 23, 2008 oleh fajarwisnu Kategori: Pendidikan

JAKARTA – Pelaksanaan ujian nasional (UN) SMA/MA/SMK/ SMALB hari pertama kemarin dikejutkan dengan beredarnya kunci jawaban soal melalui pesan singkat (SMS) di sejumlah tempat.

Meski tidak sampai pada tahap serius, beredarnya SMS yang tidak jelas asalusulnya itu cukup meresahkan siswa dan guru. Di samping peredaran kunci jawaban itu, dilaporkan pula adanya kebocoran dan kecurangan di sejumlah daerah.Namun,secara umum pelaksanaan UN hari pertama kemarin berlangsung relatif lancar.

”Sampai sejauh ini pelaksanaannya bisa dibilang berjalan lancar sesuai SOP (standar operasional prosedur).Tidak ada yang mengkhawatirkan,” kata anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Divisi PengaduanYunanYusuf ketika dihubungi SINDO kemarin.

Namun,Yunan yang sedang bertugas mengawasi UN di Papua ini meminta siswa tetap waspada terhadap praktik-praktik tercela pihak-pihak yang sekadar mengambil keuntungan dari penyelenggaraan UN. ”Kemungkinan itu masih terbuka lebar,” tandasnya.

Kemungkinan tersebut di antaranya menawarkan bocoran soal baik lewat kertas jawaban maupun SMS atau melakukan praktik joki. Dia mengimbau siswa tidak tergoda bujuk rayu yang dilancarkan oknum tidak bertanggung jawab tersebut. Imbauan tersebut memang terbukti.

Di Kota Depok, Jawa Barat, misalnya, kunci jawaban melalui SMS di ponsel beredar di sejumlah sekolah. Salah seorang siswa SMAN 5 Sawangan mengaku ditawari kunci jawaban melalui SMS oleh teman sekelasnya pada pukul 05.00 WIB kemarin. ”Sebelum ujian berlangsung, saya bayar kunci jawaban itu kepada teman seharga Rp50.000,”ujar siswa jurusan IPA.

Dia menambahkan, uang Rp50.000 tersebut untuk membeli dua kunci jawaban mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Untuk mata pelajaran lain harganya sama. Kunci jawaban via SMS tersebut tidak hanya beredar di SMAN 5.Sejumlah siswa di beberapa sekolah di Depok juga tahu beredarnya kunci jawaban itu.

Pengakuan senada juga dikatakan Fauzan––bukan nama sebenarnya.Menurut siswa jurusan IPS ini, sehari sebelum UN, dia dan beberapa temannya ditawari siswa kelas lain kunci jawaban. ”Isengiseng berhadiah.Kalau jawabannya bener beruntung,kalau salah, ya nggak apa-apa,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Etty Suryahati mengakui terjadinya beredarnya kunci jawaban via SMS tersebut. Namun, dia memastikan kunci jawaban itu belum tentu benar.Untuk itu, dia meminta siswa tidak cepat percaya terhadap kunci jawaban tersebut. Kunci jawaban UN via SMS juga menggemparkan siswa SMA se-Bandung Raya.

Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, SMS itu telah beredar sejak pukul 05.00 WIB. Kunci jawaban itu tersusun rapi dan mudah diingat. Beredarnya kunci jawaban lewat SMS ini dibenarkan Kepala Subdin Bina Program Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dedi Sutardi.

”Saya sangat menyayangkan, karena bagaimanapun, para siswalah yang akan dirugikan. Terlepas benar atau tidaknya kunci jawaban itu, kami memang belum mendapatkan bukti SMS itu. Kalau itu memang ada, saya sangat menyesalkan,” kata Dedi kepada SINDO.

Peserta UN SMA kemarin melaksanakan ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika, sedangkan hari ini materi ujian adalah Bahasa Inggris, Kimia (untuk program IPA),Geografi (program IPS) ,dan Sastra Indonesia (untuk program Bahasa).UN SMA dan sederajat akan dilaksanakan hingga Kamis (24/4).

Meski terbilang lancar,Yunan mendapatkan laporan dari seorang wartawan bahwa terdapat 50 siswa sebuah SMA di Medan, Sumatera Utara yang tidak mendapatkan soal UN.Kejadian tersebut hingga kini masih diselidiki mengapa hal itu terjadi. Dia memprediksi kejadian tersebut terjadi akibat pihak sekolah yang tidak mendaftarkan siswa tersebut ke dinas pendidikan setempat.

Karena itu,pihak BSNP tidak memberikan nomor peserta kepada 50 siswa tersebut. ”Tetapi itu masih kemungkinan nanti kita telusuri. Lima puluh siswa tersebut kalau dimungkinkan bisa ikut ujian susulan atau ikut ujian tahun depan.Pokoknya akan kita ambil solusi terbaik agar tidak merugikan mereka,” ujarnya.

Disinggung masih banyaknya laporan kecurangan dari daerah, BSNP akan menindaklanjuti laporan tersebut. Apabila terbukti, pelakunya pasti segera ditindak.”Kalau ada pelanggaran yang melibatkan dinas pendidikan, tentunya Irjen (Inspektorat Jenderal/Irjen) akan turun tangan.

Kalau ke arah kriminal, pasti akan kita adukan ke polisi,”tegasnya. Inspektur III Irjen Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Marhusa Panjaitan yang melakukan pemantauan di wilayah III,yaitu Papua, Gorontalo, Sumatera Barat, dan DKI Jakarta mengatakan sampai saat ini belum ada laporan kebocoran ataupun kecurangan UN.

”Saya sudah menelepon tim pengawas dan sejumlah pejabat terkait, tetapi memang tidak ditemukan hal-hal yang mengganggu. Semoga saja seperti ini terus,”katanya. Dia mengatakan semua pihak harus mengedepankan kepentingan siswa sehingga kegiatan-kegiatan yang menjurus pada pelanggaran tidak akan terjadi.”Kasihan siswa. Saya harap semua bisa sadar akan hal itu,”tuturnya.

Laporan Kebocoran

Sementara itu, menurut pemantauan SINDO, pelaksanaan UN di DKI Jakarta terbilang lancar, meski pagi hari sebelum pelaksanaan, UN sempat diwarnai laporan bahwa di SMU 70 Bulungan, Jakarta Selatan ditemukan sejumlah bocoran soal. Namun, pihak Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan BSNP yang mengecek langsung ke sekolah tersebut menemukan bahwa hal itu hanya bohong belaka.

”Ah, nggak ada itu. Itu cuma orang iseng yang memanfaatkan momen,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi DKI Jakarta Margani M Mustar saat meninjau pelaksanaan UN di SMAN 39 Cijantung, JakartaTimur,kemarin. Margani menambahkan, momentum UN ini sering dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Karena itu, dia mengimbau jangan percaya bila ada yang memperjualbelikan soal UN. Mengenai masalah joki, Margani mengatakan hal itu dapat diatasi dengan melihat kartu identitas UN.”Kanada fotonya. Joki itu buat three in one sajalah, jangan buat ujian,” selorohnya.

Peserta UN SMA/SMK/ SMALB/MA untuk wilayah DKI Jakarta berjumlah 61.198 siswa dari 1.065 sekolah tingkat SMA, yakni SMA 453 sekolah, SMK 537 sekolah, SMALB 5 sekolah,dan 70 sekolah MA. Ketua Tim Pengawas Independen DKI Jakarta Bedjo Sujanto mengatakan, orang yang memberikan laporan palsu bisa ditindak sesuai amanat Mendiknas.

Namun, hal itu akan didiskusikan terlebih dahulu apakah keisengannya tersebut berakibat fatal. ”Kalau tidak mengganggu ujian ya tidak apa-apa,” ujar ketika dihubungi SINDO kemarin. Menurut Rektor Universitas Negeri Jakarta ini, lancarnya penyelenggaraan UN di DKI selain akibat sosialisasi dari pemerintah,juga kesadaran para pendidik yang sudah tinggi.Akibatnya, halhal yang tidak diinginkan pun tidak terjadi.

Wakil Koordinator Education Forum Yanti Sriyulianti mengatakan banyaknya praktik kecurangan pelaksanaan UN memang wajar dan sudah menjadi rahasia umum. Hal itu akibat ukuran keberhasilan sebuah satuan pendidikan dilihat dari jumlah kelulusan siswa dalam UN.

”Karena itu,mereka tidak mau kehilangan muka dan mempertahankan imejnya agar tidak malu kalau jumlah kelulusan UN-nya rendah, sehingga mereka rela melakukan apa saja,” tuturnya. (Sindo)

Comments: 2 Komentar « Entri Lama Entri Lebih Baru » Artikel Terbaru

   * Anggaran Pendidikan Ditinjau Ulang
   * Pemerintah Tertibkan Sekolah Internasional
   * Polisi Siap Amankan Pelaksanaan UN
   * Polisi Siap Amankan Pelaksanaan UN
   * Polisi Siap Amankan Pelaksanaan UN

Komentar Terakhir shinta on Lulus Sekolah Digaji Rp 30 Jut… nanda on Siswa SMKN 10 Surabaya Diizink… nuruzzakiyah on Pendidikan Profesi Guru Mulai… norman harsya on Rintisan SBI Dilarang Buka Kel… cmet on Cara mencari hasil sertifikasi… Arsip

   * Maret 2010
   * Februari 2010
   * Januari 2010
   * Desember 2009
   * November 2009
   * Oktober 2009
   * September 2009
   * Agustus 2009
   * Juli 2009
   * Juni 2009
   * Mei 2009
   * April 2009
   * Maret 2009
   * Februari 2009
   * Januari 2009
   * Desember 2008
   * November 2008
   * Oktober 2008
   * September 2008
   * Agustus 2008
   * Juli 2008
   * Juni 2008
   * Mei 2008
   * April 2008
   * Maret 2008
   * Februari 2008
   * Januari 2008
   * Desember 2007
   * November 2007
   * Oktober 2007
   * September 2007
   * Agustus 2007
   * Juli 2007

Blogroll

   * Blog Sertifikasi Guru
   * Departemen Pendidikan Nasional
   * Dunia Guru
   * Nomor Induk Guru Nasional
   * Nomor Induk Siswa Nasional
   * Pendidikan Network
   * Peta Surabaya
   * PSB Surabaya On Line
   * Sertifikasi Guru
   * SMK Negeri 5 Surabaya

Jumlah Pengunjung

   * 605,688 hits


Mei 2011 S S R K J S M « Mar

   1

2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31

Blog pada WordPress.com. Theme: Sapphire by Michael Martine.