Pembicaraan:Kebangkitan Yesus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Ikon ProyekWiki Artikel ini berada dalam lingkup ProyekWiki Kristen, sebuah kolaborasi untuk meningkatkan kualitas Kristen di Wikipedia. Anda diundang untuk berpartisipasi dan memperbaiki artikel ini.
 B  Artikel ini telah dinilai sebagai kelas B pada skala kualitas proyek.
 Sangat tinggi  Kepentingan: Sangat penting
 

--202.95.157.147 18:59, 9 Oktober 2005 (UTC)Salah satu hal yang menjadi kontroversi besar sampai sekarang adalah mengenai kebangkitan-Nya.Kitab Matius 28:11-15mencatat bahwa Mahkamah Agama Yahudi berusaha menutup-nutupi fakta bahwa Yesus memang benar-benar bangkit pada hari yang ketiga seperti apa yang sering dikatakan-Nya.Mereka menyuap para penjaga agar mengatakan bahwa mayat Yesus dicuri oleh murid-Nya pada waktu malam.Kebohongan publik yang dilakukan Mahkamah Agama inikah yang kelak di kemudian hari menjadi alasan mengapa di kalender (terutama di Indonesia) tidak pernah tertera hari libur untuk memperingati kebangkitan Isa Almasih atau Yesus Kristus.

Jika diperiksa dengan teliti, di kalender tercantum adanya peringatan akan hari wafatnya Yesus Kristus dan 40 hari kemudian diperingati sebagai hari Kenaikan Yesus Kristus.Persis seperti apa yang kitab Injil katakan bahwa setelah bangkit pada hari ke-3 setelah kematianNya, 40 hari kemudian Dia naik ke Surga disaksikan para murid dan pengikutNya."Apalah mungkin seseorang yang meninggal,jika dia tidak bangkit, tiba-tiba diberitakan naik ke Surga?"

Bahkan sepanjang sejarah, banyak usaha dilakukan orang untuk menutup-nutupi kebenaran bahwa kematian dan kebangkitan Yesus benar-benar terjadi.Ada yang berkata bahwa sebenarnya yang mati disalib bukan Yesus melainkan Yudas Iskariot yang diubah wajahnya menjadi seperti Yesus.Sebuah buku berjudul "Jesus The Man" menyebut, bahwa Tuhan Yesus tidak mati disalib, melainkan hanya pingsan dan disembuhkan oleh Simon Magus. Ia kemudian lari melalui lorong-lorong gua Qumran. Ada lagi dusta yang disebarkan lewat buku The Da Vinci Code, sekali lagi berkisah tentang pernikahan Yesus dengan Maria Magdalena dan sekarang keturunan-Nya ada di Inggris. Juga ada berita dusta yang menyebut bahwa Tuhan Yesus setelah lolos dari penyaliban, lari ke Timur dan meninggal di Kashmir.

Sejarah mencatat bahwa terjadi ledakan besar dalam Kekristenan setelah peristiwa kebangkitan.Bahkan para rasul dan pengikut-Nya rela menderita dan mati bagi Tuhan Yesus demi memberitakan bahwa Yesus yang adalah Tuhan benar-benar bangkit. Seorang bernama Eusebius menulis sebuah buku mengenai cara matinya para rasul yang dibenarkan oleh Mr. Schumacher, seorang penulis sejarah gereja. Matius mati dengan cara disiksa dan dibunuh dengan pedang di Etiopia. Petrus mati disalib dengan kepala di bawah dan dia minta agar salibnya dipasang secara huruf x, dia merasa tidak layak disalib sama seperti Tuhannya.Yohanes digoreng hidup-hidup dalam minyak mendidih di Roma, hanya karena Tuhan ingin memakainya lebih lagi sehingga dia tetap hidup dan menulis kitab Wahyusetelah menerima penglihatan di Pulau Patmos, serta masih banyak lagi bukti-bukti lainnya dari masa ke masa mengenai pengikut Kristus yang setia sampai mati memberitakan Injil.(http://www.heartnsouls.com)

Jika memang Yesus Kristus tidak bangkit, mengapa orang-orang "bodoh" ini rela menderita bahkan sampai mati dengan cara mengenaskan? Apakah mereka mau mati demi sebuah kebohongan? Apakah mungkin dari masa ke masa, orang-orang dari generasi berbeda "sepakat" mati demi membela kebohongan?

Jika apa yang mereka bela itu benar bahwa Yesus Kristus benar-benar bangkit seperti apa yang pernah dikatakanNya, maka Dia memang bukan seorang pembohong. Apa yang dikatakanNya terbukti benar, termasuk saat murid-murid-Nya berkata bahwa Yesus adalah Tuhan.