Pembicaraan:Hyang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Istilah "Hyang" juga ada dalam Bahasa Melayu[sunting | sunting sumber]

Istilah "Hyang" bisa ditemukan pada prasasti-prasasti yang Berbahasa Melayu Kuna.

Dari prasasti Kedukan Bukit, didapatkan data-data sebagai berikut:

1. Dapunta Hyang naik perahu tanggal 11 Waisaka 604 (23 April 682) 2. Dapunta Hyang berangkat dari Minanga tanggal 7 Jesta (19 Mei) dengan membawa lebih dari 20.000 balatentara. Rombongan lalu tiba di Muka Upang. 3. Dapunta Hyang membuat ‘wanua’ tanggal 5 Asada (16 Juni)

Dari prasasti Talang Tuwo:

niparvuat parvan dapunta "hyang" Cri Yayanaca (-ga) ini pranidhanan dapunta "hyang" savanakna yang nitanam di sini.

-- Di sini, "Hyang" dalam Bahasa Melayu Kuna berarti "sesuatu yang paling tinggi" dan punya arti yang sama dengan "Tuhan". --Mr. Knows (bicara) 09:00, 30 November 2010 (UTC)

Satu lagi benang merah antara bahasa Melayu kuno dengan bahasa lainnya di Nusantara. Pengenaan gelaran "hyang" kepada pemimpin yang dimuliakan dikenal dalam bahasa Sunda biasanya untuk merujuk raja anumerta, seperti Rahyang Niskalawastu Kancana, gelar hyang disini merujuk kepada pemimpin yang sudah wafat dan bersatu dengan roh nenek moyang dan naik ke alam Kahyangan bersama segenap dewa yang dimuliakan. Kemungkinan prasasti Kedukan Bukit, Talang Tuwo, Telaga Batu dibuat untuk "menegaskan" keistimewaan spiritual Dapunta, bahwa ia memperoleh kesaktian dukungan dari segenap "hyang" makhluk halus, ini mungkin juga digunakan sebagai alat intimidasi sebagaimana piagam kutukan Telaga Batu dan Kota Kapur bagi siapa saja yang berani berkhianat dan melawan Kedatuan Sriwijaya (Gunkarta (bicara) 09:54, 30 November 2010 (UTC)).