Pembangkit nuklir berdasarkan negara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Cattenom di Perancis. Tiga perempat kebutuhan listrik di Perancis dibangkitkan dari energi nuklir.[1]
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Grafenrheinfeld di Jerman. Tanggal 30 Mei 2011, Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan bahwa 17 pembangkit listrik yang ada di Jerman akan ditutup semuanya pada tahun 2022, sebagai respon atas Bencana nuklir Fukushima Daiichi di Jepang.[2]

Tiga puluh negara di dunia mengoperasikan pembangkit listrik tenaga nuklir, dan sampai saat ini ada banyak reaktor nuklir baru yang sedang dibangun di China, Korea Selatan, India, Pakistan, dan Russia.[3] Sampai bulan Juni 2011, Jerman dan Swiss adalah negara-negara yang berencana untuk menonaktifkan energi nuklir.[4][5]

Sampai bulan Juni 2011, negara-negara seperti Australia, Austria, Denmark, Yunani, Irlandia, Italia, Latvia, Liechtenstein, Luksemburg, Malta, Portugal, Israel, Malaysia, Selandia Baru, dam Norwegia adalah negara-negara yang menentang energi nuklir.[4][6]

Status energi nuklir secara global:
  Mengoperasikan reaktor, sedang membangun reaktor baru
  Mengoperasikan reaktor, berencana membangun baru
  Tidak mempunyai reaktor, sedang membangun reaktor baru
  Tidak mempunyai reaktor, berencana membangun baru
  Mengoperasikan reaktor, berencana tetap mengoperasikan
  Mengoperasikan reaktor, berencana menutup reaktor
  Energi nuklir untuk penduduk sipil adalah ilegal
  Tidak mengoperasikan reaktor
Persentase listrik yang dihasilkan dari nuklir bila dibandingkan dengan penghasilan listrik total di beberapa negara.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "World Nuclear Power Reactors & Uranium Requirements". World Nuclear Association. 2010-10-01. Diakses 2010-10-23. 
  2. ^ Annika Breidthardt (May 30, 2011). "German government wants nuclear exit by 2022 at latest". Reuters. 
  3. ^ Michael Dittmar. Taking stock of nuclear renaissance that never was Sydney Morning Herald, August 18, 2010.
  4. ^ a b Duroyan Fertl (June 5, 2011). "Germany: Nuclear power to be phased out by 2022". Green Left. 
  5. ^ James Kanter (May 25, 2011). "Switzerland Decides on Nuclear Phase-Out". New York Times. 
  6. ^ "Nuclear power: When the steam clears". The Economist. March 24, 2011. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]