Pemasaran sosial

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Pemasaran sosial (bahasa Inggris: marketing social) merupakan aplikasi strategi pemasaran komersil untuk menjual gagasan dalam rangka mengubah sebuah masyarakat, terutama dalam manejemen yang mencakup analisis, perencanaan, implementasi, dan pengawasan.

Unsur - unsur pemasaran sosial[sunting | sunting sumber]

1. Produk sosial : Gagasan dan Praktik

Perubahan gagasan atau perilaku yang sifatnya merugikan masyarakat kepada gagasanatau perilaku baru yang lebih baik adalah tujuan dari adalah tujuan dari pemasaran sosial.Gagasan dan perilaku adalah produk yang dipasarkan.

2. Target Adopter

Tujuan-tujuan pemasaran sosial mengarah pada satu kelompok atau lebih target adopter. Ada sejumlah kelompok yang dapat diatasi dengan cara-cara yang beragam seperti atasdasar usia, status sosial ekonomi, jumlah keluarga atau lokasi geografis.

3. Teknologi Manajemen Perubahan Sosial

Suatu teknologi manajemen perubahan sosial harus dapat menjawab secara efektif pertanyaan berikut :

  • Gagasan atau praktik sosial apa yang akan diubah, dan kelompok target adopter manayang dituju ?
  • Hal-hal apa saja yang membuat suatu perubahan berkualitas baik ?
  • Bagaimana membawa perubahan tersebut untuk kelompok target adopter ?

4. Mendefinisikan Pengiriman Produk

Kebutuhan pertama dalam keberhasilan pemasaran sosial salah satunya adalah menciptakan suatu produk sosial baru untuk mempertemukan suatu kebutuhan yang tidak terpuaskan atau untuk merancang produk yang lebih baik yang dapat diterima. Tugas mendefinisikan kampanye perubahan sosial adalah salah satunya berasal dari penonjola nsuatu hal yang dianggap paling berpengaruh.

5. Merancang Pemasaran Produk Sosial

Tugas ahli pemasaran sosial selanjutnya adalah menghadirkan solusi secara efektif untuk kelompok target adopter.

6. Memasarkan Ke Target Adopter

Ahli pemasaran sosial harus harus siap mengirimkan atau memasarkan praktik sosial darisuatu kegiatan perubahan sosial, yang mulai diminati masyarakat target adopternya.

7. Mempertahankan Pasar

Tugas akhir dari ahli pemasaran sosial adalah menjaga keberlangsungan perubahan sosial, yaitu berupa tanggapan yang sesuai dengan yang diharapkan dari lingkungan sekitar populasi target adopter.

Proses kegiatan pemasaran social :[sunting | sunting sumber]

1. Menganalisis lingkungan pemasaran sosial

Langkah pertama proses pengelolaan pemasaran social adalah menganalisis secara dini berkenaan dengan kampanye social yang khusus.

2. Meneliti populasi target adopter

Perlu dimengerti target adopter berikut kebutuhan-kebutuhannya. Setiap kelompok memiliki karakteristik tertentu dalam menanggapi kampanye social.

3. Merancang tujuan dan strategi pemasaran sosial

Tujuan pemasaran sosial haruslah spesifik, terukur (measurable) dan dapat dicapai. Seringkali tujuan tidak diungkapkan secara spesifik, dengan demikian akan sulit untuk diukur, misalnya "peningkatan kesejahteraan anak-anak" atau "peningkatan kualitas hidup".

4. Merencanakan program pemasaran sosial

Setelah strategi dirancang, maka harus disiapkan rincian program social marketing-mix-nya. Elemen-elemen social marketing-mix dari media massa harus selektif dan dikembangkan dalam program yang taktis. Maka pertimbangkan hal berikut ini :

  • Pemilihan yang hati-hati terhadap biro iklan
  • Perancangan dan penampilan iklan
  • Seleksi media dan waktu yang tepat

Penentuan harga adalah alat pemasaran lainnya yang diperlukan dalam program taktis. Hal ini juga dikaitkan pada biaya yang harus dibebankan kepada target adopter untuk beraksi sekarang juga. Pelbagai variasi program taktis akan berbeda satu sama lainnya sesuai produk sosialnya.

Produk Sosial terdapat 3 tipe :[sunting | sunting sumber]

1. Social Idea

Tipe produk social pertama adalah Gagasan Sosial berupa suatu kepercayaan (belief), sikap (attitude), atau nilai (value).

2. Social Practice

Tipe produk social kedua adalah Praktik Sosial berupa peristiwa yang terjadi akibat aksi perorangan, seperti yang ditunjukkan pada vaksinasi atau keikutsertaan (partisipasi politik) dalam pemilihan umum. Juga bisa berupa pola perilaku yang sukar diubah.

3. Social Difference

Tipe produk social ketiga adalah suatu tujuan perubahan social yang melibatkan produk kasat mata (tangible product) Produk tangible menunjuk pada produk fisik yang menyertai suatu kampanye social. Seperti pilkontrasepsi atau kondom yaitu alat-alat yang berguna dalam menyempurnakan praktik social, dalam konteks praktik keluarga berencana.

Proses Pemasaran Sosial[sunting | sunting sumber]

Rencana[sunting | sunting sumber]

1. Analisis masalah dan situasi :

Masalah yg akan dikaji :

  • Lingkungan tempat pelaksanaan program
  • Ketersediaan sumber daya

2. Segmentasi khalayak sasaran

  • Definisikan segmen: khalayak primer & sekunder
  • Kaji segmen

3. Susun strategi:

  • Tetapkan sasaran dan tujuan
  • Alokasikan sumber daya

Kembangkan Rencana[sunting | sunting sumber]

Mengkaji 4P:

  • product
  • price
  • place
  • promotion

Uji Awal[sunting | sunting sumber]

  • Lakukan uji awal
  • Analisis hasil
  • Modifikasi marketing mix berdasarkan hasil uji awal

Terangkan Rencana[sunting | sunting sumber]

  • Susun rencana pelaksanaan berdasarkan tugas, kerangka waktu, dan orang yang berganggung jawab
  • Pantau pelaksanaannya

Evaluasi[sunting | sunting sumber]

  • Identifikasi tindakan evaluasi dan semua indikator yang memungkinkan:kepuasan, loyalitas, tingkat permintaan, sumber daya organisasi atau institusi, persyaratan, fasilitas, dan kebijakan, perubahan komunitas, dan perubahankebijakan dan peraturan
  • Perencanaan evaluasi
  • Pelaksanaan evaluasi