Pelindian air

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Pelindian air merupakan proses melartukan zat padat di dalam zat cair, sehingga sebagian zat padat ada yang terlarut dan sebagian lagi tidak terlarut sebagai inert (ampas). Persamaan secara umum adalah sebagai berikut: a A (padatan) + b B (pelarut → hasil (larutan + padatan) [1]

Proses ini banyak digunakan pada industry metalurgi, yaitu digunakan untuk memisahkan suatu mineral dari suatu batuan. Leaching dapat dikerjakan secara batch, semi batch, atau secara kontinyu. Teknik operasi yang biasa digunakan untuk proses leaching adalah spraying atau aliran liquid dan mencelup zat padat seluruhnya ke dalam zat cair, atau dapat pula dilakukan dengan beberapa tingkat tabung yaitu pelarut dialirkan dari tabung paling atas kemudian mengalir ke tabung di bawahnya. Hal ini mengandung maksud agar luas permukaan bidang kontak semakin besar, sehingga effisiensi leaching akan menjadi semakin besar. [2]

Pada prinsipnya, leaching dilakukan dengan 2 langkah, yaitu: [3]

  • Mengusahakan kontak Antara pelarut dengan padatan sehingga terjadi perpindahan komponen terlarut (solute) ke dalam solvent.
  • Memisahkan/mencuci larutan hasil pelarutannya.

Berdasarkan cara pelaksanaannya, leaching dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu: [4]

  • Stationary solid bed
Padatan diletakkan dalam posisi yang tidak bergerak, hanya pelarutnya saja yang mengalir melalui solid bed. Sementara komponen yang mudah larut akan terlarut oleh solvent.
  • Semi continuous solid bed
Padatan diletakkan dalam beberapa bak bertingkat, sementara solvent dialirkan berurutan ke bak-bak tersebut.
  • Moving solid bed
Padatan yang akan diekstraksi maupun pelarutnya sama-sama bergerak. Padatannya dimasukkan ke dalam semacam bucket elevator, kemudian disemprot dengan solvent.
  • Dispersed kontak
Padatan halus disemprotkan dan dilarutkan dalam solvent. Pemisahan komponen terjadi pada campuran solvent padatan halus.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Nurfiana, F., 2010, Evaluasi Penlindian Hasil Leburan Pasir Zirkon Menggunakan Air Secara Continue Berbasis Model Matematis, STTN-BATAN, Yogyakarta
  2. ^ Jannah, F. N., 2008, Proposal Tugas Akhir Pemungutan Kembali Bahan Pengarah Struktur dalam Membran Zeolit dengan Cara Ekstraksi, STTN-BATAN, Yogyakarta
  3. ^ Jannah, F. N., 2008, Proposal Tugas Akhir Pemungutan Kembali Bahan Pengarah Struktur dalam Membran Zeolit dengan Cara Ekstraksi, STTN-BATAN, Yogyakarta
  4. ^ Jannah, F. N., 2008, Proposal Tugas Akhir Pemungutan Kembali Bahan Pengarah Struktur dalam Membran Zeolit dengan Cara Ekstraksi, STTN-BATAN, Yogyakarta