Patin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
?Ikan patin
Rentang fosil: Tertiary - Recent
Patin (jambal) siam Pangasius hypophthalmus
Patin (jambal) siam Pangasius hypophthalmus
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Siluriformes
Famili: Pangasiidae
Genus: Pangasius (partim)
Valenciennes, 1840
Species

Lihat teks

Sinonim
  • Pseudopangasius Bleeker, 1862
  • Pseudolais Vaillant, 1902
  • Neopangasius Popta, 1904
  • Pteropangasius Fowler, 1937
  • Sinopangasius Chang & Wu, 1965

Ikan Patin adalah sekelompok ikan berkumis (Siluriformes) yang termasuk dalam genus Pangasius, familia Pangasiidae. Nama "patin" juga disematkan pada salah satu anggotanya, P. nasutus. Kelompok hewan ini banyak yang bernilai ekonomi, seperti patin dan patin siam (P. hypophthalmus syn. P. sutchi, atau beberapa pustaka menyebutnya jambal siam). Beberapa anggotanya yang hidup di Sungai Mekong dikenal berukuran sangat besar, mencapai panjang dua meter lebih.

Budidaya Ikan Patin[sunting | sunting sumber]

Pembesaran ikan patin di kolam khusus untuk pembesaran biasanya pembesaran patin ini di lakukan setelah ikan tersebut di pelihara dahulu di kolam pendederan. Namun ada pula orang yang lasung memeliharanya di kolam pembesaran tanpa harus melalui kolam pendederan terlebih dahulu. pemeliharaan di kolam pedederan di lakukan untuk ikan patin yang berukuran masih sangat keicil. benih patin di jual di pasaran ada yang masih kecil-kecil sehingga harus di dederkan dahulu akan tetapi bila ukuran benih tersebut sudah berukuran sudah cukup besar maka pendederan tidak di perlukan lagi artinya begitu di beli bibit tersebut langsung di pelihara di kolam pembesaran. Ikan patin tidak selalu memilih jenis kolam tertentu. ikan ini dapat di pelihara dan tetap bisa tumbuh dengan baik di berbagai jenis kolam. Jenis kolam yang bisa di gunakn untuk pembesaran ikan patin yaitu :

  • Kolam Irigasi
  • Kolam tadah hujan
  • Kolam rawa non Pasang surut

Kolam Irigasi[sunting | sunting sumber]

Sesuai dengan namanya, kolam irigasi memperoleh air dari jaringan irigasi. penggunaan kolam irigasi bagi pembesaran ikan patin sangat di anjurkan karena di dalam kolam ini air tersedia sepanjang waktu dan jauh dari kekhawatiran kemungkinan kekurangan air. Dalam pembuatan kolam irigasi penentuan luas kolam lebih leluasa sehingga kolam bisa di buat menjadi lebih besar. Sebelum di putuskan untuk membangun kolam jenis tanah juga harus di ketahui karena jenis tanaj ini akan berpengaruh langsung terhadap tingkat kesuburan air kolam. Jenis tanah yang baik selain menjadi sumber hara juga menentukan sifat fisika dan kimia air kolam. Selain itu tekstur tanah juga harus diperhatikan untuk tingkat rembesan. Oleh karena itu kolam di buat pada tanah yang bertekstur liat karena sangat kedap air ( mempunyai tingkat rembesan yang relatif kecil ). Sumber air yang masuk kedalam kolam juga harus di ketahui. Sumber air untuk jaringan irigasi adalah air tanah yang mengalir pada aliran tanah yang lebih rendah melalui sungai. Selanjutnya, air ini di alirkan lagi dari sungai melalui aliran-aliran irigasi. dalam perjalananya air tersebut melewati berbagai jenis tanah. bila melalui tanah yang mengandung kapur air akan bersifat alkali (basa). Sebaliknya air yang melalui rawa akan bersifat asam. Air yang melewati daerah pertanian dan pemukiman banyak mengandung bahan organik dan subur. sementara air yang melalui daerah industri dan pertambangan biasanya mengandung zat pencemaran oleh karena itu faktor-faktor tersebut harus menjadi bahan pertimbangan.

Kolam Tadah Hujan[sunting | sunting sumber]

Kolam tadah hujan ini adalah kolam yang hanya mendapat sumber air dari hujan. Kolam tadah hujan di buat bila di sekitar kita tidak tersedia sumber air irigasi atau pun sumber air tanah. Jadi sumber air untuk mengisi air kolam sepenuhnya berasal dari air hujan. karena hanya mengandalkan air hujan maka curah hujan akan menentukan jumlah atau volume atau air kolam. Ikan patin mengharapkan kolam dengan kedalaman tertentu ( 1 - 1,5 meter ), Oleh karena itu bila menggunakan kolam tadah hujan untuk pembesaran ikan patin maka harus di pastikan terlebih dahulu bahwa air tersedia cukup untuk ukuran kedalaman kolam tersebut sepanjang masa pemeliharaan. itulah sebabnya pembangunan kolam tadah hujan tidak dapat di lakukan di sembarang tempat. lokasi yang digunakan harus di teliti secara seksama melalui curah hujan, penguapan tekstur tanah, dan konstruksi kolam wilayah yang mempunyai curah hujan lebih dari 1.500 mm pertahun dapat di gunakan untuk membangun tadah hujan bagi pembesaran ikan patin lebih amanya lagi preode bulan basah di daerah tersebut mencapai 7 - 9 bulan. sementara penguapan air perhari sekitar 5 mm. ukuran kolam tadah hujan tidak bisa sebesar kolam irigasi melainkan harus lebih kecil dari itu.

Kolam Rawa Non Pasang Surut[sunting | sunting sumber]

Meskipun tidak populer, pembesaran patin di rawa kususnya di rawa non pasang surut sudah pernah di coba di kartamulia muara inim sumatra selatan hasilnya pertumbuhan ikan patin yang cukup baik terutama pada kolam rawa pasang surut yang sudah lama di bangun. Umumnya kolam rawa bersifaf sangat asam (pH rendah, kurang dari 4). Sifat tanah dan air kolam yang asam sebenarnya tidak cukup baik untuk pembesaran ikan patin. Namun hal ini dapat di atasi dengan teknik reklamasi (pericucian). caranya kolam rawa tersebut di aliri air baru untuk mempercepat proses pelepasan material asam dan selanjutnya di buang ke perairan ke yang lebih luas. Upaya lain untuk menaikan pH pada kolam rawa non pasang surut adalah dengan pengapuran. biasanya efek kapur akan sangat membantu bila terlebih dahulu kolam di reklamasikan sebelum kolam di kapur. pengapuran di lakukan pada dasar kolam dan selanjutnya untuk menjaga stabilitas air dapat di tambahkan kapur dengan dosis yang lebih rendah.