Para Raja Gondor

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Raja-raja di bawah ini pernah memerintah kerajaan Gondor di Bumi Tengah.

  1. Elendil, putra Amandil. Berkuasa sebagai Maharaja pada zaman pertama tahun 3320–3441. Putranya, Isildur dan Anárion memerintah Gondor.
  2. Isildur memimpin Gondor dari tahun 3441 zaman pertama – tahun 2 zaman ketiga
  3. Meneldil putra keempat Anárion, memerintah tahun 2– 158 zaman ketiga
  4. Cemendur , 158–238
  5. Eärendil , 238–324
  6. Anardil , 324–411
  7. Ostoher , 411–492
  8. Rómendacil I (Tarostar) , 491–541
  9. Turambar , 541–667
  10. Atanatar I , 667–748
  11. Siriondil , 748–840
  12. Tarannon Falastur , 840–913. Wafat di usia muda
  13. Eärnil I , 913–936. keponakan Tarannon
  14. Ciryandil , 936–1015
  15. Hyarmendacil I (Ciryaher) , 1015–1149.
  16. Atanatar II Alcarin , 1149–1226
  17. Narmacil I , 1226–1294.
  18. Calmacil , 1294–1304. Adik Narmacil
    • Minalcar, putra Calmacil, memerintah sebagai putra mahkota tahun 1240–1304
  19. Minalcar dinobatkan sebagai Rómendacil II in 1304, memerintah tahun 1304–1366
  20. Valacar , 1366–1432
  21. Vinitharya, dinobatkan sebagai Eldacar, memerintah tahun 1432–1437
  22. Castamir, pemberontak dan menggulingkan tahta Eldacar tahun 1437, dibunuh tahun 1447
  23. Eldacar bertahta kembali, 1447–1490
  24. Aldamir , 1490–1540
  25. Hyarmendacil II (Vinyarion) , 1540–1621
  26. Minardil , 1621–1634
  27. Telemnar , 1634–1636. Wafat dalam wabah besar bersama seluruh putra-putranya
  28. Tarondor , 1636–1798. Keponakan Telemnar
  29. Telumehtar Umbardacil , 1798–1850
  30. Narmacil II , 1850–1856
  31. Calimehtar , 1856–1936
  32. Ondoher , 1936–1944. Gugur dalam pertempuran bersama dua putranya
  33. Eärnil II , 1945–2043.
  34. Eärnur , 2043–2050 raja terakhir Gondor
  35. Aragorn II yang disebut juga Elessar , zaman keempat, 1–120, raja pertama dari persatuan kerajaan bumi-tengah
  36. Eldarion , zaman keempat. 120–?

Elendil merupakan raja pertama di Bumi-Tengah. Tahtanya ia wariskan kepada Isildur. Namun Isildur terbunuh dan sempat terjadi kekosongan kekuasaan. Pada masa-masa selanjutnya, terjadi pemberontakan-pemberontakan dan invasi kerajaan lain. Ketika kekosongan kekuasaan terjadi lagi, maka kerajaan Gondor diserahkan kepemimipinannya kepada para pengurus kerajaan/pengurus tahta, pelayan kepercayaan raja-raja Gondor.