Pangian, Lintau Buo, Tanah Datar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Pangian
Office of wali nagari of Pangian.JPG

Kantor wali nagari Pangian
—  Nagari  —
Negara  Indonesia
Provinsi Sumatera Barat
Kabupaten Tanah Datar
Kecamatan Lintau Buo
Kodepos 2792[1]
Luas 21,73 km²
Jumlah penduduk 3,367 jiwa

Pangian merupakan salah satu nagari yang termasuk ke dalam wilayah kecamatan Lintau Buo, Tanah Datar, Sumatera Barat, Indonesia. Nagari ini terletak di dekat Batusangkar, ibu kota dari kabupaten Tanah Datar. Nagari Pangian adalah salah satu empat nagari yang berada dalam wilayah Lintau Buo.

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Dari tuturan mulut ke mulut dan dikuatkan dengan beberapa versi cerita rakyat yang berbeda-beda, nama Pangian berasal dari beberapa sebutan.[2]

  1. Versi pertama berpendapat bahwa sewaktu nenek moyang orang Pangian bermukim di dalam sebuah gua, mereka menamakan gua tersebut sebagai Gua Pangunian. Dan dari kata Pangunian ini terjadi perubahan menjadi kata Pangian.
  2. Versi kedua ialah dari kata panangian atau panangisan. Cerita ini mengisahkan pada suatu ketika, nenek moyang orang Pangian sedang bersedih. Sebab bersedih tersebut tidak pernah dijelaskan, hanya mereka menangis bersama-sama di sana. Maka dengan adanya peristiwa itu, maka mereka memberi naam gua tersebut menjadi Gua Panangian. Dan dari kata inilah kelak berubah menjadi kata Pangian.
  3. Versi ketiga adalah kisah seorang raja (kemungkinan besar raja Pagaruyung) yang berkunjung ke gua ini dan raja itu beristirahat, yang disebut peranginan. Dan oleh karena itu, nenek moyang orang Pangian menamakan gua tersebut menjadi Gua Peranginan. Raja mana yang datang berkunjung juga tidak pernah disebutkan dalam literatur manapun, namun kata peranginan kemudian berubah menjadi Pangian.

Kondisi[sunting | sunting sumber]

Hidrologi[sunting | sunting sumber]

Pangian dilalui oleh 3 buah sungai, yaitu Sungai Batang Sinamar, Sungai Batang Selo dan Sungai Batang Pangian yang selama ini dimanfaatkan untuk MCK dan irigasi mengairi persawahan yang ada.[3]

Topografi[sunting | sunting sumber]

Pangian terletak pada ketinggian 600–700 m diatas permukaan laut. Luas nagari sekitar 2169 Ha, dengan luas sawah 425 Ha, sedangkan tanah kering (lading) untuk lahan perkebunan 250 Ha dan sisanya untuk perumahan dan perkampungan.[4]

Pembagian administratif[sunting | sunting sumber]

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Jorong[sunting | sunting sumber]

Di nagari Pangian terdapat 6 jorong:

  1. Jorong Patameh
  2. Jorong Tago Palange
  3. Jorong Koto Kociek
  4. Jorong Sawahan
  5. Jorong Lubuk Batang
  6. Jorong Koto Gadang

Kelembagaan[sunting | sunting sumber]

Balai adat merangkap kantor KAN Pangian

Badan Permusyawaratan Rakyat Nagari[sunting | sunting sumber]

Badan Permusyawaratan Rakyat Nagari Pangian dibentuk sebagai badan legislatif dan perwakilan rakyat nagari Pangian. Badan ini dianggotai oleh sembilan orang.[5]

Kerapatan Adat Nagari[sunting | sunting sumber]

Seperti nagari-nagari di Sumatera Barat pada umumnya, Pangian mempunyai kerapatan adat nagari tersendiri yang dianggotai oleh para ninik-mamak, alim ulama, cerdik pandai, imam khatib, manti dubalang dan bundo kanduang se-nagari Pangian. Kerapatan ini dianggotai 13 orang, diketuai JS Mangkuto Garang dari suku Pangian Kociek.[6]

Wisata[sunting | sunting sumber]

Pintu masuk Ngalau Pangian. Terdapat juga pintu air yang mengendalikan pasokan air ke bawah

Terdapat sebuah tempat wisata terkenal di Pangian, yaitu Ngalau Indah Pangian yang terletak dua kilometer dari Pangian.[7] Ngalau Pangian berupa lorong-lorong goa yang terbentuk akibat perubahan suhu yang cukup lama pada permukaan batu yang berhawa lembab, sehingga mulut gua bermunculan bebatuan stalak­tit dan stalaknit. Dari mulut gua mengalir sebuah anak sungai yang memiliki air yang cukup bersih. Namun saat ini, kondisinya amat memprihatinkan. Kunjungan wisatawan ke sana sudah amat berkurang, kecuali anak-anak sekolah di sekitar Lintau pada musim liburan. Ngalau Pangian merupakan aset pemerintahan nagari yang pengelolaannya diserahkan kepada pihak ketiga. Namun lantaran keuangan nagari yang sangat terbatas, tidak memungkinkan mengalokasikan anggaran untuk melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan. [8]

Budaya[sunting | sunting sumber]

Pangian adalah tempat berasalnya Silek Pangian, sejenis silat Minangkabau. Silat Pangian ini terkenal di Kabupaten Kuantan Singingi di Riau, terdiri dari Silek Pangian Jantan dan Silek Pangian Batino. Silek ini adalah silek yang legendaris dan disegani dari wilayah Kuantan. Pendiri dari silek ini adalah petinggi dari kerajaan Minangkabau yang pergi ke daerah Kuantan. Di Pangian sendiri terdapat sebuah perguruan silat Batang Sinamar.[9]

Orang terkenal[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Kode Pos Lintau Buo di Kode Pos Indonesia
  2. ^ Said, Yunus (Agustus 1999). Adat Kelarasan Koto Piliang di Nagari Pangian nan Elok Baso. Kerapatan Adat Nagari Pangian.
  3. ^ Hidrologi di situs resmi Nagari Pangian
  4. ^ Topografi di situs resmi Nagari Pangian
  5. ^ Badan Permusyawaratan Rakyat Nagari di situs resmi Nagari Pangian]
  6. ^ Kerapatan Adat Nagari di situs resmi Nagari Pangian
  7. ^ Teguh. "Ngalau Indah Pangian nan Asri". Haluan. Diakses 24 January 2013. 
  8. ^ "Objek Wisata Banyak yang Memprihatinkan". Singgalang. 10 April 2011. Diakses 24 Januari 2013. 
  9. ^ Daftar Perguruan Pencak Silat di situs resmi Asosiasi Perguruan Silek Lintau Lereng Sago (APSILENGGO)
  10. ^ "Ikatan Keluarga Lintau Buo Gelar Halal bi Halal". Sumbar Online. 10 Oktober 2011. Diakses 24 Januari 2013. "..serta tampilnya aktor Dude Herlino yang berasal dari Nagari Pangian, Lintau." 

Koordinat: 0°28′10,88″LU 100°46′15,83″BT / 0,46667°LS 100,76667°BT / -0.46667; 100.76667

Pranala luar[sunting | sunting sumber]