Panggul, Trenggalek

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Panggul)
Langsung ke: navigasi, cari
Panggul
—  Kecamatan  —
Lokasi Kecamatan Panggul, Trenggalek.png
Peta lokasi Kecamatan Panggul
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Timur
Kabupaten Trenggalek
Pemerintahan
 • Camat -
Luas 131,56 km²
Jumlah penduduk ±72.000
Kepadatan ±500jiwa/km²
Desa/kelurahan 17 desa/kelurahan

Panggul adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.

Daftar isi

Sejarah [sunting]

Pada zaman prasejarah Panggul merupakan daerah transit tempat dilaluinya perjalanan manusia purba dari Pacitan menuju Wajak Tulungagung. Menurut HR Van Keerkeren, Homo Wajakensis (manusia purba wajak) hidup pada masa plestosinatas, sedangkan peninggalan-peninggalan manusia purba Pacitan berkisar antara 8.000 hingga 23.000 tahun yang lalu. Sehingga, disimpulkan bahwa pada zaman itulah Panggul dilalui oleh manusia. Ditemukannya Prasasti Kamsyaka pada tahun 929 M, disebutkan bahwa Panggul (termasuk Munjungan) masuk wilayah Perdikan Kampak yang merupakan kesatuan dari Kabupaten Trenggalek. Sejarah Singkat Pemerintahan: 1. Dengan adanya Perjanjian Gianti tahun 1755, Kerajaan Mataram terpecah menjadi dua, yaitu Kesunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta. Wilayah Panggul (termasuk Munjungan) masuk wilayah kekuasaan Bupati Pacitan yang berada di bawah kekuasaan Kasultanan Yogyakarta. Sedangkan Kabupaten Trenggalek seperti didalam bentuknya yang sekarang ini, kecuali Panggul (termasuk Munjungan), masuk ke dalam wilayah kekuasaan Bupati Ponorogo yang berada di bawah kekuasaan Kasunanan Surakarta. 2. Pada tahun 1812, dengan berkuasanya Inggris di Pulau Jawa (Periode Raffles 1812-1816) Pacitan (termasuk didalamnya Panggul dan Munjungan) berada di bawah kekuasaan Inggris dan pada tahun 1916 dengan berkuasanya lagi Belanda di Pulau Jawa, Pacitan diserahkan oleh Inggris kepada Belanda termasuk juga Panggul dan Munjungan. 3. Pada tahun 1830 setelah selesainya perang Diponegoro, wilayah Kabupaten Trenggalek, tidak termasuk Panggul dan Munjungan, yang semula berada dalam wilayah kekuasaan Bupati Ponorogo dan Kasunanan Surakarta masuk di bawah kekuasaan Belanda. Dan, pada zaman itulah Kabupaten Trenggalek termasuk Panggul dan Munjungan memperoleh bentuknya yang nyata sebagai wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten versi Pemerintah Hindia Belanda sampai disaat dihapuskannya pada tahun 1923. Alasan atau pertimbangan dihapuskannya Kabupaten Trenggalek dari administrasi Pemerintah Hindia Belanda pada waktu itu secara pasti tidak dapat diketahui. Namun diperkirakan mungkin secara ekonomi Trenggalek tidak menguntungkan bagi kepentingan pemerintah kolonial Belanda.Wilayahnya dipecah menjadi dua bagian, yakni wilayah kerja Pembantu Bupati di Panggul masuk Kabupaten Pacitan dan selebihnya wilayah Pembantu Bupati Trenggalek, sedangkan Karangan dan Kampak masuk wilayah Kabupaten Tulungagung sampai dengan pertengahan tahun 1950. 4. Dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950, Panggul dan Munjungan menemukan bentuknya kembali menjadi bagian dari Kabupaten Trenggalek sebagai suatu daerah Kecamatan di dalam Tata Administrasi Pemerintah Republik Indonesia.

Batas Wilayah [sunting]

Geografis [sunting]

  • Geografis : Kecamatan Panggul terletak 59 km sebelah barat daya kota trenggalek,setengah wilayahnya adalah pegunungan yang mengitari dataran rendah melingkar luas dari barat , utara ke timur sampai pantai di sebelah selatan dan membentuk lembah yang luas dengan teluknya , wilayah tanah subur mencakup daerah aliran sungai yang mengalir sampai samudra indonesia.
  • jalur transportasi menuju tempat tersebut masih dalam masa pengembangan seiring berkembangnya kebutuhan masyarakat yang meningkat pesat.
  • Iklim : Memiliki iklim tropis pantai, dan memiliki curah hujan yang tinggi dikarenakan wilayahnya adalah pertemuan Angin Darat dan Angin laut .

Demografi Kependudukan [sunting]

  • Tipe masyarakatnya jika dilihat menunjukan perkembangan pada gaya hidupnya , karena semakin lengkap dan semakin ramai fasilitas serta Teknologi Komunikasi dan Informasi baru di Kecamatan Panggul
  • sarana telekomunikasi telah lengkap seperti internet, telfon ,HP ,dan komunikasi radio.
  • Mata pencaharian penduduk: Mayoritas petani , peternak hewan , nelayan , buruh , pedagang, PNS, wiraswasta , dan lainnya mencari nafkah dengan pergi ke daerah perkotaan.
  • Telah terdapat banyak swalayan dan toko-toko serta kios dan dealer besar di Wilayahnya.
  • Kebudayaan masyarakat sekitar masih memegang teguh adat istiadat suku Jawa.
  • Kepercayaan mayoritas Islam , aliran kejawen
  • Perekonomian tergolong kecamatan yang memiliki perekonomian menengah ; pasar kecamatan panggul merupakan pasar dengan perekonomian terbesar kedua di kabupaten trenggalek, dikarenakan daerahnya strategis terdapat di perbatasan kabupaten , dan dekat dengan perbatasan propinsi Jawa timur Dengan Jawa tengah.
  • Pendidikan : Sangat berkembang se-iring minat masyarakat untuk sekolah dan sekarang telah tersebar PAUD , TK , SD hampir di semua pelosoknya, Pengembangan pendidikan menengah di setiap wilayah yang di selenggarakan negeri maupun sekolah swasta juga sekolah satu atap , SLTA dalam masa pengembangan , selain itu telah hadir juga sekolah standar nasional. Hampir semua pemuda memiliki minat ke perguruan tinggi. dilihat dari semua kebutuhan dalam pendidikan, kecamatan panggul berpotensi besar dalam perkembangan SDM pada mesyarakatnya.

Komoditas [sunting]

  • pertanian & perkebunan = padi, Cengkeh, Singkong, Kelapa , kedelai, dilem [Bibit Parfum], ubi, rempah-rempah, sayur-sayuran , mangga , durian .
  • peternakan = telur unggas seperti ayam , puyuh , bebek ; sapi pedaging , kambing jawa , domba .
  • perikanan dan kelautan = lele , nila , gurame, hasil laut [ikan , cumi-cumi ,rumput laut] potensi dari laut sebenarnya sangat besar karena tergolong masih alami selain itu wilayah laut selatan Di Panggul merupakan rute migrasi Ikan Tuna, Mackarel, dan Ikan Paus dari barat Samudra Hindia, dan masih perlu pengembangan.
  • pertambangan = marmer , kapur , pasir besi .
  • Kuliner = Sale goreng , Nasi tiwul , Brondong Ketan , Gipang [makanan ringan dari beras yang manis]

Potensi Pariwisata [sunting]

  • Pantai Pelang : memiliki potensi pada keasrian alamnya yang masih terbalut hutan , selain itu terdapat air terjun disebelah barat pantai yang terlindung pepohonan , yang terkenal karena mata airnya berasal dari sungai bawah tanah yang mengalir dari pegunungan . Pantai pelang biasa dijadikan tempat outbound sebab tempat tersebut sangat memadai suasananya yang masih alami bernuansa deburan ombak laut selatan.
  • Pantai Konang : Terletak di Desa Nglebeng. Pantai Konang terkenal dengan pemandangan dan area pantai yang luas membentang dari pesisir tenggara sampai ke barat laut . bila musim panas pantai tersebut indah dengan hiasan matahari terbenam di kala sore hari. suasana pantai begitu indah karena ombaknya relatif sedang dan udaranya segar dengan beratapkan langit biru.
  • Pemandangan laut besuki : terdapat di wilayah jalur jalan menuju Pacitan di sebelah barat. tempatnya terkenal dengan pemandangan laut yang terlihat dari pegunungan. keindahan alam dapat dirasakan bila sejenak memandangi alam yang masih terjaga dari atas.
  • Konservasi Penyu Taman Kili-Kili

Desa-desa [sunting]

Kecamatan Panggul memiliki 17 desa.