PPI Taiwan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

PPI Taiwan merupakan singkatan dari Perhimpunan Pelajar Indonesia di Taiwan atau dalam Bahasa Mandarin 台灣印尼學生聯合會 (táiwān yìnní xuéshēng liánhéhuì) dan dalam Bahasa Inggris "Indonesian Student Association in Taiwan". PPI ini dideklarasikan pada tanggal 2 Mei 2010 atau bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2010 di Holistic Buliding CYCU, Chungli, Taiwan. Piagam deklarasi pada acara tersebut di tanda tangani oleh kepala KDEI (Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia) di Taiwan Bpk. Suhartono dan ketua tim deklarasi sdr. Hadi Kuntjara sebagai perwakilan dari 12 orang yang tergabung dalam tim deklarasi.

Daftar isi • 1 Sejarah Berdirinya PPI Taiwan o 1.1 Periode 2005-2008 o 1.2 Periode 2009-2010 • 2 Deklarasi PPI Taiwan • 3 Lambang PPI Taiwan • 4 Moto PPI Taiwan • 5 Kepengurusan PPI Taiwan Periode I (2010/2011) o 5.1 Struktur Organisasi o 5.2 Susunan Kepengurusan • 6 Kepengurusan PPI Taiwan Periode II (2011/2012) o 6.1 Struktur Organisasi o 6.2 Susunan Kepengurusan o 6.3 Program Kerja • 7 Kepengurusan PPI Taiwan Periode 2013/2014 o 7.1 Misi o 7.2 Kupas Masalah : Pencarian Visi o 7.3 Kesimpulan o 7.4 Visi o 7.5 Penjabaran visi o 7.6 Kabinet Eksekutif PPI Taiwan (2013/2014) • 8 Pranala luar

Sejarah Berdirinya PPI Taiwan[sunting | sunting sumber]

Periode 2005-2008[sunting | sunting sumber]

Ide pembentukan PPI Taiwan diawali dari pembicaraan Sdr. Hendro Nurhadi, Sdr. Saiful Arifin, dan Sdr. Agus Muntohar dengan Kepala KDEI Bpk. Feri Yahya pada saat Ramadhan tahun 2005. Dalam pembicaraan itu dijelaskan oleh Kepala KDEI tentang perlunya mahasiswa Indonesia untuk membentuk asosiasi mahasiswa mengingat sudah semakin banyaknya mahasiswa Indonesia di Taiwan.

Selanjutnya ide tersebut kembali muncul saat kedatangan Menteri Pendidikan Nasional Bpk. Bambang Sudibyo beserta rombongan ke Taiwan pada tanggal 17-19 Februari 2006. Dalam dialog antara mahasiswa dengan Bpk. Satrio Sumantri (Dirjen Dikti) dan Bpk Gatot (Kepala Bidang Luar Negeri Mendiknas) disampaikan adanya keinginan untuk memiliki perhimpunan mahasiswa Indonesia di Taiwan. Rencana ini mendapatkan dukungan dari beliau berdua bahkan ada komitmen dari mereka untuk menempatkan staf bidang Pendidikan dari Mendiknas di KDEI.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan itu, pada tgl 19 Juni 2007 milis PPI Taiwan dibentuk sebagai sarana komunikasi antar sesama mahasiswa Indonesia se-Taiwan. Pada bulan Februari 2008, usaha-usaha pendirian PPI Taiwan dimulai lagi dengan diadakannya diskusi tentang persiapan dan sharing ide melalui 「cyber meeting. Diskusi bersama yang melibatkan rekan-rekan di utara, selatan, dan tengah, serta representatif universitas yang ada berlangsung menarik. Inti diskusi adalah sharing terkait dengan PPI, baik dari perspektif bisnis, etnis, perluasan pergaulan, dll sehingga akhirnya didapatkan perspektif yang lebih luas.

Berbagai persiapan yang dilakukan mahasiswa Indonesia saat itu belum menghasilkan kesepakatan pembentukan PPI Taiwan. Berbagai persiapan yang dilakukan mahasiswa Indonesia saat itu menghasilkan kesepakatan bahwa pembentukan PPI Taiwan akan dilanjutkan dengan berusaha meningkatkan jumlah mahasiswa untuk persiapan pendirian PPI yang membutuhkan usaha yang besar, menguatkan kesamaan pandangan tentang visi-misi yang akan dipakai untuk PPI-Taiwan, dan mencari dukungan yang lebih luas dari seluruh mahasiswa dan masyarakat Indonesia di taiwan, KDEI dan Diknas.

Periode 2009-2010[sunting | sunting sumber]

Menjelang peringatan hari Sumpah Pemuda ke-81, 27 Oktober 2009, PPI NCU (diwakili Sdr. Hadi Kuntjara) melakukan komunikasi dengan NTUST ISA/ PPI NTUST (diwakili Sdr. Ivan Arista) dan PPI Tainan (diwakili Sdr. Vincentius Surya Kurnia Adi dan Sdri Galuh Sudarawerti) tentang pembentukan PPI-Taiwan. Komunikasi itu menghasilkan kesepakatan untuk mewujudkan terbentuknya PPI Taiwan. Kemudian kesepakatan itu disusul dengan proses sosialisasi ke 3 wilayah, meliputi: Utara (oleh NTUST ISA/ PPI NTUST), Tengah (oleh perwakilan mahasiswa dari Chungli, Taichung, Hsinchu, Wufeng, dan Taouyuan), dan Selatan (oleh PPI Tainan). Pada tahap ini seluruh perwakilan wilayah melakukan sosialisasi mengenai rencana dan perkembangan pembentukan PPI Taiwan di wilayah masing-masing.Target sosialisasi adalah seluruh organisasi kemahasiswaan dan juga mahasiswa di seluruh universitas yang ada di Taiwan mendengar dan mengetahui bahwa ada rencana pembentukan PPI Taiwan dalam waktu dekat.

NTUST-ISA sebagai perwakilan dari wilayah Taiwan Utara melakukan sosialisasi setelah mendapat kesepakatan dari badan pengurus NTUST-ISA periode 2009-2010, kemudian mengumpulkan kontak mahasiswa dari berbagai kampus di Taiwan Utara (Ming Chuan Univ., NTU, NTUST, NTUT, Yang Ming Culture Univ., Tamkang Univ., NTNU, Fu Ren Univ., NCCU, NTUA). Berikutnya dalam rapat online pembahasan pembentukan PPI Taiwan, NTUST-ISA diwakili oleh beberapa pengurus hingga diperoleh kesepakatan 4 orang yang menjadi bagian dari tim deklarasi PPI Taiwan. Proses sosialisasi di Taiwan wilayah tengah mulai dilakukan secara cyber menggunakan skype, kemudian didukung dengan pembuatan milist PPI Taiwan Tengah dan Facebook PPI Taiwan Tengah. Rencana awalnya adalah pembentukan PPI Taiwan tengah, namun pada perjalanannya hanya menghasilkan tim sosialisasi yang berasal dari 4 daerah yang diwakili oleh : Alvian Bayu (Taoyuan), Sutrisno Hadi (Chungli), Agus Andria (Hsinchu) dan Ajeng Aditi (Taichung).

Proses sosialisasi di Taiwan selatan dilakukan oleh PPI Tainan dengan mencari kontak di beberapa daerah di Chiayi, Kaohsiung, Douliu, dan Pingtung, serta memperluas jaringan di Tainan pada khususnya. Milis PPI Taiwan Selatan dan Facebook PPI Taiwan Selatan juga dibuat untuk mendukung proses sosialisasi PPI Taiwan. Setelah proses sosialisasi dilakukan, beberapa universitas telah dijaring (NCKU, STUT, NUTN, TIT, NCCU, NCYU, Wenzao University, dan NSYSU).

Pada tanggal 23 Maret 2010 dibentuklah Tim 9 untuk mempersiapkan deklarasi/pendirian PPI Taiwan, dimana 9 orang anggotanya merupakan perwakilan mahasiswa yang diusulkan dari wilayah Utara, Tengah dan Selatan (masing-masing dengan 3 orang perwakilan). Pada tanggal 30 Maret 2010, Tim 9 memutuskan untuk manambahkan lagi 3 orang mahasiswa yang berasal dari PPI daerah yang sudah berdiri, sehingga menjadi total 12 orang perwakilan mahasiswa, yang selanjutnya dinamakan Tim Deklarasi PPI Taiwan. Tim Deklarasi pada tanggal 6 April 2010 memastikan bahwa deklarasi PPI Taiwan akan dilaksanakan pada tanggal 2 Mei 2010. Maka proses sosialisasi pendirian PPI Taiwan dilanjutkan dengan perencanaan pengiriman undangan untuk menghadiri Deklarasi PPI Taiwan pada tanggal 2 Mei 2010 kepada seluruh perwakilan mahasiswa Indonesia di Taiwan.

Deklarasi PPI Taiwan[sunting | sunting sumber] Pelajar Indonesia di Taiwan mendeklarasikan berdirinya Perhimpunan Pelajar Indonesia di Taiwan (PPI Taiwan) pada tanggal 2 Mei 2010, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional. Deklarasi ini dilaksanakan di Holistic Education Village Building, Chung Yuan Christian University (CYCU), Chungli, Taiwan dan ditandatangani oleh Tim Deklarasi PPI Taiwan serta disaksikan oleh Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei.

Lambang PPI Taiwan[sunting | sunting sumber]

Lambang PPI Taiwan meliputi tulisan PPI Taiwan, gambar pulau Taiwan, gambar sepasang pelajar bertopi toga, dan gambar segitiga; dengan kombinasi warna yang terdiri dari hijau, merah, putih, dan biru dengan makna sebagai berikut: 1. tulisan PPI Taiwan dengan huruf Calibri berwarna putih merupakan singkatan dari Perhimpunan Pelajar Indonesia di Taiwan; 2. gambar pulau Taiwan berwarna hijau, bermakna PPI yang berada di Taiwan merupakan agen pembaharuan; 3. gambar sepasang pelajar bertopi toga sambil berjabat tangan, berwarna merah dan putih, bermakna persahabatan, kesetiakawanan, gotong-royong, dan toleransi yang menjiwai kegiatan PPI Taiwan dengan dilandasi oleh rasa cinta kepada tanah air Indonesia; dan 4. gambar segitiga berbentuk ujung anak panah berwarna biru, bermakna PPI Taiwan siap melesat ke atas dalam prestasi di bidang Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Seni, dan Budaya.

Moto PPI Taiwan[sunting | sunting sumber] Sebagaimana tercantum dalam AD/ART PPI Taiwan, moto PPI Taiwan adalah: 「Berbakti untuk Ibu Pertiwi melalui Persatuan dan Prestasi.」 Kepengurusan PPI Taiwan Periode I (2010/2011)[sunting | sunting sumber]

Struktur Organisasi[sunting | sunting sumber]


Struktur Organisasi PPI Taiwan

Kepengurusan PPI Taiwan terdiri dari beberapa unsur. Unsur Pengurus, terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, serta tujuh Bidang Program Kerja. Selanjutnya terdapat Kepanitiaan, yang secara khusus mengurusi kegiatan tertentu yang menjadi program kerja PPI Taiwan. Dalam badan kepengurusan PPI Taiwan terdapat pula Pokja (Kelompok Kerja) Kajian, misalnya Pokja Kajian Mitigasi Bencana, Tenaga Kerja Indonesia dll. Sebuah Badan Otonom yang mengurusi pendirian Universitas Terbuka (UT) untuk para Tenaga Kerja Indonesia di Taiwan melengkapi kepengurusan PPI Taiwan Periode I ini.

Susunan Kepengurusan[sunting | sunting sumber] • Ketua: Alief Wikarta (NTUST) • Wakil Ketua: Vincentius Surya Kurnia Adi (NCKU) • Korbid Litbang: Ami Amrullah (NCYU) • Korbid Kesekretariatan: Paramitha Messayu (NCYU) • Korbid Keuangan: Edwin Wibisono (NCKU) • Korbid Jejaring: Sigit Tri Wicaksono (NTUST) • Korbid Sosbud: Flemming Panggabean (ASIAU) • Korbid Informasi & Multimedia: Ervin Nurhayati (NCTU) • Korbid Manajemen Pengetahuan: Ferdian Wirawan (NCKU)

Kepengurusan PPI Taiwan Periode II (2011/2012)[sunting | sunting sumber]

Struktur Organisasi[sunting | sunting sumber] Kepengurusan PPI Taiwan untuk periode II terdiri unsur Pengurus, yaitu Ketua dan Wakil Ketua, dan empat koordinator bidang dimana setiap bidang menaungi dua bidang program kerja dibawahnya. Selain itu, saat ini terdapat dua lembaga otonom dalam struktur kepengurusan PPI Taiwan yaitu Lentera ide dan Universitas terbuka.

Susunan Kepengurusan[sunting | sunting sumber]

Struktur Organisasi Pengurus PPI Taiwan Periode 2011-2012

1. Ketua: Ramzi Adriman(ASIAU) 2. Wakil Ketua: Ami Amrullah (NCYU) 3. Korbid Pendidikan dan Kemahasiswaan: Alfi Syahril (YZU) • Bid Pendidikan: Dewi Ratih Ayu Daning (YZU); Emmelia Tan (CCU); Esther Sondang Saragih (NTUST) • Bid Kemahasiswaan: Ainul Mardhiah (ASIAU); Luh Nyoman Ratih Wagiswari K. (NSYSU) 4. Korbid Budaya, Pariwisata, Minat dan Kreativitas: Martin Flemming Panggabean (ASIAU) • Bid Budaya dan Pariwisata: Rahmat Sidik (NTOU); Johny S (CHU); • Bid Minat dan Kreativitas: Khairul Anam (NCU); Sudiana Wirasambada (NTUST) 5. Korbid Sosial, Advokasi hukum dan Hubungan lembaga: Canggih Setya Budi (NCU) • Bidang sosial dan advokasi hokum: Dian Prasetyani Saraswati (NCCU) • Bidang Hubungan Lembaga: M Ali Rahman Hakim (ASIAU); Dedi Fazriansyah Putra (NTOU); Restu Rizkyta Kusuma (NPUST) 6. Korbid Kesekretariatan: Meilinda Fitriani Nur Maghfiroh (NTUST) • Bidang Media, Informasi dan dokumentasi: Dina Wahyu Indriani (CYCU); Era Rouzi (NUU) • Bidang Administrasi dan keuangan: Zaujatul Amna (ASIAU); Yeni (NTUST)

Program Kerja[sunting | sunting sumber]

Ruh PPI Taiwan adalah penjelmaan dari kegiatan dan cita-cita Pelajar Indonesia di Taiwan yang memiliki tekad membesarkan nama negara tercinta walaupun berada di negeri orang. Keinginan menjadi duta bangsa yang paripurna yaitu yang memiliki prestasi dengan mengedepankan sikap dan tingkah laku etika dan moral serta keragaman budaya bangsa menjadikan kepengurusan PPI Taiwan tahun 2011-2012 menitikberatkan pada tiga fokus utama yaitu : 1. Pendidikan dan Kemahasiswaan Sebagai pelajar dan mahasiswa tugas utama belajar yaitu menuntut ilmu adalah hal utama yang wajib dimiliki oleh seluruh mahasiswa, tentunya dalam menimba ilmu tidak sedikit masalah yang muncul baik yang berkaitan dengan akademik dan kehidupan pribadi serta sosialnya. Meningkatnya keinginan besar masyarakat Indonesia yang ingin melanjutkan studinya ke Taiwan menjadikan PPI Taiwan harus memberikan informasi kepada calon mahasiswa mengenai persiapan pra sekolah (Informasi Universitas, beasiswa, visa, dan suasana kehidupan di Taiwan) 2. Pariwisata, budaya dan minat bakat Peningkatan jumlah pengunjung luar negeri haruslah didorong setiap tahunnya, baik dalam rangka investasi bisnis dan kunjungan turis. Maka PPI Taiwan dan mahasiswa Indonesia memiliki tanggungjawab bersama dalam memperkenalkan kekayaan alam, dan ragam budaya serta adat istiadatnya. Sisi lainnya sebagai pemuda yang enerjik dan memiliki motivasi dan minat terhadap bidang tertentu selain bidang keilmuan yang ditekuninya berupa bidang olahraga, seni, dan keterampilan. 3. Sosial, advokasi hukum dan hubungan lembaga Fokus ini adalah wujud dari tanggungjawab mahasiswa sebagai masyarakat yang hidup berdampingan dengan masyarakat lainnya baik masyarakat Indonesia di Taiwan, masyarakat Taiwan dan masyarakat internasional di Taiwan. Dalam hal kepedulian terhadap masalah masyarakat Indonesia yang hidup di Taiwan yaitu membantu menemukan jalan keluarnya, sedangkan terhadap masyarakat internasional berperan aktif dalam kegiatan-kegiatannya. Fokus PPI Taiwan ini didukung oleh badan otonom untuk memperkuat cita-cita dan menjaga sustainibilitynya. Badan otonom yang sudah ada adalah warisan dari kepengurusan sebelumnya yaitu Universitas Terbuka dan Lentera Ide. Tidak tertutup kemungkinan seiring dengan kebutuhannya maka akan dibentuk badan otonom PPI lainnya. Dalam geraknya demi keselarasan ide dan cita-cita pelajar maka PPI Taiwan memiliki lembaga legislatif 'Badan Musyawarah' PPI Taiwan yang merupakan perwakilan dari PPI Universitas dan PPI Wilayah yang ada di Taiwan. Lembaga ini adalah lembaga pengontrol dan pengawas PPI Taiwan sehingga program yang dijalankan sesuai dengan aturan (AD/ART) lembaga.

Kepengurusan PPI Taiwan Periode 2013/2014[sunting | sunting sumber] “BHAKTI KARYA NYATA UNTUK NUSA DAN BANGSA” Sekilas tentang PPI Taiwan 2013/2014:

Misi[sunting | sunting sumber] Secara makro, PPI Taiwan hadir diantara 3 komponen penting yang terakit langsung dengan keberadaan organisasi ini: anggotanya, masyarakat Indonesia yang ada di Taiwan, dan bangsa Indonesia tanah air kita semua. Masing-masing komponen menitipkan misinya pada PPI Taiwan. • Dari anggota: menyediakan bantuan advokasi. • Dari masyarakat: menjadi agen perubah, agen kontrol sosial, dan agen penerus bangsa. • Dari bangsa: menjadi gudang berpikir (think tank) dan berkontribusi nyata pada permasalahan bangsa Serah terima dari kepengurusan 2012/2013 ke 2013/2014

Kupas Masalah : Pencarian Visi[sunting | sunting sumber]

Untuk pencapaian dari 3 misi tersebut, PPI Taiwan dituntut harus berpihak pada anggota, masyarakat, dan bangsa. Semua kegiatan yang dilakukan harus mencerminkan aspirasi pada 3 komponen ini (anggota, masyarakat, bangsa). Tentu saja, secara realistis pencapaian ini harus bertahap. Bisa saja dibuatkan skenario besar (grand design) organisasi dalam 5 tahun ke depan untuk mencapai proporsional yang optimal untuk menjalankan tanggung jawab (misi) ini. Penetapan visi juga harus melihat kondisi dan permasalahan yang ada. PPI Taiwan tidak bisa dengan serta-merta membuat visi, program kerja, atau apapun tanpa melihat dulu secara luas (hellicopter view) semua faktor yang ada, dari dalam tubuh organisasi sendiri (internal) dan juga dari luar organisasi (eksternal). Yang jadi pertanyaan selanjutnya: apa kondisi dan permasalahan sekarang? Berikut gambaran makronya. Kondisi (internal dan eksternal) • Ada lebih 1500 pelajar Indonesia tersebar di seluruh Taiwan dengan umur dan pendidikan yang sangat bervariasi. • Banyak sekali bibit, potensi, bakat, dan kemampuan yang dibawa setiap individu maupun secara kelompok pada 1500 lebih pelajar Indonesia tersebut. • Setiap individu memiliki ketertarikan pada spesifik isu. Kumpulan individu yang memilik ketertarikan yang sama kemudian membentuk kelompok. Di Taiwan ada banyak sekali kelompok baik yang diorganisasikan maupun yang masih berupa paguyuban. • Pelajar Indonesia di Taiwan memiliki satu wadah bersama untuk beraktivitas, yaitu PPI Taiwan • Semua perbedaan yang ada, memiliki dua kesamaan menarik: bahwa kita hidup bersama-sama di negeri rantau dan tetap plural (heterogen). Permasalahan • Negara dan Bangsa Indonesia yang masih sakit, sedikit banyak memberikan pengaruh pada masyarakat Indonesia di sini. • Belum adanya atase pendidikan di KDEI sebagai perlindungan terkait hak dan kewajiban pelajar di berbagai perguruan tinggi di Taiwan • Banyak masyarakat Indonesia di sini yang rindu pada hal-hal dimana mereka bisa mengekspresikan kecintaan pada tanah tumpah darah dan kebutuhan sosialisasi atau aktualisasi diri mereka. Atau malah, mereka sudah mulai terkikis rasa kecintaan karena tidak ada yang mengingatkan dan sudah apatis karena kebutuhan tersebut tidak bisa didapatkan. • Organisasi PPI Taiwan sendiri yang belum optimal fungsinya untuk menjalankan 3 tanggung jawab utamanya (misi).

Analisa Dari 4 permasalahan makroskopik tersebut, poin 4 adalah yang sangat kritis harus dituntaskan. Kami yakin, begitu PPI Taiwan bisa mengoptimalkan fungsinya, maka akan banyak kontribusi yang bisa diberikan PPI Taiwan pada anggota, masyarakat, dan bangsa. Namun, masalah ini menjadi kajian internal yang dalam dan tingkat kompleksitas yang cukup tinggi. Metoda “kenapa, kenapa, kenapa, kenapa, dan kenapa” (5 Whys method) bisa dilayangkan pada setiap permasalahan yang ada, sehingga pada satu titik ditemukan nanti akar permasalahan (root cause).

Diagram Tulang Ikan – Fishbone Diagram Metoda lain untuk mencari root cause adalah dengan “Diagram Tulang Ikan” (fishbone diagram), atau disebut juga “Diagram sebab-akibat” (cause & effect Diagram). Metoda ini dimulai dengan “pembadaian otak” (brainstorming) dari beberapa orang untuk mendaftar semua kemungkinan kenapa masalah timbul, kemudian menganalisa permasalahan utama dengan merinci faktor-faktor yang berkontribusi pada masalah tersebut, dan selanjutnya menentukan akar permasalahan untuk diselesaikan.

Kesimpulan[sunting | sunting sumber]

Menurut analisa kami, akar permasalahan kenapa PPI Taiwan tidak optimal dalam menjalankan fungsinya adalah keanggotaan yang sangat majemuk (heterogen, bervariasi). Satu kata untuk mewakili kesimpulan ini adalah kemajemukan.

Visi[sunting | sunting sumber]

Setelah menyimpulkan masalah tersebut, jelas sekali terlihat bahwa PPI Taiwan harus sanggup menghadapi masalah kemajemukan anggota ini, karena dengan demikan satu batu sandungan terbesar untuk mengoptimalkan fungsi PPI Taiwan berkurang. Dengan demikian, visi yang kami usung adalah: Pluralitas adalah perpaduan Kekuatan dan Keindahan. Kami memandang, pluralitas adalah salah satu sifat alamiah manusia dan masyarakat yang tidak bisa dihilangkan. Pluralitas menjadi masalah yang pelik, namun di bawah kepemimpinan dan manajemen yang tepat justru akan menjadi sebuah kekuatan unik. Bayangkan, kemajemukan ilmu dan pengetahuan anggotanya (ada yang dari ekonomi, politik, hukum, pendidikan) kalau dibuatkan jaringan kerjanya (seperti seminar, forum diskusi) akan memberikan kontribusi yang nyata pada anggota (ada tempat untuk saling mengisi dan berbagi ilmu satu sama lain), masyarakat (peningkatan ilmu pengetahuan dasar masyarakat terhadap satu masalah secara komprehensif), dan bangsa (memberikan solusi-solusi tepat guna bagi beberapa masalah bangsa yang terkait).

Penjabaran visi[sunting | sunting sumber] Jelas, visi tersebut harus dijabarkan dalam program kerja nantinya dalam bentuk sebuah “Konsep Program Kerja”. Konsep program kerja ini akan menjadi jiwa dan semangat dari setiap acara yang dilakukan oleh PPI Taiwan. Konsep program kerja kami jabarkan dalam 3 poin: • Menjadi pelayan pada anggota dengan spektrum kebutuhan seluas mungkin dengan melibatkan partisipan yang semajemuk mungkin. Realitas tingkat prioritas adalah. Anggota – Masyarakat – Bangsa • Berpikir global bertindak lokal. Ini adalah untuk menghindari program-program yang omong kosong dan tidak berkontribusi apa-apa baik pada anggota, masyarakat, apa lagi ke bangsa. Kita harus berpikir sampai ke langit, tapi harus ada tindakan nyata sekurang-kurangnya untuk level kampung kecil. • Membudayakan berorganisasi di antara para anggota dan pengurus. Mengingat organisasi PPI Taiwan adalah organisasi mengalir, yang artinya anggotanya datang-pergi silih berganti, jelas tidak gampang untuk memelihara gaya dan selera. Walau demikian, tetap masih ada hal yang bisa diwariskan: budaya. Kalau kita bisa membudayakan beroganisasi, siapapun yang datang akan terbawa oleh nuansa itu. Ini adalah hukum alam: orang baru cendrung mengikuti pola yang sudah ada pada lingkungan barunya.

Tagline yang akan dibawa dalam periode ini adalah BHAKTI KARYA NYATA UNTUK NUSA dan BANGSA

Kabinet Eksekutif PPI Taiwan (2013/2014)[sunting | sunting sumber] Ketua Umum: Dedi Fazriansyah Putra (NTOU) Sekretaris Jenderal: Andi Azhar (AU) Biro Kesekretariatan dan keuangan Kepala Sekretariat: Anisa Larasati (NTUST) Deputi Bidang Keuangan: Kartika P. Klara (NTOU) Departemen Keilmuan dan Akademik Kepala Departemen: La Ode Abdurrahman (CTUSCH) Deputi Bidang Pengembangan Keilmuan: M. Nur Ghoyatul Amin (NPUST) Deputi Bidang Akademik: Hendra Susanto (NCTU) Departemen Humas Jaringan dan Propaganda Kepala Departemen: Triyono Yudha Hanggara Sanyoto (NCKU) Deputi Bidang Humas dan propaganda: Ananda Insan Firdausy (NCU) Deputi Bidang Pengembangan Jaringan: Nano Suwarno (UT) Departemen Budaya, Pariwisata, Minat dan Kreativitas Kepala Departemen: Erri Fidiantyo (NCKU) Deputi Bidang Budaya dan Pariwisata: Sri sumartiningsih (CCU) Deputi Bidang Minat dan kreativitas: Eldhy Hendrawan (NCU) Departemen Pengabdian Masyarakat, Advokasi dan Hubungan Lembaga Kepala Departemen: Usuluddin (NCU) Deputi Bidang Pengabdian Masyarakat: Luluk Sunarti (UT) Deputi Bidang Hubungan antar Lembaga: Sayid Ali Fikri (UT) Badan Penelitian dan Pengembagan Kepala Badan: Agus David Ramdansyah (FJU) Deputi Bidang Informasi Teknologi, Riset, dan Data : Rahmat Hertawan(CYCU) Duta LBPP untuk Asia Timur: Retno Widyastuti (NCCU) Duta LBPP untuk Asia Pasifik dan Oceania: Hakun Wira (NTUST)

[Humas Dept. 2013/2014]

Pranala luar[sunting | sunting sumber] • Website PPI Taiwan • (Profil) PPI Taiwan di Facebook • Flickr PPI Taiwan • Youtube PPI Taiwan