Operasi pembebasan awak kapal MV Sinar Kudus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Operasi pembebasan sandera kapal MV Sinar Kudus adalah sebuah operasi untuk membebaskan asak kapal MV Sinar Kudus yang disandera di Somalia. Dalam pembebasan ini dibentuklah Satgas Merah Putih, Satuan tugas militer ini dibentuk untuk menyelamatkan awak kapal MV Sinar Kudus yang dibajak perompak secara milter. Satgas melibatkan dua kapal fregat yakni KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 dan KRI Yos Sudarso-353, satu kapal LPD KRI Banjarmasin-592 dan satu helikopter, “sea riders” dan LCVP. Personel yang dikerahkan terdiri atas pasukan khusus dari Kopassus, Korps Marinir dan Kopaska. [1]

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Kapal MV Sinar Kudus milik PT Samudra Indonesia (persero) dibajak perompak Somalia pada tanggal 16 Maret 2011 dan membawa 20 ABK. Kapal berbobot 8.911 ton itu membawa feronikel dengan tujuan Belanda. Ketika dibajak, MV Sinar Kudus berada di Perairan Somalia tepatnya di sekitar 350 mil laut tenggara Oman.

Tugas Pokok[sunting | sunting sumber]

Tugas pokok dari satgas merah putih adalah :

  1. Menyelamatkan 20 WNI
  2. Membawa kembali atau membebaskan kapal Sinar Kudus , bebas ke Indonesia atau melanjutkan pelayaran ke Eropa seperti rencana sebelum dibajak dengan pengawalan TNI.
  3. Melakukan operasi militer dan melakukan pengejaran hingga ke garis pantai Somalia , setelah para sandera dibebaskan [2]

Hasil Akhir[sunting | sunting sumber]

Kapal MV Sinar Kudus dibebaskan dengan membayar tebusan disertai operasi militer bersandikan “Merah Putih” pimpinan Kolonel Laut (P) M. Taufiqurochman. Atas keberhasilannya membebaskan seluruh ABK, Kolonel Laut Pelaut Ahmad Taufiquerachman diberikan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Laksamana Pertama TNI. Presiden juga memberikan tanda jasa Santi Dharma masing-masing kepada Letkol Infanteri Sabri Danyton Ban Sat 801 Gultor, Kolonel Marinir Suhartono, Danden Jaka dan Letkol Penerbang Ronald R Siregar pilot Boeing 474 400 yang bertugas dalam misi pembebasan itu.