Ondol

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Ondol
Hangeul 온돌 / 구들
Hanja
Alih Aksara yang Disempurnakan Ondol / Gudeul
McCune–Reischauer Ondol / Kudŭl

Ondol atau gudeul, adalah sistem pemanas ruangan tradisional Korea. Ondol bermanfaat mentransfer panas yang dihasilkan pembakaran kayu dari tungku pembakaran yang dialirkan dari sekat-sekat yang dibuat di bawah lantai. Pada penggunaan di zaman modern, ondol mengacu pada segala macam pemanas bawah tanah, baik di hotel maupun di rumah gaya Barat di Korea.

Komponen-komponen penting dari ondol tradisional adalah perapian (agungi; 아궁이) yang digabungkan dengan ruangan (umumnya kamar tidur dan dapur) yang dilengkapi dengan saluran horizontal di bawah lantai guna mengalirkan udara hangat dan cerobong asap vertikal.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Penggunaan awal[sunting | sunting sumber]

Situs ondol tertua ditemukan di sebuah situs arkeologis zaman perunggu yang bertarikh sekitar 1000 SM di Unggi, propinsi Hamgyeong Utara, Korea Utara. Dari situs itu deitemukan sisa gudeul di situs permukiman purba. [1]

Istilah "gudeul" sebenarnya lebih digunakan semenjak 2000 tahun lalu di Korea, sementara istilah "ondol" baru muncul sekitar abad ke-19.[2] Berdasarkan penelitian sejarawan Son Jintae (1900 - hilang semasa Perang Korea 1950-1953), Gudeul berasal dari kata guun-dol, yang artinya batu yang dipanaskan, dan pengucapannya berubah dari gudol atau gudul ke bentuk gudeul. Istilah ondol didapatkan dari karakter hanja dari bahasa Tionghoa.

Ondol modern[sunting | sunting sumber]

Ondol sudah digunakan sejak lama oleh orang Korea untuk menghangatkan rumah bagi kegiatan sehari-hari seperti makan, duduk, dan tidur pada zaman dahulu, kemudian sampai gaya rumah yang bergaya barat pada zaman sekarang. Ondol tradisional menggunakan bahan bakar kayu api kering, batu bara, jerami, ataupun sampah pertanian. Untuk memasak dalam jangka waktu sebentar jerami padi dan sampah pertanian umumnya digunakan, sementara untuk memasak dalam waktu lama dan juga menghangatkan rumah digunakan kayu api. Bahan bakar diisi jarang-jarang atau sering (2-5 kali sehari), tergantung kondisi musim dan frekuensi waktu memasak.

Ondol tradisional dekat dengan tungku pembakaran dan lebih dikhususkan buat menghangatkan orang tua dan tamu yang dihormati. Kekurangan ondol konvensional adalah terbatasnya ruangan yang bisa dihangatkan serta dapat terjadinya penghangatan berlebih, asap pembakaran yang mengandung karbon monoksida yang menyebabkan polusi. Karena alasan inilah kini rumah modern di Korea mulai menggunakan ondol yang ramah lingkungan semenjak tahun 1960-an dengan menghubungkan lantai dengan sistem pemanas air atau pemanas elektrik. Saat ini ondol telah digunakan di kota-kota besar, sementara di daerah masih ada yang memakai ondol konvensional.

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]