Nokia X

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Nokia X
NokiaXlogo.svg
NokiaX 01.jpg
Produsen Nokia, kemudian Microsoft Mobile[1][2]
Seri Keluarga Nokia X
Jaringan kompatibel (GSM/GPRS/EDGE): 850, 900, 1.800 dan 1.900 MHz
3G (HSDPA 7.2 Mbit/s, HSUPA 5.76 Mbit/s): 900 dan 2.100 MHz
Ketersediaan menurut negara 24 Februari 2014 (Amerika Serikat)
6 Maret 2014 (Malaysia)
23 Maret 2014 (India)
12 April 2014 (Indonesia)
Dihentikan 17 Juli 2014
Penerus Nokia X2
Tipe Ponsel pintar layar sentuh
Faktor bentuk Slate
Dimensi 1.155 mm (45.5 in) H
104 mm (4.1 in) W
732 mm (28.8 in) D.
Berat 1.287 g (45.4 oz)
Sistem operasi

Platform Nokia X 1.0 (berbasis Android Jelly Bean 4.1.2)[3]

SoC Qualcomm Snapdragon S4 Play MSM8225
CPU 1.0 GHz dual-core
GPU Adreno 203
Memori 512 MB RAM (768 MB di Nokia X+ dan XL)
Penyimpanan 4 GB
Penyimpanan eksternal microSD hingga 32 GB
Baterai Li-ion 1500 mAh
Tampilan 40 in (100 cm)
800×480 px IPS WVGA
Kamera belakang 3 MP fokus tetap
Konektivitas

Nokia X adalah ponsel cerdas tingkat menengah yang dikembangkan oleh Nokia, diperkenalkan sebagai bagian dari keluarga Nokia X yang baru pada tanggal 24 Februari 2014. Nokia X menjalankan versi Android yang dimodifikasi (bercabang), yang disebut sebagai platform perangkat lunak Nokia X. Perangkat dikirim pada hari yang sama dengan pembukaan, dengan Nokia menargetkan produk untuk pasar negara berkembang. Saat ini dijual dan dikelola oleh Microsoft Mobile. Pada tanggal 17 Juli 2014, Microsoft mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan lini.[4][5]

Nokia X sebelumnya dalam pengembangan dikenal sebagai Normandy, Project N, proyek Asha di Linux dan MView.

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Menguak[sunting | sunting sumber]

Stephen Elop memperkenalkan ponsel di MWC 2014
Layar awal

Ponsel ini diperkenalkan oleh Stephen Elop pada Mobile World Congress 2014 di Barcelona. Bertentangan dengan kebocoran sebelumnya, dua varian, Nokia X[6] dan Nokia X+[7] yang dirilis, dengan Nokia X+ memiliki 768 MB RAM, sebagai lawan dari 512 MB ​​RAM, serta dengan kartu microSD disertakan dalam kotak.[8]

Telepon ketiga, Nokia XL, diumumkan, dengan layar lebih besar, kamera menghadap ke depan, lampu kilat di belakang, dan daya tahan baterai yang lebih lama.[9]

Segera setelah rilis, pengembang telah mengakar perangkat, dan memungkinkan pemasangan aplikasi dan layanan Google.[10]

Ketersediaan[sunting | sunting sumber]

Di India[sunting | sunting sumber]

Nokia secara resmi meluncurkan Nokia X di pasar India dengan banderol harga $140 (8599 rupee India) pada tanggal 23 Maret 2014.[11] Airtel dalam usaha patungan dengan Nokia akan meluncurkan Nokia X di 17 negara Afrika dari pertengahan April 2014.[12]

Di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Setelah diluncurkan di India beberapa hari yang lalu, Nokia memperkenalkan Nokia X di pasar Indonesia pada tanggal 27 Maret 2014 di Jakarta. Ponsel tersebut dijual pada tanggal 12 April 2014 di pasar Indonesia dengan banderol harga Rp 1,6 juta. Peluncurannya diselenggarakan di pusat perbelanjaan Mal Central Park, Jakarta Barat selama dua hari, 12-13 April.[13]

Pada penjualan perdana tersebut, pembeli Nokia X akan mendapat potongan harga sebesar Rp 200.000 menjadi Rp 1,4 juta. Potongan harga ini diberikan Nokia bekerja sama dengan operator seluler Telkomsel. Potongan harga Nokia X ini juga bisa didapatkan di beberapa toko online, seperti erafone.com, oke.com, globalteleshop.com, sentraponsel.com, dan blibli.com. Selain itu, ada tambahan cashback sebesar Rp 200.000 bagi pemegang kartu kredit beberapa bank, seperti Bank Mandiri, BCA, BNI, dan Bank Danamon.[14]

Hanya dua versi Nokia X yang masuk ke pasar Indonesia yaitu Nokia X dan Nokia XL. Nokia XL mulai dipasarkan di Indonesia pada tanggal 13 Juni 2014. Pada awalnya Nokia XL dijual seharga Rp 2,2 juta, namun akhirnya harga jual itu diturunkan menjadi Rp 1.999.000.[15]

Kritik[sunting | sunting sumber]

Nokia X banyak dikritik karena tidak memiliki tombol home, tapi kesalahan sedang diperbaiki di ponsel Nokia X berikutnya.[16] Nokia X2 yang baru saja diperkenalkan telah memperbaiki masalah tersebut.Sedangkan kritik lainnya adalah karena Nokia x tidak memiliki aplikasi store resmi milik android,yaitu Play store dan malah digantikan oleh aplikasi dari pihak Nokia yaitu Nokia store.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]