Nilai Kesetaraan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

(Dialihkan dari Nilai Pembebasan)
Langsung ke: navigasi, cari
Artikel ini adalah bagian dari seri
Islam
Rukun Islam
Syahadat · Shalat · Puasa
Zakat · Haji
Rukun Iman
Allah · Al-Qur'an · Malaikat
Nabi · Hari Akhir
Qada & Qadar
Tokoh Islam
Muhammad SAW
Nabi & Rasul · Sahabat
Ahlul Bait
Kota Suci
Mekkah ·Madinah · Yerusalem
Najaf · Karbala · Kufah
Kazimain · Mashhad ·Istanbul
Hari Raya
Hijrah · Idul Fitri · Idul Adha · Asyura·Ghadir Khum
Arsitektur
Masjid ·Menara ·Mihrab
Ka'bah
Arsitektur Islam
Jabatan Fungsional
Khalifah ·Ulama ·Muadzin
Imam·Mullah·Ayatullah
Mufti
Teks & Hukum
Al-Qur'an ·Hadist · Sunnah
Fiqih · Fatwa · Syariat
Manhaj
Salafush Shalih
Mazhab
Sunni
Hanafi ·Hambali
Maliki ·Syafi'i
Syi'ah
Dua Belas Imam
Ismailiyah·Zaidiyah
Lain-lain
Ibadi · Khawarij
Murji'ah·Mu'taziliyah
Gerakan
Hizbullah·Hizbut Tahrir
Ikhwanul Muslimin·Tasawuf
Wahhabisme
Jamaah Tabligh
Ormas Islam
Nahdlatul Ulama
Muhammadiyah
Wahdah Islamiyah
Persis·MUI·LDII
Lihat Pula
Portal Islam
Indeks mengenai Islam
lihat  bicara  sunting

Nilai Tauhid menyetarakan manusia dengan tidak diakuinya mereka yang mengaku sebagai Allah (QS Al-An'aam 6:150-151).

Inti tauhid adalah pengabdian manusia adalah hanya kepada Allah semata, tidak boleh ada manusia yang mencoba menguasainya dengan mengaku dirinya atau idolanya sebagai sekutu Allah. Dalam contoh di atas istilah "HARAM" adalah istilah yang khusus Allah gunakan untuk hal-hal yang dilarang secara mutlak dan universal, semacam pembunuhan dan belasan lainnya. Menambah-nambah yang "HARAM" menjadi puluhan, ratusan hal yang haram adalah suatu tindakan musyrik sama saja dengan menganggap diri sekutu Allah. Apalagi mereka yang mengharamkan semua hal kecuali beberapa hal saja.

Umumnya masyarakat hanya tahu bahwa musyrik adalah menyembah berhala atau batu. Sebagian juga percaya bahwa virus TBC, yaitu percaya kepada tahayul, bid'ah dan khufarat adalah kemusyrikan. Itu semua betul, tapi membajak nama Allah untuk kepentingan pribadi atau golongan juga suatu suatu tindakan kemusyrikan. Begitu juga merasa benar sendiri dan memonopoli interpretasi ajaran suatu agama adalah tindakan kemusyrikan juga. Semua manusia adalah setara di mata Allah, tidak ada yang berhak mengaku sebagai sekutu Allah.


Peralatan pribadi