Negeri Bakkara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Bakkara (Bakara) adalah nama sebuah wilayah di pinggiran baratdaya Danau Toba, dekat Muara dan dalam wilayah administratif Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

Sebuah teritori yang terdiri dari beberapa dusundan desa terhampar di lembah yang berjarak belasan kilometer dari Dolok Sanggul. Dibelah oleh dua aliran sungai besar yang berair deras. Sungai terbesar yang dominan adalah Aek Silang yang bersumber dari air terjun yang tercurah dari bentangan perbukitan. Sungai kedua yang lebih kecil bernama Aek Simangira. Keduanya mengaliri beberapa desa dan bermuara di Danau Toba.

Yang terkenal dari daerah ini[sunting | sunting sumber]

Bakkara terkenal dengan Aek Sipangolu (air yang menghidupkan). Konon menurut cerita jika seseorang terkena jenis penyakit apapun apabila orang tersebut berendam atau meminum air dari Aek Sipangolu maka ia akan sembuh. Aek Sipangolu adalah sumber air yang keluar dari batu dan mengalir sepanjang masa, airnya segar dan jernih dan bermuara di Danau Toba.

Bakkara juga terkenal akan bawang merahnya, di mana bawang merah adalah komoditas utama penduduk daerah ini, di samping padi dan kacang tanah.

Selain itu, Bakkara adalah tempat lahirnya Raja Sisingamangaraja XII.

Bakara termasuk wilayah dari kabupaten Humbang Hasundutan yang beribu kota Dolok sanggul. Bakara merupakan ibu kota Kecamatan Baktiraja.

Aksesibilitas[sunting | sunting sumber]

Untuk menuju Bakkara ini ada terdapat 2 (dua) akses jalan ke daerah ini, jika datang dari arah Medan maka para pengunjung akan masuk dari Siborong-borong menuju arah Kecamatan Muara. Jika datang dari arah Sidikalang maka mereka akan masuk daerah Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan dan menyusuri jalan berliku-liku di pinggir tebing yang menjulang tinggi dan di sisi yang lainnya mempunyai pemandangan indah yaitu jurang yang begitu dalam dan hamparan Danau Toba serta pulau Samosir nampak di kejauhan.