Seoul Munmyo
| Seoul Munmyo | |
|---|---|
| Hangeul | 서울 문묘 |
| Hanja | 서울 文廟 |
| Alih Aksara yang Disempurnakan | Seoul Munmyo |
| McCune–Reischauer | Sŏul Munmyo |
Seoul Munmyo adalah sebuah kuil yang terletak di Seoul, Korea Selatan.[1] Seoul Munmyo yang didirikan pada zaman Dinasti Joseon pada tahun 1398, dan merupakan kuil Konfusius yang tertua di Korea.[1] Kuil yang terletak di dalam kompleks Universitas Seonggyungwan, yang juga merupakan akademi Konfusius tertua di Korea, dilestarikan Pemerintah Korea Selatan sebagai Situs Bersejarah Nomor 143.[2][3]
Daftar isi |
Sejarah [sunting]
Seoul Munmyo adalah Munmyo pertama yang didirikan pada masa Dinasti Joseon.[4] Munmyo atau Kongmyo (Hanzi:文廟/孔廟 Wen Miao atau Kong Miao dalam Bahasa Cina) merupakan kuil yang didirikan para penganut Konfusianisme sebagai penghormatan bagi Konfusius dan para pengikutnya.[5] Setelah pendirian Seoul Munmyo, berbagai Munmyo lain didirikan di penjuru Korea untuk menyebarluaskan pengajaran dan pendidikan tentang Konfusianisme.[6]
Pembangunan Kuil Seoul Munmyo mulai direncanakan pada tahun 1304 atas prakarsa ilmuwan An Hyang (1243 – 1306) dan selesai dibangun pada tahun 1398 pada tahun ke-7 masa pemerintahan Raja Taejo, setelah beberapa bangunan utama lain selesai dikonstruksikan seperti Istana Gyeongbok, Kuil Jongmyo dan Altar Sajik.[7][1]
Kuil Seoul Munmyo mengalami beberapa kali musibah kebakaran, yang pertama terjadi tak lama setelah selesai pembangunannya, yakni pada tahun ke-2 masa pemerintahan Raja Jeongjong (tahun 1402).[8] Setelah itu diperbaiki lagi pada tahun 1407, tahun ke-7 Raja Taejong bertahta.[8] Tempat ini mengalami penistaan saat Raja Yeonsangun yang lalim berkuasa. [7] Ia menjadikan kuil ini sebagai kandang hewan dan tempat hiburan.[7] Pada pemerintahan yang berikutnya, saat baru saja Raja Jungjong mengembalikan fungsi kuil ini seperti sediakala, namun kembali mengalami kehancuran parah dikarenakan peristiwa Perang Imjin pada tahun 1592.[2] Pada saat itu, tidak hanya Munmyo yang mengalami kerusakan berat, namun hampir semua bangunan utama seisi ibukota seperti Istana Gyeongbok dan Kuil Jongmyo musnah dilalap api. [8] Barulah pada tahun 1606, pada tahun ke-39 masa pemerintahan Raja Seonjo, Munmyo dan berbagai bangunan utama lain direstorasi kembali seperti sediakala.[7] Restorasi besar-besaran terhadap arsitektur Kuil Seoul Munmyo dilakukan pada tahun 1869 pada tahun ke-6 pemerintahan Raja Gojong.[7]
Arsitektur [sunting]
Kuil Munmyo dibangun dengan arsitektur kayu dan atap genting tanah liat dan didekasikan untuk penghormatan bagi Konfusius serta para pengikutnya yang dianggap suci seperti Lao Zi, Meng Zi, dan tokoh-tokoh Korea yang berjasa dalam mengembangkan Konfusianisme seperti Yi Hwang dan Yi I.[9][4]
Bangunan-bangunan utama kompleks kuil adalah Daeseongjeon (大成殿 ;"Aula Agung Utama"), Dongmu (東廡) dan Seomu (西廡) (Aula Timur dan Aula Barat yang terletak di sisi Daeseongjeon), Samshinmun (三神門:"Gerbang Tiga Jiwa").[4] Aula Utama Daeseongjeon merupakan tempat yang ditujukan untuk Konfusius dan para orang suci dan juga tempat dilaksanakannya ritual dan upacara-upacara persembahan Seokjeon daeje (석전대제).[9]
Karena berada dalam kompleks Universitas Seonggyungwan, kuil ini disebut pula Seonggyungwan Munmyo.[4] Sebelumnya, nama akademi ini berganti-ganti seiring naiknya penguasa Joseon, mulai dari Gukjagam, Gukhak, Teahak, serta Bangung.[8] Seonggyungwan merupakan institut pendidikan tertinggi pada zaman Dinasti Joseon yang khusus dibangun untuk mendidik mahasiswa dan ilmuwan yang dipersiapkan bekerja di istana. [10] Universitas Seonggyungwan sampai sekarang menjadi universitas tertua di Korea dan masih mengajarkan pendidikan berbasis Konfusianisme.[6] Kompleks Universitas Seonggyungwan terdiri dari bangunan utama Myeongryundang (明倫堂), asrama mahasiswa Seojae (西齋) dan Dongjae (東齋), serta bangunan perpustakaan Jongyeonggak (尊經閣).[8] Semenjak Korea dijajah Jepang pada tahun 1910, segala aspek budaya dan pendidikan mengenai Konfusianisme mengalami tekanan, termasuk Seonggyungwan dan Munmyo.[11] Pada tahun berikutnya Seonggyungwan diganti namanya oleh pemerintahan kolonial Jepang menjadi Gyeonghakwon.[3] Setelah Korea merdeka, barulah Gyeonghakwon berubah menjadi Universitas Seonggyungwan.[3] Bersama Kuil Munmyo, universitas ini merayakan hari jadinya yang ke-600 tahun pada tahun 1998.[3]
Jerye dan Jerye-ak [sunting]
Munmyo Jerye (文廟祭禮; Upacara Munmyo) adalah upacara yang dilaksanakan di Kuil Munmyo untuk memberikan penghormatan bagi Konfusius dan para pengikutnya.[9] Nama lain upacara ini adalah Seokjeonje (석전제) atau Seokjeon Daeje (석전대제).[12] Ritual upacara ini diselenggarakan dua kali setahun setiap musim semi di bulan April dan musim gugur di bulan September. [9] Pada upacara ini dipentaskan tarian baris (Ilmu) oleh para siswa Seonggyungwan dengan permainan musik aak (musik agung) yang lambat dan khidmat dengan alat-alat musik tradisional Korea.[13] Musik Munmyo Jerye dinamakan Munmyo Jerye-ak.[13] Musik ini bertempo lambat dan menjadi referensi musik tertua di Asia Timur yang masih bertahan sebab musik yang sejenis tak lagi dimainkan di Cina.[14] Munmyo Jerye-ak awalnya diperkenalkan dari Dinasti Song tahun 1111 kepada Dinasti Goryeo dan bertahan sampai sekarang.[13] [15] Permainan musik ritual ini mendapatkan perhatian khusus pada masa pemerintahan Raja Sejong Yang Agung (bertahta 1418 - 1450).[15] Atas bantuan ahli musik Park Yeon, Munmyo Jerye-ak dimurnikan kembali seperti musik zaman Zhou yang asli, yang didasarkan rekonstruksi daripada kitab Cina, yakni Jurye (周禮), Tongjeon (通典), dan Yullyeosinseo (律呂新書).[14]
Lihat pula [sunting]
- Kong Miao, kuil Konfusius paling utama, terletak di Qufu, Shandong, Republik Rakyat Cina.
- Tainan Kongmiao, kuil Konfusius di Tainan, Taiwan.
- Boen Bio, kelenteng Konfusius di Surabaya, Jawa Timur.
Referensi [sunting]
- ^ a b c (Inggris)Munmyo Shrine, Parandeul.co.kr. Diakses pada 31 Maret, 2010.
- ^ a b (Inggris)Sacred places in Korea - The enduring spirit of Confucianism, Joongang Daily. Diakses pada 31 Maret 2010.
- ^ a b c d (Inggris)The foundation of the first national education institute in Korea : Sungkyunkwan, Sungkyunkwan University. Diakses pada 1 April 2010.
- ^ a b c d (Korea)서울문묘(文廟) 대성전, artculture. Diakses pada 17 April 2010.
- ^ (Inggris)What Is the Significance of Jongga in Korea’s Modern-day Society?, Koreana. Diakses pada 1 April 2010.
- ^ a b (Inggris)SKKU History Overview, skku. Diakses pada 21 April 2010.
- ^ a b c d e (Inggris)Areas of the Seoul Munmyo Shrine (Designated Treasures & Edifices excluding Modern Buildings), sca2. Diakses pada 17 April 2010.
- ^ a b c d e (Inggris)Seoul Munmyo Shrine (Daeseongjeon, Myeonyundang, Dongmu, Seomu, Sammun), sca1. Diakses pada 17 April 2010.
- ^ a b c d (Inggris)Choe, Sang-su (1983). Annual customs of Korea: notes on the rites and ceremonies of the year. Seomun-dang.
- ^ (Inggris)SKKU brief history, skku history. Diakses pada 21 April 2010.
- ^ (Inggris)An Byung-Ju (Summer 1987). "Sŏnggyun-gwan, Sanctuary of Confucianism in Korea". Koreana 1 (2): 40. Diakses April 2nd, 2010.
- ^ (Inggris) Robinson, Martin. (2007). Lonely Planet - KOREA. Lonely Planet Publications Pty Ltd
- ^ a b c (Inggris)Munmyo Jeryeak, NCKTPA. Diakses pada 2 April 2010.
- ^ a b (Korea)문묘제례악, encyber. Diakses pada 22 April 2010.
- ^ a b (Inggris)Traditional Korean Music Pages; Classical Korean Music, Angelfire. Diakses pada 2 April 2010.
Pranala luar [sunting]
- (Inggris) Munmyo Confucian Shrine Photo Gallery
