Muhammad di Madinah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Bagian dari artikel tentang
Nabi Islam Muhammad


Kehidupan


Karier


Interaksi


Perspektif

Periode Muhammad di Madinah dimulai sejak Hijrah ke Madinah pada tahun 622 dan berakhir dengan Pembebasan kota Mekkah pada tahun 630.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Peristiwa ini dimulai dengan peristiwa sebelumnya yaitu Muhammad di Mekkah.


September 9 — Hijrah ke Madinah[sunting | sunting sumber]

Hijrah yang dilakukan oleh kaum Muslim dari Mekkah ke Madinah. Muhammad tiba di Madinah pada hari Senin, tanggal 27 September.

Tiba di Madinah[sunting | sunting sumber]

Piagam Madinah[sunting | sunting sumber]

Selama tahun pertama hijrah, Muhammad membuat Piagam Madinah, sebuah perjanjian tentang hak dan tanggung jawab kaum Muslim, Yahudi, dan komunitas suku Arab lainnya di Madinah selama perang antara kota dan tetangganya.

17 Maret— Perang Badar[sunting | sunting sumber]

Perang Badar merupakan pertempuran yang menentukan dalam sejarah Islam awal dan dimulainya perlawanan Muhammad dengan jalan perang terhadap Quraisy Mekkah.

Bani Qainuqa[sunting | sunting sumber]

Bani Qainuqa merupakan suku Yahudi yang hidup sebelum Islam di Madinah. Mereka termasuk suku Yahudi pertama yang berdiam di sana, dan merupakan suku Yahudi yang terkuat di Jazirah Arab sebelum Islam.


23 Maret — Perang Uhud[sunting | sunting sumber]

Pertempuran Uhud terjadi antara kekuatan Muslim yang kecil dan kekuatan dari Mekkah. Uhud dekat Madinah. Kaum muslim memiliki terburuk dari pertemuan itu dan pensiun setelah kehilangan beberapa tujuh puluh lima laki-laki. Namun, Mekah tidak mengejar Muslim ke Madinah, tetapi berbaris kembali ke Mekah. nama dari perang uhud di ambil dari nama tempt perang tersebut.

Pengusiran Bani Nadir ke Khaibar[sunting | sunting sumber]

Bani Nadir merupakan salah satu dari tiga suku utama Yahudi yang berdiam di Madinah. Setelah Perang Uhud, Muhammad mengusir Bani Nadir dari kota pada tahun 625 dan mengambil alih tanah mereka. Bani Nadir pindah ke Khaibar yang mana kemudian terjadi konflik lagi pada taun 628.


Penyerangan ke Dumat al-Jandal: Syria

Perang Khandaq[sunting | sunting sumber]

Perang Khandaq adalah penyerangan dari suku Quraisy Mekkah dibantu oleh sekutu-sekutunya ke Madinah pada tahun 627, oleh karena itu perang ini disebut juga Perang Ahzab (sekutu). Khandaq berarti parit, dimana kaum Muslim di Madinah menggali parit melindungi kota Madinah sehingga pihak sekutu tidak dapat menyerang ke dalam kota, walaupun Quraisy Mekkah diperkuat oleh hampir 10.000 orang.

Bani Qurayzah[sunting | sunting sumber]

Bani Qurayzah merupakan suku Yahudi yang tinggal di Madinah pada saat Perang Khandaq terjadi. Pada saat itu mereka membantu pihak penyerang dari suku Quraisy, sehingga begitu pihak Quraisy mundur, maka pihak Muslim-pun menyerang ke benteng Bani Qurayzah.

Banu Kalb[sunting | sunting sumber]

Banu Kalb subjugation: Dumat al-Jandal


Zainab binti Jahshi[sunting | sunting sumber]

Tahun 628, Muhammad menikahi Zainab binti Jahshi.

Perjanjian Hudaybiyah[sunting | sunting sumber]

Perjanjian Hudaybiyah ditandatangani pada tahun 628. Pada waktu itu sebanyak 1.600 orang Muslim berangkat ke Mekkah untuk melakukan ibadah Haji dipimpin oleh Nabi Muhammad.

"Then he [Muhammad] marched till he reached al-Hudaybiyya which lies at the limit of the Haram [sacred territory of Mecca] area at a distance of nine miles from Mecca." [1]

Perjanjian Hudaybiyah ditandatangani pada tahun 628. Pada waktu itu sebanyak 1.600 orang Muslim berangkat ke Mekkah untuk melakukan ibadah Haji dipimpin oleh Nabi Muhammad. "Lalu ia [Muhammad] berjalan sampai ia mencapai al-Hudaybiyya yang terletak di batas [wilayah suci Mekkah] Haram daerah pada jarak sembilan mil dari Mekkah." [1]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

References[sunting | sunting sumber]