Morfologi tumbuhan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Struktur dahan dari Pinus sylvestris

Morfologi tumbuhan adalah ilmu yang mempelajari bentuk fisik dan struktur tubuh dari tumbuhan.[1] Morfologi tumbuhan berbeda dengan anatomi tumbuhan yang mempelajari struktur internal tumbuhan, khususnya pada tingkat mikroskopis.[2] Morfologi tumbuhan sangat berguna untuk mengidentifikasi tanaman secara visual[3]

Ruang lingkup[sunting | sunting sumber]

Morfologi tumbuhan “merupakan studi tentang pekembangan bentuk, dan struktur tanaman, yang berimplikasi upaya untuk menginterpretasi berdasarkan kesamaan tujuan dan asal”.[4] Fokus dari morfologi tumbuhan adalah bentuk dan susunan luar tubuh tumbuhan pada tumbuhan yang telah terdiferensiasi yang termasuk dalam kelompok kormus (Cormophyta).[3] Sedangkan golongan lain: Schizophyta, Thallophyta, dan Bryophyta yang, masuk kedalam bahasan anatomi tumbuhan karena tubuhnya belum terdiferansiasikan.[3] Sehingga hanya dua golongan tumbuhan yang menjadi bahasan morfologi tumbuhan yaitu: Pteridophyta (tumbuhan paku), dan Spermatophyta (tumbuhan biji).[3]

Bagian-bagian tumbuhan[sunting | sunting sumber]

Kormus merupakan tubuh tumbuhan yang secara nyata dapat menunjukan diferensiasi dalam tiga bagian pokok yitu:[5]

  1. Akar (radix)
  2. Batang (caulis)
  3. Daun (folium)

Organ-organ lain dapat digolongkan sebagai organ sekunder karena terbentuk dari modifikasi bagian pokok atau kombinasi bagian-bagian pokok yaitu:[5]

  1. Kuncup (gemma), modifikasi dari batang dan daun.
  2. Bunga (flos), modifikasi dari batang dan daun.
  3. Duri (spina), modifikasi dari dahan maupun daun.
  4. Alat-alat pembelit (cirrhus), dapat berupa modifikasi daun maupun dahan.
  5. Umbi (tuber), modifikasi dari batang
  6. Rimpang (rhizome), modifikasi dari batang beserta daun-daunnya.
  7. Umbi lapis (bulbus), modifikasi dari batang dan daun.

Selain itu pada bagian tumbuhan tertentu dapat ditemukan alat-alat lain yang biasanya leih kecil atau lebih halus yang dinamakan alat tambahan atau alat pelengkap (organa accessoria), misalnya:[5]

  • Rambut atau bulu (pilus)
  • Sisik (lepis)
  • Lentisel (lenticulus)

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Anatomi tumbuhan Fisiologi tumbuhan Taksonomi

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ (Inggris)Raven, P. H., et. al. (2005). Biology of Plants, 7th ed. New York: W. H. Freeman. ISBN 0-7167-1007-2. 
  2. ^ (Inggris)Evert, Ray Frankin and Esau, Katherine. Plant anatomy: meristems, cells, and tissues of the plant body – their structure, function and development. New Jersey: Wiley. ISBN 0-471-73843-3. 
  3. ^ a b c d Tjitrosoepomo, Gembong (2009). Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. hlm. 1-2. ISBN 979-420-241-X. 
  4. ^ (Inggris)Harold C. Bold, C. J. Alexoppoulos, and T. Delevoryas (1987). Morphology of Plants and Fungi, 5th ed. Harper-Collins. ISBN 0-06-040839-1. 
  5. ^ a b c Tjitrosoepomo, Gembong (2009). Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. hlm. 4-5. ISBN 979-420-241-X.