Mojosari, Karanggede, Boyolali

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Mojosari
—  Desa  —
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Boyolali
Kecamatan Karanggede
Luas -
Jumlah penduduk 840
Kepadatan -

Mojosari adalah desa di kecamatan Karanggede, Boyolali, Jawa Tengah, Indonesia.

Batas-batas desa Mojosari antara lain:

Jumlah penduduk di desa ini sangat kecil bila dibandingkan dengan desa-desa lain di sekitarnya. Mungkin adalah desa dengan jumlah penduduk terkecil di Kabupaten Boyolali. Data pemilih pada beberapa kali Pemilu/Pilkades/Pilkada/Pilpres selalu berkisar di angka 1.000. Sebagai contoh data pada Pilkades 1998 jumlah pemilih ada 1.060 kemudian pada Pilkades 2006 jumlah pemilih tinggal 956. Dalam kurun waktu sewindu (8 tahun) terjadi penurunan jumlah pemilih 104. Kemungkinan pada saat ini (2012) penduduk Mojosari tidak bertambah justru menyusut. Hal tersebut dikarenakan selain program KB yang sukses (natalitas lebih kecil dari mortalitas) juga banyak anak-anak muda yang pergi merantau dan setelah menikah tidak lagi berdomisili di Mojosari.

Saat ini Mojosari memiliki 9 RT (sebelumnya hanya 8 RT) yang terbagi dalam 3 RW. Sebagai desa yang kecil, Mojosari termasuk kategori desa yang stagnan dalam hampir semua lini. Dari segi ekonomi, dari dulu tidak pernah berkembang. Pendidikan juga hanya itu-itu saja.

Sejarah berdirinya Desa Mojosari belum jelas. Sebelumnya desa ini bernama Jatisari. Entah karena apa pada saat Kepala Desa dijabat oleh Bapak Soewindro (Alm) diganti menjadi Mojosari.

Hal-hal yang menonjol di desa ini adalah prestasi kesenian dan olahraga. Selain itu, sekitar tahun 60an-80an di Mojosari juga terkenal dengan dalang wayang kulit. Dalang yang terkenal saat itu ada 4 orang yaitu : Pak Suramto (Sabdo Satoto), Pak Suyoto (Yoso Sudarso), Pak Parmin Wetan dan Pak Parmin Pungkruk (ada 2 orang yang kebetulan namanya sama) dan keempat-empatnya sudah almarhum. Saat ini dalang yang masih eksis hanya ada 2 yaitu : Ki Gunarto (anak Pak Suyoto) dan Ki Suparno (anak Pak Parmin Wetan). Sebenarnya masih ada beberapa penerus dalang namun mereka tidak lagi berdomisili di Mojosari.

Bangunan bersejarah yang dapat ditemui di desa ini adalah Masjid Nur Muhammad yang mengalami beberapa kali renovasi sehingga bentuk aslinya sudah berubah sama sekali. Dulunya adalah langgar (orang kampung menyebutnya Migid) yang konon adalah peninggalan wali.