Mistikus Spanyol
Mistikus Spanyol adalah para tokoh dalam gerakan Reformasi Katolik di Spanyol pada abad ke-16 dan ke-17. Tujuan dari gerakan ini adalah untuk mereformasi Gereja secara struktural dan untuk memperbaharuinya secara spiritual. Mistikus Spanyol berusaha untuk mengungkapkan pengalaman-pengalaman mereka tentang persatuan ilahi dengan Kristus.[1]
Para penulis ini memiliki pengaruh yang kuat terhadap perkembangan Bahasa Spanyol dan dipandang sebagai pihak yang mendorong terjadinya "Masa Keemasan Sastra Spanyol". Pada awal masa, bahasa tersebut dipandang sebagai sesuatu yang kasar; pada akhir masa, bahasa tersebut telah mencapai tingkatan yang dikenal sebagai "gaya Barok tinggi dari Bahasa Spanyol", yang di dalam beberpa bentuknya (terutama dalam penulisan surat-surat resmi) terus memengaruhi penggunaan Bahasa Spanyol hingga hari ini.
Di samping sebagai contoh kekudusan Kristen dan tokoh utama sastra Spanyol, Mistikus Spanyol juga adalah tokoh reformasi nyata di dalam Gereja. Tulisan-tulisan mereka menginspirasi usaha pencarian rohani akan Tuhan berdasarkan keinginan diri sendiri dan bukannya berdasarkan kewajiban atau legalisme abad pertengahan, dan tiga orang dari para Mistikus Spanyol ini kemudian mendirikan atau mereformasi ordo/tarekat yang nantinya meneruskan karya-karya mereka ke seluruh dunia dan sepanjang masa.
Tokoh-tokoh penting dan karya-karya tulis mereka:
-
- Santa Teresa dari Avila
-
- Istana Dalam Diri Sendiri
- Jalan Kesempurnaan
- Santo Yohanes Salib (seniman puisi)
-
- Malam Gelap Jiwa
- Pendakian Gunung Karmel
- Santo Ignasius Loyola
-
- Latihan-latihan Rohani
- Otobiografi
- Santo Fransiskus Borgia
- Frater Luis Ponce de Leon (seniman puisi)
- Fernando de Herrera (seniman puisi)
- Luis de Góngora (seniman puisi)
- Ramon Lull (filsuf)
Pranala[sunting]
- ^ Spanish literature mystical writings, Encyclopædia Britannica, retrieved April 21, 2008
