MiG-23
| MiG-23 Flogger | |
|---|---|
|
|
|
| Tipe | Pesawat tempur dan pencegat |
| Produsen | Mikoyan |
| Perancang | Mikoyan |
| Terbang perdana | 10 Juni 1960 |
| Diperkenalkan | 1970 |
| Dipensiunkan | belum |
| Status | Masih dioperasikan |
| Pengguna | Rusia India (pensiun) Korea Utara Libya Siria |
| Tahun produksi | 1984- |
| Jumlah produksi | 5,047 |
| Varian | MiG-33 MiG-35 |
Mikoyan-Gurevich MiG-23 (bahasa Rusia: Микоян и Гуревич МиГ-23; NATO reporting name: "Flogger") adalah pesawat tempur dengan sayap sweep-wing, dirancang oleh Biro Rancang Mikoyan Gurevich, Uni Soviet. Pesawat ini termasuk dalam kategori pesawat tempur generasi ke 3, bersama dengan pesawat yang seumuran seperti MiG-25 "Foxbat". MiG-23 merupakan percobaan pertama oleh Soviet untuk merancang radar look down/shoot down dan merupakan salah satu yang pertamakali di persenjatai dengan rudal diluar jarak pandang, dan pesawat tempur pertama oleh Mikoyan yang memiliki asupan udara (intake) di samping pipa bahan bakar. Produksi dimulai pada tahun 1970 dan mencapai jumlah besar hingga lebih dari 5000 pesawat telah dibuat. Sekarang MiG-23 masih dalam masa bakti yang terbatas untuk beberapa pengguna ekspor, terutama di Timur Tengah.
MiG-23 Flogger dibangun untuk menggantikan MiG-21 Fishbed. MiG-23 Flogger dibuat dengan mesin yang lebih kuat serta setelan sudut sayap menyapu yang mampu mengubah variabel seperti kecepatan, waktu lepas landas, dan waktu pendaratan.
Mereka yang pernah terbang bersama pesawat ini mengatakan bahwa Flogger adalah salah satu pesawat tempur terbaik yang pernah dibuat dan relatif mudah untuk diterbangkan. Meskipun digunakan untuk pertahanan Rusia dengan sistem pelacakan dan radar inframerah, pesawat ini diakuisisi oleh AS dan berganti nama menjadi YF-113 dengan beberapa perubahan.
Flogger banyak digunakan oleh Uni Soviet serta Hungaria, Polandia, Bulgaria, Jerman Timur, dan beberapa sekutu Pakta Warsawa. Negara-negara seperti Kuba, Korea Utara, India, Mesir, Suriah, dan lain-lain juga memiliki MiG-23S.
Meskipun tidak digunakan sesering itu di masa lalu, MiG-23 tetap menjadi "seorang pejuang" yang sangat populer di berbagai negara. Sekitar 11.000 unit MiG-23S masih diterbangkan oleh berbagai kelompok angkatan udara di seluruh dunia, seperti Angola, Ukraina, Sudan, Kazakhstan, dan India. MiG-23S juga dijumpai di berbagai museum, termasuk Museum Perang Besar Patriotik di Kiev dan Museum Penerbangan di Beograd.
Pengembangan[sunting]
Pendahulu MiG-23, MiG-21 (nama panggilan NATO "Fishbed"), cepat dan dan lincah tetapi memiliki keterbatasan operasional karena radarnya yang primitif, jarak jelajah pendek, dan kapasitas persenjataan yang sedikit (beberapa pesawat hanya memiliki sepasang rudal udara ke udara K-13 (AA-2 "Atoll")). MiG-23 dirancang lebih berat, mesin yang lebih kuat untuk menutup defisiensi yang ada, dan bersaing dengan pesawat Barat seperti F-4 Phantom. Penempur baru ini juga memiliki sensor S-23 yang amatlah baru pada zamanya dan sistem persenjataan yang mampu menembakan rudal BVR.
|
|||||||||||||||||||||||||||
