Merbau, Kepulauan Meranti

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Merbau
Kecamatan
Negara  Indonesia
Provinsi Riau
Kabupaten Kepulauan Meranti
Pemerintahan
 • Camat Drs Asroruddin MSi
Luas 1.348,91 km²
Jumlah penduduk 47.370
Kepadatan - jiwa/km²
Desa/kelurahan 13/1

Merbau adalah sebuah Kecamatan di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Indonesia. Ber-ibukota di Teluk Belitung

Kecamatan Merbau adalah kawasan Penghasil Minyak Bumi dan Gas Alam di Kabupaten Kepulauan Meranti. Di kawasan ini sudah berdiri PT. Kundur Petroleum S.A. yang beroperasi di daerah Kurau Desa Lukit yang mampu memproduksi minyak mentah 8.500 barel/hari, merupakan anak perusahaan asing dari Amerika Serikat. Setelah beberapa kali pemindahan kepemilikan maka terakhir PT. Kundur Petroleum S.A. dimiliki Energi Mega Persada (EMP) dengan saham 60,49% yang merupakan perusahaan terafiliasi dengan Bakrie Group. Kundur Petroleum S.A. merupakan operator dari Block Malacca Strait PSC.

Sekilas Sejarah Pulau Padang[sunting | sunting sumber]

Pulau Padang sudah dihuni oleh masyarakat sejak zaman Kolonial Belanda sampai saat ini. Hal ini terlihat pada Peta yang dibuat pada tahun 1933 oleh pemerintah Kolonial Belanda. Dalam peta tersebut telihat letak beberapa perkampungan yang sudah ada sejak dibuatnya peta tersebut seperti Tandjoeng Padang, Tg. Roembia S. Laboe, S. Sialang Bandoeng, Meranti Boenting, Tandjoeng Kulim, Lukit, Gelam, Pelantai , S. Anak Kamal dan lain-lain.

Selain itu, sebagai bukti bahwa Pulau Padang sudah didiami warga ratusan tahun yang lalu adalah nama tokoh Tuk Derosul di desa Lukit yang diperkirakan lahir pada tahun 1850an sebagai anak dari warga suku asli/sakai bernama Lukit (saat ini “Lukit” menjadi nama sungai lukit dan Desa Lukit. Tuk Darasul dimakamkan di pemakaman umum dusun I kampong Tengah Desa Lukit, sebelah barat Masjid Ar-Rohama.

Teluk belitung dilihat dari laut

Geografi[sunting | sunting sumber]

Batas Wilayah:

  • Utara: Kabupaten Bengkalis
  • Selatan: Kecamatan Tebing Tinggi Barat & Kabupaten Siak
  • Barat: Kabupaten Siak
  • Timur: Kecamatan Pulau Merbau

Kecamatan Merbau meliputi secara keseluruhan Pulau Padang seluas 1109 km² atau 110.000 ha. Di barat Pulau Padang terdapat Sumatera, di timurnya ada Pulau Merbau, di tenggara ada Pulau Rantau, dan di seberang utara ada Pulau Bengkalis. Panjang Pulau Padang dari utara ke selatan adalah (±)60 km, lebarnya (±)29 km dan seluruhnya dataran rendah. Sebelum pemekaran, Kecamatan Merbau terdiri dari Pulau Padang, Pulau Merbau dan Pulau Dedap. Dan setelah pemekaran Kecamatan Merbau tinggal Pulau Padang dan pulau Dedap. Sedangkan Pulau Merbau menjadi kecamatan Pulau Merbau tersendiri.

Pulau padang merupakan lahan/tanah rawa gambut dengan ketebalan gambut mencapai 6 meter lebih. Hasil uji pengeboran 4 kilometer dari bibir pantai tepatnya di RT 01 RW 03 dusun 03 desa Lukit. Dan pada jarak 5 kilo meter dari bibir pantai mencapai kedalaman 5.8 meter. (Tim Pengkaji Gambut dari UGM bekerja sama dengan ICRAF Bogor, Universitas Utrick Belanda dan Unri bersama-sama dengan Masyarakat Pulau Padang).

Pembagian Administratif[sunting | sunting sumber]

Pulau Padang terdiri dari 1 kelurahan dan 13 desa. Semuanya dalam naungan Kecamatan Merbau. Kecamatan Merbau saat ini hanya melingkup dua pulau, yakni Pulau Padang dan Pulau Dedap (luas sekitar 2 ha. dan tidak berpenghuni).


Kecamatan Merbau terdiri dari 1 Kelurahan dan 13 Desa :

  1. Kelurahan Teluk Belitung
  2. Desa Bagan Melibur
  3. Desa Bandul
  4. Desa Dedap
  5. Desa Kudap
  6. Desa Lukit
  7. Desa Mekar Sari
  8. Desa Mengkirau
  9. Desa Mengkopot
  10. Desa Meranti Bunting
  11. Desa Pelantai
  12. Desa Selat Akar
  13. Desa Tanjung Kulim
  14. Desa Tanjung Padang
  15. Desa Dakal

Potensi Daerah[sunting | sunting sumber]

Letak geografis Kecamatan Merbau sangat strategis yaitu berada pada lintasan pelayaran Dumai, Bengkalis, Selat Panjang, Batam dimana kota-kota tersebut merupakan pusat pusat perkembangan skala nasional dan berskala internasional. Kecamatan Merbau mempunyai potensi minyak yang cukup layak untuk diexsploitasi oleh PT. Kondur. Namun dampak potensi tersebut terhadap perkembangan kawasan perencanaan (terutama terhadap perkembangan fisik) masih kurang dilaksanakan oleh masyarakat. Potensi sumber daya alam melimpah terutama dari sektor perkebunan,pertanian dan perikanan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Lahan untuk pengembangan kegiatan yang belum dimanfaatkan relatif masih luas.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Kependudukan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Merbau Jumlah jiwa sebanyak 52.038 jiwa sebelum dimekarkan. Sedangkan perkiraan jumlah jiwa setelah dimekarkan secara definitive pada awal pada januari 2011 jumlah jiwa Kecamatan Merbau atau Pulau Padang saat ini sekitar 33.000 jiwa. Sebaran penduduk Kecamatan Merbau di Kawasan perencanaan secara administrasi pemerintahan (desa/kelurahan) menunjukkan pola yang tidak merata dan terkonsentrasi pada daerah daerah tertentu, seperti di Kelurahan Teluk Belitung dan Desa Bandul. Sementara tingkat kepadatan penduduk rata-rata 32 jiwa/Km2 (bruto). Kepadatan tertinggi terdapat di Desa Bandul (141 jiwa/Km2) dan terendah terdapat di Desa Lukit ( 7 jiwa/Km2), sedangkan untuk desa-desa lainnya, bervariasi antara 14 – 45 jiwa/Km2.

sosial-budaya[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Merbau terdiri berbagai suku dan etnis antara lain; melayu, jawa, akid/sakai, tionghoa, bugis, batak, minang,dan lain-lain hidup dalam kerukunan antar sesama dan kedamaian meski berbeda suku dan agama.

Mata Pencarian Penduduk[sunting | sunting sumber]

Hampir secara keseluruhan sumber kehidupan penduduk Kecamatan Merbau bermatapencarian dari sektor perkebunan/karet, sagu, pertanian/palawija, dan hasil hutan secara turun temurun atau sebesar 87,82 persen dari jumlah penduduknya. Banyaknya penduduk yang bekerja di sektor ini disebabkan karena daerah Kecamatan merbau berpotensi untuk sektor pertanian, disamping itu karena belum berkembangnya usaha disektor lain.

Kondisi Sosial Budaya[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Merbau merupakan bagian dari wilayah Riau yang terbentuk dari berbagai suku bangsa dan golongan etnik, seperti golongan asli Melayu setempat, Bugis, Makasar, Jawa, Tionghoa dan dari daerah lainnya. Golongan tersebut saling membaur, berhubungan dan saling memengaruhi sehingga membentuk suatu persatuan baik sosial maupun budaya yang dicirikan dengan semangat berkompetisi dan sikap kegotongroyongan antar etnis tinggi dan mudah menerima perubahan sejalan dengan perkembangan zaman.

Tingkat Pendidikan Penduduk[sunting | sunting sumber]

Sebagian besar penduduk di Kecamatan Merbau tingkat pendidikan-nya tidak/belum sekolah/tidak tamat SD yaitu sebanyak 38,31 persen. Tingginya angka ini disebabkan antara lain masih banyaknya anak usia belum sekolah. Untuk tingkat SD dan seterusnya memperlihatkan angka yang tinggi. Ini menunjukkan bahwa kesadaran pendidikan di Kecamatan Merbau termasuk tinggi. Hal ini dapat dilihat bahwa tingkat pendidikan penduduk yang tamat pendidikan tinggi juga cukup tinggi.


Struktur Perekonomian Kecamatan Merbau[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan besarnya kontribusi sektor-sektor perekonomian terhadap pembentukan PDRB kawasan perencanaan terdapat beberapa sektor-sektor utama, yaitu :

Sektor Pertanian[sunting | sunting sumber]

Komoditi padi-padian (padi sawah) seluas 200 Ha (7,47%) dengan total produksi 757,9 ton. Komoditi Umbi-umbian/biji-bijian (ubi kayu, Jagung, Ubi jalar) 79 Ha dengan total produksi sebesar 1.064,78 ton. Komoditi sagu seluas 2400 Ha dengan total produksi 51.360 ton.

Sektor Perdagangan[sunting | sunting sumber]

Jenis perdagangan yang terbentuk di kawasan perdagangan adalah pola perdagangan lokal/eceran, sedangkan perdagangan skala menengah/besar masih relatif sedikit. Jumlah toko/kios/warung mencapai +/- 140 buah, tersebar diseluruh wilayah desa. Potensi wisata yang ada adalah wisata alam hutan kawasan suaka dan wisata danau, yaitu tasik Putri Puyu yang memiliki panorama cukup indah dan berada di Pulau Padang, tepatnya di Desa Tanjung Padang. Untuk keperluan akomodasi, di kawasan perencanaan ini belum tersedia hotel.

Sektor Industri Pengolahan[sunting | sunting sumber]

Jenis industri yang ada atau sudah dikembangkan di Kawasan perencanaan, meliputi industri besar kilang minyak bumi, kilang papan/kayu, sektor industri berupa kilang/pengolahan sagu, dan kegiatan industri yang cukup banyak adalah industri kecil/rumah tangga.

Sektor Perkebunan[sunting | sunting sumber]

Komoditi perkebunan rakyat yang telah diusahakan meliputi: karet 7.895 Ha, Kelapa 2.225 Ha, kopi 34 Ha, coklat 14 Ha, Kapuk/randu 1 Ha. Total luas areal perkebunan di kawasan perencanaan 10.153,5 Ha atau 7,53% dari total luas areal kawasan perencanaan Kecamatan Merbau.

Sektor Perikanan[sunting | sunting sumber]

Usaha perikanan di kawasan kecamatan Merbau didominasi oleh usaha perikanan laut, berupa penangkapan diperairan/laut lepas dan budidaya tambak serta jaring terapung, sedangkan untuk perikanan air tawar belum banyak diusahakan. Potensi ikan di kawasan perencanaan berupa ikan kakap, tenggiri, parang, biang-biang, lome, udang, kepiting, gerot pari, kurau, malong, duri dan talang-talang. Jenis ikan tawar yang dibudidayakan adalah jenis ikan mas dan mujair nila.

Pengolahan Hutan[sunting | sunting sumber]

Luas hutan di kawasan perencanaan mencapai 90.874 Ha (67,73% dari total luas lahan kawasan perencanaan) berupa hutan negara yang tersebar di Pulau Padang (65.908 Ha) dan di Pulau Merbau (24.966 Ha).