Menara Kembar Petronas

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Menara Kembar Petronas
Petronas Panorama II.jpg
Rekor tinggi
Tertinggi di dunia sejak 1998 sampai 2004[I]
Didahului Willis Tower
Digantikan Taipei 101
Informasi umum
Jenis Perkantoran dan tempat wisata
Lokasi Kuala Lumpur, Malaysia
Koordinat 3°09′28″LU 101°42′42″BT / 3,15785°LU 101,71165°BT / 3.15785; 101.71165Koordinat: 3°09′28″LU 101°42′42″BT / 3,15785°LU 101,71165°BT / 3.15785; 101.71165
Peletakan batu 1 Januari 1992
Mulai dibangun 1 Maret 1993
Selesai 1 April 1994
Diresmikan 1 Agustus 1999
Direnovasi 1 Januari 1997
Biaya US$1.6 miliar [1]
Pemilik KLCC Holdings Sdn Bhd
Tinggi
Arsitektural 451,9 m (1,483 kaki) [2]
Atap 378,6 m (1,242 kaki)
Lantai teratas 375 m (1,230 kaki)
Rincian teknis
Jumlah lantai 88 (+5 bawah tanah)
Luas lantai 395.000 (4,252,000 ft²)
Lift 78
Desain dan konstruksi
Arsitek César Pelli
Pengembang KLCC Holdings Sdn Bhd
Teknisi struktur Thornton Tomasetti
Kontraktor utama Menara 1: Hazama Corporation
Menara 2: Samsung Engineering & Construction dan Kukdong Engineering & Construction
City Center: B.L. Harbert International

Menara Petronas, atau Menara Kembar Petronas (bahasa Malaysia: 'Menara Berkembar Petronas') di Kuala Lumpur, Malaysia adalah sepasang menara kembar yang pernah menjadi bangunan tertinggi di dunia pada tahun 1998—2004, sebelum dilampaui oleh Taipei 101. Namun, kedua menara ini masih merupakan pencakar langit kembar tertinggi di dunia pada abad ke-20. Menara Kembar Petronas memegang gelar sebagai bangunan tertinggi dari tahun 1998 hingga 2004 dari segi ukuran, dari lantai pintu masuk utama hingga lantai atas, yaitu rujukan ketinggian asli yang digunakan oleh organisasi internasional Dewan Bangunan Tinggi dan Habitat Urban sejak tahun 1969 (tiga kategori ketinggian tambahan diperkenalkan ketika menara ini hampir dipersiapkan pada tahun 1996).[3]

Perbandingan dengan menara lain[sunting | sunting sumber]

Perbandingan bangunan tertinggi dunia menurut ketinggian antena bangunan.
Menurut CTBUH, puncaknya berpengaruh pada ukuran tinggi menara ini, sehingga dapat melampaui tinggi Menara Willis.
Denah lantai pembangunan Menara 1 pada lantai 43 diadaptasi dari simbol geometri dasar Islam yaitu Rub al-hizb.[4]

Menara Kembar Petronas menjadi bangunan tertinggi di dunia—sebelum didirikannya Taipei 101 pada tahun 2004—yang diukur hingga ke atas komponen strukturnya (puncak, bukan antena).[5] Puncak (spire) dianggap sebagai bagian penting dalam arsitektur bangunan tersebut, dan jika diubah bisa jadi banyak mengganti penampilan dan arsitektur bangunan, sedangkan antena bisa dipasang atau dicabut tanpa mempengaruhi penampilan bangunan. Menara Kembar Petronas masih merupakan bangunan kembar tertinggi di dunia.[6]

Menara Willis (dahulunya Spears) dan World Trade Center terdiri dari 110 lantai, sehingga lebih banyak 22 lantai dibandingkan Menara Kembar Petronas yang berjumlah 88 lantai. Atap dan tingkat tertinggi Menara Willis dan World Trade Center agak melebihi ketinggian atap dan tingkat tertinggi Menara Kembar Petronas. Antena tertinggi di Menara Willis adalah 75 m (246 kaki) lebih tinggi dibanding puncak-puncak Menara Kembar Petronas. Walaupun demikian, menurut peraturan dan pedoman CTBUH,[3] antena-antena Menara Willis tidak diperhitungkan sebagai sebagian dari ciri-ciri arsitekturnya.[7] Sebaliknya, puncak-puncak pada Menara Petronas dihitung dalam ukuran ketinggian karena bukan merupakan tiang antena. Oleh karena itu, Menara Kembar Petronas melampaui ketinggian resmi Menara Willis dengan perbedaan 10 m (33 kaki), padahal Menara Willis memiliki jumlah lantai lebih banyak.

Pembangunan[sunting | sunting sumber]

Menara Petronas yang dirancang oleh arsitek César Pelli dari Argentina mulai dibangun pada tahun 1998. Setelah menghabiskan waktu tujuh tahun, menara ini menjadi bangunan tertinggi di dunia sewaktu diresmikan.[8] Menara ini dibangun di atas fondasi pacuan kuda Kuala Lumpur.[9] Kedalaman batuan dasar menjadikan bangunan ini dibangun dengan fondasi paling dalam di dunia.[10] Fondasi sedalam 120 meter itu memerlukan sejumlah beton yang berlebihan untuk dibangun dalam waktu 12 bulan (1 tahun) oleh Bachy Soletanche.[11]

Menara setinggi 88 lantai ini banyak dibuat dari beton bertulang dengan eksterior bangunan dari besi dan kaca yang dirancang untuk menyerupai motif kesenian Islam untuk mencerminkan agama Islam di Malaysia.[12] Satu lagi pengaruh seni Islam dalam bangunan ini adalah penampang lintang kedua menara yang berbentuk Rub al-hizb, ditambah dengan bagian bundar untuk memenuhi keperluan ruang kantor.[13] Menara 1 dibangun oleh konsorsium Jepang yang dipimpin oleh Hazama Corporation sementara Menara 2 dibangun oleh dua kontraktor Korea Selatan, yaitu Samsung C&T dan Kukdong Engineering & Construction. Jembatannya pun disiapkan oleh Kukdong.

Oleh karena kekurangan baja serta biaya pengimporan baja yang mahal, menara kembar ini didirikan di atas beton bertulang yang amat kokoh yang tersusun bentuk radikal yang murah sekali.[14] Beton yang sangat kokoh dikenal banyak kontraktor Asia dan dua kali lebih efektif mengurangi guncangan dibandingkan baja, oleh karena itu bangunan ini dua kali beratnya pada fondasi dibandingkan bangunan baja yang sejenisnya. Didukung oleh teras beton 23 × 23 meter[15] dan lingkaran luar dengan tiang penopang super berjarak lebar, menara-menara ini menggunakan sistem struktur canggih yang sesuai dengan profil bangunannya yang ramping serta menyediakan ruang kantor tanpa tiang seluas 560.000  (Templat:Convert/sqyd).[16] Di bawah menara kembar ini terdapat pusat perbelanjaan Suria KLCC dan Dewan Filharmonik Petronas.

Penyewa[sunting | sunting sumber]

Menara Satu diduduki sepenuhnya oleh Petronas dan sejumlah anak perusahaan dan perusahaan asosiasi, sedangkan kantor di Menara Dua juga disewakan ke perusahaan-perusahaan lainnya.[17] Perusahaan-perusahaan yang mendirikan kantor dalam Menara Dua di antaranya: Al Jazeera[18], Hess Corporation[19], Bloomberg[20], GE[21], IBM, Khazanah Nasional[22], McKinsey & Company[23], Microsoft[24], Reuters[25], Shell[26].

Taman KLCC[sunting | sunting sumber]

Di bawah bangunan ini, terdapat sebuah Taman KLCC seluas 17 acre (69,000 ) yang menyediakan lorong untuk berjoging dan bertamasya, kolam air mancur yang dihiasi pertunjukan cahaya, kolam renang, dan taman permainan anak-anak. Suria KLCC adalah salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Malaysia.[27]

Jembatan[sunting | sunting sumber]

Sebuah jembatan menghubungkan kedua menara.
Pemandangan dalam jembatan.

Terdapat sebuah jembatan udara yang menyambung kedua menara di lantai 41 dan 42, yang menjadikannya jembatan dua lantai tertinggi di dunia.[28] Jembatan ini tidak dipasang langsung pada struktur utama, sebaliknya dirancang agar turun ke dalam dan ke luar menara agar tidak patah akibat angin kencang atau penggerakan lempeng seismik. Hal ini juga untuk mengendalikan akumulasi tekanan berlebihan yang terjadi di bagian tengah jembatan, karena jika jembatan dibangun begitu dekat dan terlalu mampat dengan struktur menara, perpindahan tekanan menyebar di sekitar jembatan yang akhirnya menciptakan fenomena "jembatan tertekan", yang dapat menyebabkan jembatan runtuh dengan mudah.[29] Jembatan ini terletak 170 m (558 kaki) dari permukaan jalan dan panjangnya 584 m (1,916 kaki), sednagkan beratnya 750 tonne (750,000 kg).[30]

Jembatan udara Petronas juga sebenarnya diperkuat dengan 2 kaki retort yang tiap sisinya berpasangan; panjang setiap satu kaki yaitu 51 m.

Kunjungan jembatan[sunting | sunting sumber]

Lantai 41 dan 42 juga dikenal sebagai podium, karena para pengunjung yang hendak ke lantai lebih tinggi harus berganti lift di sini. Jembatan ini terbuka untuk semua pengunjung, semua pengunjung yang ingin mengunjungi jembatan untuk tujuan rekreasi perlu mendapatkan tiket dan pas perjalanan. Awalnya tiket yang dikeluarkan adalah gratis, namun karena menjaga kualitas dan standar sistem pemeliharaan jembatan dan anjungan pemandangan yang dilihat semakin membutuhkan biaya yang tinggi, manajemen Jembatan Menara Kembar Petronas telah mengambil keputusan untuk mengenakan biaya perjalanan pada harga yang wajar.

Semua tiket yang dijual, rata-rata mengadopsi metode penjualan tiket berkonsep 'siapa datang awal, dia akan dapat (first come first serve)'. Pada bulan Ramadan, produksi tiket hanya diperkirakan terbatas sekitar 600 keping saja. Sedangkan untuk bulan-bulan lain, produksi tiket diperkirakan sekitar 1500 hingga 1700 orang sehari. Namun begitu, para pengunjung dianjurkan untuk berada di garis antrean (Queue-point) lebih awal yakni pada pukul 06.00. Ini karena konter tiket hanya mulai beroperasi pada 08.30 pada setiap hari kecuali hari Senin (ditutup untuk tujuan pemeliharaan).[31] Waktu keberangkatan pertama itu akan dimulai pada pukul 09.00 dan berakhir pada jam 19.00. Pengunjung bebas memilih waktu kunjungan pada hari tersebut tergantung pada ketersediaan tempat. Biasanya, tiket yang diberikan akan habis dijual oleh pihak manajemen Jembatan Petronas pada pukul 09.30 pagi, hanya tiket yang dikembalikan atau tiket penjualan langsung untuk perjalanan hari ketiga dari hari ketika beroperasi akan terus dijual sampai konter ditutup pada pukul 17.00.

Para pengunjung hanya diperbolehkan berada di lantai 41 karena lantai 42 hanya dibuka kepada staf penghuni bangunan. Atas dasar kemampuan jangkauan muatan, lift hanya bisa membawa 20 orang pengunjung dalam satu waktu ke jembatan. Lift ini adalah lift berkecepatan tinggi yang bergerak hanya 41 detik ke podium jembatan. Maka pengunjung perlu menunggu di ruang tunggu yang disediakan oleh manajemen. Ruang tunggu menyediakan fasilitas teater, video DVD pembangunan menara, panel informasi, pusat penyortiran barang, loker penyimpanan barang dan beberapa fitur lain. Pengunjung akan dibawa mengunjungi jembatan selama 15-20 menit dengan ciri tag warna tertentu. [32][33]

Harga tiket penjualan adalah seperti berikut:

  1. Paket 1 (Jembatan udara saja) — RM 3 (dewasa dan anak-anak), RM 10 (bukan warga negara dewasa).
  2. Paket 2 (Jembatan udara dan anjungan pemandangan) — RM 20 (dewasa dan anak-anak), RM 40 (bukan warga negara dewasa).

Anjungan pemandangan terletak di lantai 86, Menara 2 Petronas. Perjalanan ke sana mengambil waktu 86 detik dari balai keberangkatan. Pengunjung yang memilih paket 2 sering diberi peluang hingga 45 menit untuk menyelesaikan kunjungan untuk jembatan udara dan anjungan pemandangan.

Fungsi keamanan jembatan[sunting | sunting sumber]

Jembatan ini juga berperan sebagai piranti keamanan; jika terjadi kebakaran atau keadaan gawat darurat semacamnya di salah satu menara, maka para penghuni bisa mengosongkannya dengan menaiki jembatan ke menara yang satu lagi.[34] Evaluasi pengosongan dipicu oleh ancaman bom palsu pada 12 September 2001[35] (sehari setelah tragedi kehancuran menara kembar World Trade Center di New York) menunjukkan bahwa jembatan tersebut tidak berguna selama kedua bangunan perlu dikosongkan serentak, karena muatan tangga darurat tidak cukup untuk menghadapi kejadian seperti ini. Oleh karena itu, lift dirancang agar dapat digunakan jikalau kedua menara perlu dikosongkan, lantas berhasil karena latihan darurat menurut rancangan itu dalam tahun 2005.

Jembatan udara Menara Kembar Petronas ini juga selalu dilengkapi alat pemadam api mutakhir, terdapat juga sistem pendeteksi panas, asap dan suhu, dengan alarm keamanan dan alat percikan air. Terdapat juga panel penyedot asap di sisi jembatan untuk menyedot asap kebakaran jika kebakaran terjadi di dalam kompleks jembatan.

Sistem lift[sunting | sunting sumber]

Poros utama lift buatan Otis terletak di pusat setiap menara. Semua lift utama merupakan lift dua tingkat yang terdiri dari dek bawah yang mengangkut penumpang ke lantai bernomor ganjil dan dek atas untuk ke lantai bernomor genap. Untuk mencapai lantai bernomor genap dari tingkat bawah, penumpang perlu menaiki eskalator ke dek atas lift.[36]

Dari lantai bawah, terdapat tiga kelompok lift. Kelompok enam lift "jarak pendek" mengangkut penumpang ke antara lantai 2/3 dan lantai 16/17. Kelompok enam lift "jarak sederhana" pula mengangkut penumpang ke antara lantai 18/19 dan lantai 37/38. Terdapat juga lima lift segera yang membawa penumpang terus ke lantai 41/42. Untuk ke lantai-lantai melebihi 41/42, penumpang perlu menaiki lift segera, kemudian menukar lift ke lantai-lantai tinggi itu. Lift-lift penyambung ini melebihi paras tertinggi lift-lift yang mencapai lantai 2 hingga 38. Corak pelayanan lift berulang dengan lantai-lantai atas, yaitu satu set ke lantai antara 43/44 dan 57/58 dan satu set lagi ke lantai antara 59/60 dan 73/74.[36]

Selain lift-lift utama ini, terdapat juga sejumlah lift "penyambung" yang mengangkut penumpang di antara kelompok tingkat lift utama. Berbeda dengan lift utama tersebut, lift tambahan ini bukan berjenis dua tingkat. Dua buah lift disediakan untuk mengangkut penumpang dari lantai 37/38 ke lantai 41/42 (lantai 39 dan 40 tidak bisa dimasuki). Oleh karena itu, tidak perlu seseorang di paruh bawah bangunan untuk turun ke tingkat bawah untuk sampai ke paruh atas bangunan.

Lift-lift ini dilengkapi beberapa fitur keamanan, seperti kemampuan mengeluarkan orang dari lift yang macet di antara lantai dengan membimbing salah satu lift yang bersebelahan secara manual ke sisinya, kemudian membuka panel pada dinding untuk membuka rute kepada penumpang dalam lift yang macet agar melintas ke gerbong lift yang lain.[37] Ketika mengosongkan bangunan, hanya lift darurat yang bisa digunakan, karena hanya dilengkapi pintu keluar di lantai G/1 dan lantai 41/42; oleh karena itu jika terjadi kebakaran di paruh bawah bangunan, poros yang terlindung ini tidak akan terpengaruh. Lift pemadam kebakaran turut disediakan untuk tujuan darurat.[37]

Fungsi penyejuk udara terpusat[sunting | sunting sumber]

Di kawasan timur lapangan Menara Kembar Petronas, di sebelah utara Masjid Asy-Syakirin[38], terdapat sarana utilitas KLCC District Cooling yang bertujuan menyediakan air sejuk kepada semua bangunan di lapangan KLCC. Unit air dingin bertenaga turbin penghasil gas ini mampu menyediakan udara yang nyaman sebanyak 42.000 RT[38], tidak hanya pada Menara Kembar Petronas dan Suria KLCC, bahkan juga Menara Maxis, Menara Exxon Mobil, Pusat Konvensi Kuala Lumpur, Mandarin Oriental Kuala Lumpur dan Masjid As Syakirin.

Peristiwa terpenting[sunting | sunting sumber]

Ribuan orang mengosongkan bangunan setelah menerima panggilan ancaman bom pada 12 September 2001, sehari selepas serangan 11 September menghancurkan menara kembar World Trade Center di New York. Regu penjinak bom dikerahkan tetapi tidak menemukan bom di kedua menara Petronas setelah mengevakuasi semua orang. Para pembeli dan pengunjung diizinkan masuk kembali tiga jam kemudian pada tengah hari. Tidak ada seorang pun yang terluka dalam langkah evakuasi tersebut.[39]

Pada waktu larut malam 4 November 2005, terjadi kebakaran di kompleks bioskop di pusat perbelanjaan Suria KLCC di bawah Menara Kembar Petronas. Tidak dilaporkan adanya korban. Ketika itu, kedua menara hampir kosong (kecuali Suria KLCC yang diisi pengunjung bioskop dan pelanggan restoran).[40]

Pada waktu pagi 1 September 2009, ahli pemanjat bangunan dari Perancis, Alain "Spiderman" Robert, berhasil memanjat hingga ke puncak Menara Dua dengan hanya mengandalkan tangan dan kaki tanpa kelengkapan keamanan dalam waktu tidak lebih dari dua jam, setelah dua percobaan sebelumnya terhalang oleh polisi di tengah-tengah menara.[41] Pada 20 Maret 1997, pihak polisi menangkap dia di lantai 60; 28 lantai lagi sampai ke puncak. Percobaan keduanya pada 20 Maret 2007—genap 10 tahun kemudian—sekali lagi terhalang di lantai yang sama (tetapi di menara yang satu lagi).[42]

Kutipan[sunting | sunting sumber]

Kutipan terkenal dari arsitek Menara Kembar Petronas:

"Menurut Laozi, realitas benda be-ruang adalah ruang kosongnya dan bukan pada dinding yang membatasinya. Tentunya beliau berbicara mengenai realitas spiritual. Ini juga merupakan realitas bagi Menara Petronas. Tenaga kekosongan ditingkatkan dan dibuat lebih jelas dengan adanya jembatan pejalan kaki yang ... dengan struktur pendukung yang dibangun sebagai gerbang ke angkasa ... sebagai pintu ke alam maya."[43]

César Pelli, arsitek (1995)

Galeri[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Petronas Twin Towers". Encyclopedia of Things. Glasssteelandstone. 13 January 2010. Diakses 13 January 2010. 
  2. ^ Petronas Twin Towers Official Website - General Statistics
  3. ^ a b Council on Tall Buildings and Urban Habitat preamble to High Rise Database: other measurements of height"
  4. ^ Galal Abada, "2004 On Site Review Report: Petronas Office Towers, Kuala Lumpur, Malaysia"
  5. ^ Lee, C. Y.; Binder, Georges (2008). Taipei 101. Images Publishing. m/s. 7.
  6. ^ Palmer, Alison Lee (2008). Historical Dictionary of Architecture. Scarecrow Press. m/s. 209.
  7. ^ The Willis Tower. thesearstower.com.
  8. ^ Sebestyén, Gyula (1998). Construction: craft to industry. Taylor & Francis. m/s. 205.
  9. ^ Žaknić, Ivan; Smith, Matthew; Rice, Doleres B. (1998). 100 of the world's tallest buildings‎. Images Publishing. m/s. 208.
  10. ^ Baker Jr, Clyde N.; Drumwright, Elliott; Joseph, Leonard; Azam, Tarique (November 1996). "The Taller the Deeper." Civil Engineering–ASCE. 66 (11): 3A-6A.
  11. ^ Petronas Towers Base. thepetronastowers.com.
  12. ^ Wee, C. J. Wan-Ling (2002). Local cultures and the "new Asia": the state, culture, and capitalism in Southeast Asia. Institute of Southeast Asian Studies. m/s. 193.
  13. ^ Moskal, Greg (2004). Modern Buildings: Identifying Bilateral and Rotational Symmetry. Rosen Classroom. m/s. 28.
  14. ^ Wells, Matthew (2005). Skyscrapers: structure and design. Laurence King Publishing. m/s. 170.
  15. ^ "Information Malaysia." (2005). Berita Publ. Sdn. Bhd.
  16. ^ Taranath, Bungale S. (2004). Wind and earthquake resistant buildings: structural analysis and design. CRC Press. m/s. 748.
  17. ^ Chandran, Sheela (25 Ogos 2005). "Documentary on the Petronas Twin Towers". The Star. 
  18. ^ Aljazeera.net/Al Jazeera International (Malaysia Office), JobStreet.com. Diakses pada 14 November 2010
  19. ^ Global Offices - KUALA LUMPUR, MALAYSIA (CTOC OFFICE), Hess. Diakses pada 16 November 2010.
  20. ^ Bloomberg (Malaysia) Sdn Bhd, 88db.com. Diakses pada 14 November 2010.
  21. ^ Contact Us - Energy, GE Malaysia. Diakses pada 16 November 2010.
  22. ^ Hubungi Kami, Khazanah Nasional. Diakses pada 16 November 2010.
  23. ^ Locations - McKinsey Worldwide
  24. ^ Microsoft Malaysia - Contact, Microsoft. Diakses pada 15 November 2010.
  25. ^ Home > NEWS SERVICE > Reuters (Malaysia) Sdn Bhd, eguide (Malaysia). Diakses pada 15 November 2010.
  26. ^ Offices and Installations, Shell Malaysia. Diakses pada 15 November 2010.
  27. ^ de Ledesma, Charles; Lewis, Mark; Savage, Pauline (2003). Rough guide to Malaysia, Singapore & Brunei‎. Rough Guides. m/s. 132.
  28. ^ Frankham, Steve (2008). Malaysia and Singapore. Footprint Travel Guides. m/s. 68.
  29. ^ Moskal, Greg (2004). Modern Buildings: Identifying Bilateral and Rotational Symmetry. Rosen Classroom. m/s. 26.
  30. ^ Chang, Fu-Kuo (2005). Structural health monitoring, 2005: advancements and challenges for implementation. DEStech Publications, Inc. m/s. 270.
  31. ^ The Petronas Towers Skybridge. thepetronastowers.com.
  32. ^ Rowthorn, Chris; Cohen, Muhammad; Williams, China (2008). Lonely Planet Borneo. Lonely Planet. m/s. 71.
  33. ^ How to Visit the Petronas Twin Towers
  34. ^ Wood, A.; Chow, W. K.; McGrail D. (2005). "The Skybridge as an Evacuation Option for Tall Buildings for Highrise Cities in the Far East." Journal of Applied Fire Science. 13 (2): 113–124.
  35. ^ "World's Tallest Towers in Malaysia Evacuated After Threats". People's Daily. 12 September 2001. 
  36. ^ a b Petronas Towers Lift System. petronastowers.com.
  37. ^ a b Wong, Ronald. Using Lift as an Alternative Means of Egress for Evacuation. The Institution of Fire Engineers (Hong Kong Branch).
  38. ^ a b KLCC District Cooling Plant (Kuala Lumpur), Wikimapia. Diakses pada 16 November 2010.
  39. ^ Yoong, Sean (12 September 2001). "World's tallest towers, IBM building in Malaysia evacuated after threats". Associated Press. 
  40. ^ "Fire Forces Evacuation at Malaysia Towers". CBS News. 4 November 2005. 
  41. ^ "'Spiderman' scales Malaysia tower". BBC News Online. 1 September 2009. 
  42. ^ "'Spiderman’ has another go at Twin Towers]". The Star. 21 Mac 2007. 
  43. ^ Dupré, Julie (2001). Skyscrapers. Black Dog & Leventhal Publishers. p. 114.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]