Masalah budi–tubuh

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Masalah pikiran–tubuh)
Langsung ke: navigasi, cari
Ilustrasi dualisme budi-tubuh oleh René Descartes.

Masalah budi-tubuh adalah masalah dalam filsafat yang terkait dengan hubungan antara budi dan materi, dan terutama hubungan antara kesadaran dengan otak.

Masalah ini diungkapkan oleh René Descartes pada abad ke-17, namun sudah pernah dibahas oleh filsuf-filsuf pra-Aristoteles,[1][2] Ibnu Sina,[3] dan tradisi Asia awal. Berbagai pendekatan untuk menyelesaikan masalah ini telah diajukan. Pendekatan dualisme meyakini bahwa terdapat perbedaan antara budi dengan materi, sementara menurut monisme hanya terdapat satu substansi. Masing-masing pendekatan memiliki berbagai macam varian. Dua varian utama dualisme adalah dualisme substansi, yang menyatakan bahwa budi terbentuk oleh substansi yang berbeda dan tidak diatur oleh hukum fisika, dan dualisme properti, yang meyakini bahwa hukum fisika berlaku secara universal namun tak dapat digunakan untuk menjelaskan budi. Tiga varian utama monisme adalah fisikalisme, yang menyatakan bahwa budi dapat dijelaskan oleh materi; idealisme, yang meyakini bahwa hanya budi yang memang ada dan materi itu hanya ilusi; dan monisme netral, yang meyakini bahwa budi dan materi merupakan aspek dari suatu substansi yang berbeda.

Terdapat beberapa pendekatan filosofis yang menolak pemisahan antara budi dan tubuh, seperti materialisme sejarah Karl Marx yang menyatakan bahwa kesadaran dihasilkan oleh kontingensi materi suatu lingkungan,[4] dan strukturalisme Perancis.[5] Ketiadaan bukti empiris untuk keberadaan budi juga dipermasalahkan, sehingga banyak filsuf modern yang menyatakan bahwa budi sebenarnya tidak terpisah dari tubuh.[6] Pendekatan tersebut banyak digunakan dalam sains, terutama dalam bidang sosiobiologi, ilmu komputer, psikologi evolusioner, dan neurosains.[7][8][9][10]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Robert M. Young (1996). "The mind–body problem". In RC Olby, GN Cantor, JR Christie, MJS Hodges, eds. Companion to the History of Modern Science (ed. Paperback reprint of Routledge 1990). Taylor and Francis. hlm. 702–11. ISBN 0415145783. 
  2. ^ Robinson, Howard (Nov 3, 2011). "Dualism". In Edward N. Zalta, ed. The Stanford Encyclopedia of Philosophy (Winter 2011 Edition). 
  3. ^ Henrik Lagerlund (2010). "Introduction". In Henrik Lagerlund, ed. Forming the Mind: Essays on the Internal Senses and the Mind/Body Problem from Avicenna to the Medical Enlightenment (ed. Paperback reprint of 2007). Springer Science+Business Media. hlm. 3. ISBN 9048175305. 
  4. ^ K. Marx, A Contribution to the Critique of Political Economy, Progress Publishers, Moscow, 1977, with some notes by R. Rojas.
  5. ^ Bryan S. Turner (2008). The Body and Society: Explorations in Social Theory (ed. 3rd). Sage Publications. hlm. 78. ISBN 1412929873. "...a rejection of any dualism between mind and body, and a consequent insistence on the argument that the body is never simply a physical object but always an embodiment of consciousness." 
  6. ^ Kim, Jaegwan (1995). "Emergent properties". In Honderich, Ted. Problems in the Philosophy of Mind. Oxford Companion to Philosophy. Oxford: Oxford University Press. hlm. 240. 
  7. ^ Pinel, J. (2009). Psychobiology (ed. 7th). Pearson/Allyn and Bacon. ISBN 020554892X. 
  8. ^ LeDoux, J. (2002). The Synaptic Self: How Our Brains Become Who We Are. Viking Penguin. ISBN 88-7078-795-8. 
  9. ^ Russell, S. and Norvig, P. (2010). Artificial Intelligence: A Modern Approach (ed. 3rd). Prentice Hall. ISBN 0136042597. 
  10. ^ Dawkins, R. (2006). The Selfish Gene (ed. 3rd). Oxford University Press. ISBN 0199291144. 

Bibliografi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]