Mandala TigerAir

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Mandala TigerAir
Mandala-TigerAir.png
IATA ICAO Kode panggil
RI MDL MANDALA
Didirikan 17 April 1969 (umur 45)
Hub Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta
Bandar Udara Internasional Kuala Namu
Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II
Bandar Udara Internasional Juanda
Ukuran armada 7 (+18 dipesan)
Kota tujuan 11 (7 domestik dan 4 internasional)
Perusahaan induk Saratoga Investama Sedaya
Tiger Airways
Kantor pusat

Wisma Soewarna Unit 1C-1G
Soewarna Business Park Kav. E1-2
Soekarno-Hatta International Airport
Cengkareng 19110, Indonesia

Orang penting Dewan Direksi

Paul Rombeek (Presiden Direktur)
Michael robert vickers coltman (Direktur)
Andry Irwan (Direktur)

Situs web www.mandalaair.com
www.tigerairways.com

Tigerair Mandala (sebelumnya bernama Mandala Airlines) adalah maskapai penerbangan bertarif rendah Indonesia yang berkantor pusat di Jakarta. Pada saat ini Tigerair Mandala memiliki bandar udara penghubung di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Bandar Udara Internasional Kuala Namu, Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II dan Bandar Udara Internasional Juanda.

Sejarah singkat[sunting | sunting sumber]

Tigerair Mandala adalah maskapai nasional berumur 40 tahun yang telah dibeli oleh Indigo Partners dan Cardig International pada tahun 2006. Pembelian Mandala didasarkan pada pertimbangan bahwa potensi yang bisa diraih terkait dengan peluang pertumbuhan bisnis penerbangan di dunia ketiga, setelah China dan India. Dengan pasar domestik yang lebih besar dari India, investasi melalui Mandala, memberi peluang bagi Mandala untuk memanfaatkan jaringan rute penerbangan yang luas dengan brand nasional yang kuat serta memungkinkan menjadikan Mandala sebagai maskapai penerbangan modern yang menawarkan keamanan, dapat diandalkan, dengan harga terjangkau.

Pada 2007, Mandala telah memesan 30 pesawat airbus baru senilai 2,3 miliar dolar AS, Mandala dikelola jajaran manajemen berpengalaman internasional. Mandala juga telah menghentikan penggunaan semua Pesawat Boeingnya dan menjalin kerja sama dengan Singapore Airlines Engineering Company untuk perawatan pesawat.

Tigerair Mandala kini menawarkan jaringan pelayanan yang luas untuk 17 tujuan penerbangan, dengan menggunakan pesawat yang aman dan armada Airbus A320 dan A319 dengan ketepatan jadwal, kebersihan pesawat terjaga serta penawaran harga yang sangat terjangkau.

Prioritas utama Tigerair Mandala adalah menjadi maskapai penerbangan dengan standar keselamatan penerbangan internasional. Untuk mencapai itu, Mandala telah menjalani audit guna mendapatkan sertifikasi IOSA dari IATA. Selain itu, Mandala juga telah menjalani audit dari Airbus, Boeing dan sejumlah perusahaan di bidang perminyakan yang telah memberikan persetujuan untuk terbang bersama Mandala. Karena masalah utang, maskapai ini berhenti beroperasi pada tanggal 12 Januari 2011 ini [1]. Maskapai ini kemudian meminta penjadwalan ulang pembayaran utangnya ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat [2].Utang Mandala saat itu sebesar 800 miliar rupiah kepada 271 kreditur, terutama kepada penyewa (lessor) pesawat-pesawatnya.[3] Akhir Februari 2011, para kreditur menyetujui untuk merestrukturisasi utang Mandala menjadi saham. 70.58 persen kreditur menyetujui merestrukurisasi utang maskapai ini sebesar 2.4 triliun rupiah.

Pada April 2011, tim kurator menyatakan bahwa Mandala akan menjalankan operasinya kembali pada bulan Mei 2011[4]. Maskapai ini kemudian memastikan diri kembali beroperasi pada bulan Juni 2011.[5]. Sebagai bagian restrukturisasinya, maskapai ini pun mengalami pergantian kepemilikan saham. Pemegang saham mayoritas adalah PT Saratoga Investment Group sebesar 51%, diikuti oleh Tiger Airways dari Singapura sebesar 33%, dan 16% sisanya dimiliki oleh pemegang saham lama dan para kreditor[6].

Stop operasi[sunting | sunting sumber]

Untuk kedua kalinya Mandala Tigerair akan memberhentikan seluruh operasionalnya. Nantinya pada tanggal 1 Juli 2014, Mandala Tigerair akan melaksanakan penerbangan terakhirnya dengan nomor penerbangan RI 545 tujuan Hong Kong ke Surabaya. Rencana ini dilakukan karena masalah ekonomi yang dialami oleh maskapai ini.[7][8]

[sunting | sunting sumber]

Armada[sunting | sunting sumber]

Airbus A319-100 dengan warna baru Mandala

Tigerair Mandala menerapkan kebijakan pesawat tunggal (kebijakan pengoperasian satu jenis pesawat), yaitu hanya dengan mengoperasikan armada Airbus. Pada 16 Januari 2009, Mandala meng-ground seluruh armada Boeing nya dan mulai menerapkan kebijakan pengoperasian satu jenis pesawat tersebut.

Boeing 737-200

Saat ini, Tigerair Mandala mengoperasikan jenis pesawat Airbus A320 dengan kapasitas kursi 180. Selain pesawatnya yang canggih, Tigerair Mandala memilih Airbus karena teknologinya yang ramah lingkungan dan efisien dalam penggunaan bahan bakar.

Jenis Armada[sunting | sunting sumber]

Mandala Airlines
Pesawat Dalam armada [9] Dipesan [10] Penumpang Catatan
Airbus A320-232 7[11] 43[12] 180
Total 10 40

Tigerair Mandala sebelumnya juga mengoperasikan armada seperti:

Jalur penerbangan[sunting | sunting sumber]

Sebelum mengajukan restrukturasi perusahaan, Tigerair Mandala sangat kuat di rute-rute bagian Barat. Di akhir tahun 2008, Tigerair Mandala memiliki 17 rute dan berkonstrasi pada jalur penerbangan utama seperti Medan, Padang, Pekanbaru, Batam,Pangkalpinang,Jambi,Bengkulu Semarang, Jakarta, Surabaya, Denpasar, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, Kupang, Yogyakarta, dan Tarakan.

Setelah restrukturasi perusahaan, Tigerair Mandala untuk tahap awal menerbangi jalur penerbangan utama seperti Medan,Kuala Lumpur,Singapura,Denpasar.

Saat sekarang telah meliputi 72 rute domestik dan internasional.

Tujuan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah daftar bandar udara tujuan Tigerair Mandala:

 Indonesia[sunting | sunting sumber]

Jawa dan Bali[sunting | sunting sumber]

Sumatera[sunting | sunting sumber]

 Hong Kong[sunting | sunting sumber]

 Thailand[sunting | sunting sumber]

 Singapura[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]