Manajemen kualitas total

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

TQM atau Total Quality Management (Bahasa Indonesia: manajemen kualitas total) adalah strategi manajemen yang ditujukan untuk menanamkan kesadaran kualitas pada semua proses dalam organisasi. Sesuai dengan definisi dari ISO, TQM adalah "suatu pendekatan manajemen untuk suatu organisasi yang terpusat pada kualitas, berdasarkan partisipasi semua anggotanya dan bertujuan untuk kesuksesan jangka panjang melalui kepuasan pelanggan serta memberi keuntungan untuk semua anggota dalam organisasi serta masyarakat."


Filosofi dasar dari TQM adalah "sebagai efek dari kepuasan konsumen, sebuah organisasi dapat mengalami kesuksesan."

Kendaraan yang digunakan dalam TQM:

  1. Manajemen Harian
  2. Manajemen Kebijakan
  3. Manajemen Cross-functional
  4. Gugus Kendali Mutu
  5. Manajemen Keselamatan Kerja

TQM telah digunakan secara luas dalam manufaktur, pendidikan, pemerintahan, dan industri jasa, bahkan program-program luar angkasa dan ilmu pengetahuan NASA.

Bacaaan lanjutan[sunting | sunting sumber]

  • Abrahamson, E. (1996). "Management fashion." Academy of Management Review. 21(1):254-285.
  • Bergman, Bo & Klefsjö,Bengt, Kvalitet - från behov till användning, ISBN 91-44-01917-3, Studentlitteratur: Sweden, Lund, 2001.
  • Chenhall, RH (2003) Management control systems design within its organizational context: findings from contingency-based research and directions for the future, Accounting, Organizations and Society 28, pp. 127-168.
  • Cerza, Oliver (2004). Quality management in the medical appliances sector. WiKu Editions Paris EURL. ISBN 2-84976-002-1.
  • Dubois, HFW (2002). "Harmonization of the European vaccination policy and the role TQM and reengineering could play". Quality Management in Health Care 10 (2): 47-57.
  • Hill ,S and A.Wilkinson (1995) In search of TQM. Employee Relations Vol. 17 no. 3 pp. 8-26.
  • Horine, Julie and Carl Edwin Lindgren. (April 1995). Educational improvement using Deming's profound knowledge. New Era in Education (London), Volume 76, Number 1:6-10.
  • Horine, Julie, Paul Yvarra, Carl Edwin Lindgren. (Winter/1994). A historical and educational view of the theory contained in Deming's profound knowledge. Education, Volume 115, Number 2: 288-291 & 194.
  • Horine, Julie and Carl Edwin Lindgren (1994). Quality management in 21st century education, Educational Review, Volume 100, Number 7:101-105.
  • Ittner, CD and Larcker, DF (1995) Total quality management and the choice of information and reward systems, Journal of Accounting Research 33(suppl.), pp. 1-34.
  • Ponzi, L and Koenig, M (2002) "Knowledge management: another management fad?" Information Research, 8(1)
  • Royse, D., Thyer, B., Padgett, D., & Logan T., (2006). Program Evaluation: An Introduction 4th edition, Thomson Brooks/Cole, Belmont, CA pp. 151
  • Sim, KL and Killough, LN (1998) The performance effects of complementarities between manufacturing practices and management accounting systems, Journal of Management Accounting Research 10, pp. 325-346..
  • Stark, John, "A Few Words about TQM", John Stark Associates.
  • Wilkinson A et al (1998) Managing through TQM. London, Macmillan.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]