Manajemen energi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Skema pengaturan temperatur udara pada bangunan secara pasif demi penghematan energi

Manajemen energi adalah program terpadu yang direncanakan dan dilaksanakan secara sistematis untuk memanfaatkan sumberdaya energi dan energi secara efektif dan efisien dengan melakukan perencanaan, pencatatan, pengawasan dan evaluasi secara kontinu tanpa mengurangi kualitas produksi/pelayanan. Manajemen energi pencakup perencanaan dan pengoperasian unit konsumsi dan produksi yang terkait dengan energi. Tujuan manajemen energi yaitu konservasi sumber daya, perlindungan iklim, dan penghematan biaya. Bagi konsumen, manajemen energi menjadikan mereka mendapatkan akses terhadap energi sesuai dengan yang mereka butuhkan. Manajemen energi sangat terkait dengan manajemen lingkungan, manajemen produksi, logistik, dan fungsi terkait bisnis lainnya.

Verein Deutscher Ingenieure memberikan definisi manajemen energi sebagai "kegiatan yang proaktif, pengadaan barang yang terorganisasi dan sistematik, konversi, distribusi, dan penggunaan energi yang memenuhi kebutuhan, dengan memperhitungkan tujuan lingkungan dan ekonomi.[1]

  • Tujuan manajemen energi di dalam industri yaitu
  1. Optimalisasi pemanfaatan sumber daya energi dan energi
  2. Meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya energi dan energi
  3. pemanfaatan peluang untuk meningkatkan daya saing perusahaan

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

  1. Harga energi yang terus meningkat karena alasan: (1)harga minyak dunia yang tinggi dan (2)penyesuaian harga energi menuju keekonomiannya (pencabutan subsidi)
  2. Kuota sumber energi untuk beberapa golongan bisnis dan industri
  3. Pola penggunaan energi yang 'boros'
  4. Biaya energi hampir selalu dianggap biaya tetap
  5. Kompetisi bisnis yang makin ketat
  6. Memenuhi standar kualitas propduksi nasional maupun internasional

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ VDI-Guideline VDI 4602, page 3, Beuth Verlag, Berlin 2007.