Mahkota Mayangkara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Mahkota Mayangkara
Mahkota Mayangkara.jpg
Sutradara C. Ispriyono. K
Produser Sanggar Cerita
Sanggar Prathivi
Penulis S. Tidjab
Pemeran

Petrus Urspon
Ferry Fadli
Elly Ermawati
M. Aboed
Yulie Muliana
Hari Akik
Bambang Jeger
Idris Apandi
A.P Burhan
Margareth
Anna Sambayon
Sono Sudiakso
Rio Sempana
Mario Kulon
Herry Setiyono
Suryadin Tanjung
Wenda Lubis
Iwan Dahlan
Eddy Dhosa
Herman Wijaya

Tehnik dan Montage :

Announcer
(Pengantar Cerita) :

Distributor Sanggar Cerita
Sanggar Prathivi
Tanggal rilis 1 Januari 1990
sampai dengan
31 Desember 1991
Durasi 30 menit per seri per hari
Negara Bendera Indonesia Indonesia
Diikuti oleh Satria Kekasih Dewa


Mahkota Mayangkara adalah judul sebuah sandiwara radio yang sangat legendaris yang merupakan sekuel kedua lanjutan Tutur Tinular karya S. Tidjab. Suatu kisah dengan latar belakang sejarah Kerajaan Majapahit di bawah pemerintahan Prabu Jayanagara, di mana pada akhirnya terjadi pemberontakan Ra Kuti yang berhasil ditumpas oleh Gajah Mada.

Sandiwara radio ini pertama kali mulai disiarkan pada 1 Januari 1990 dan dipancarluaskan lebih dari 512 stasiun radio di seluruh Indonesia, yang tergabung dalam Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia PRSSNI. Pada tahun 2002, Sandiwara radio Tutur Tinular disiarkan ulang di salah satu radio yang ada di Kota Yogyakarta, yaitu Radio MBS FM dan 95.4 Mhz Radio Yasika FM. Tidak hanya itu, bahkan hingga pada bulan Januari 2012, tercatat masih ada beberapa stasiun radio yang menyiarkannya kembali seperti; 103,3 Mhz Radio Karimata FM, Pamekasan, Madura[1], 95.6 FM Radio Bintang Tenggara, Banyuwangi[2], dan 95,2 FM Radio Oisvira, Sumbawa, Radio Istana FM Bojonegoro, Jawa Timur[3], Radio Patria FM Blitar, Jawa Timur[4] . Disamping itu beberapa situs online juga masih ada yang memperdengarkan sandiwara radio ini secara live streaming, di antaranya adalah Radio Streaming Asdisuara Jakarta, milik Asdi Suhastra,[5].

Mahkota Mayangkara sendiri berasal dari kata "Mahkota", "Mayang" dan "Angkara". Secara harfiah "Mahkota" berarti hiasan kepala atau songkok kebesaran Raja, sedangkan "Mayang" diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti semu, kemudian "Angkara" yang berarti Kebengisan atau kekejaman.
Jadi secara umum Mahkota Mayangkara bisa di artikan sebagai sebuah kekuasaan yang bersifat semu atau sementara yang dicapai dengan penuh angkara dan pertumpahan darah.


Kisah Mahkota Mayangkara ini juga diselingi dengan kisah....

Profil karakter[sunting | sunting sumber]

Sandiwara radio[sunting | sunting sumber]

Daftar aktor dan aktris[sunting | sunting sumber]

Para aktor dan aktris pengisi suara dalam sandiwara radio Mahkota Mayangkara tersebut adalah para artis dari Sanggar Cerita dan Sanggar Prathivi, antara lain:

Daftar Judul Episode[sunting | sunting sumber]

Jumlah keseluruhan kisah Mahkota Mayangkara adalah 720 seri yang terbagi ke dalam 24 episode, atau setiap episode terdiri atas 30 seri dengan durasi kurang lebih 30 menit dan disiarkan setiap hari. Adapun judul-judul episodenya adalah sebagai berikut :

  1. Langit Yang Cerah, seri 1-30 (bulan ke-1)
  2. Wanita-wanita Persembahan, seri 31-60 (bulan ke-2)
  3. Harimau Jantan dari Desa Ganding, seri 61-90 (bulan ke-3)
  4. Ra Kuti Mencari Guru, seri 91-120 (bulan ke-4)
  5. Laki-laki Pengejar Mimpi, seri 121-150 (bulan ke-5)
  6. Bencana Diatas Lontar, seri 151-180 (bulan ke-6)
  7. Tegak Bagaikan Dinding Karang, seri 181-210 (bulan ke-7)
  8. Mendung Bergulung diatas Pasuruan I, seri 211-240 (bulan ke-8)
  9. Cinta Membawa Maut, seri 141-270 (bulan ke-9)
  10. Pendekar Bunga Putih, seri 271-300 (bulan ke-10)
  11. Bunga-bunga Mekar di Gunung Lejar, seri 301-330 (bulan ke-11)
  12. Tiga Kuntum Bunga ditengah Rakyat Jelata, seri 331-360 (bulan ke-12)
  13. Dinding-dinding Hati yang Membaja, seri 361-390 (bulan ke-13)
  14. Langit Merah diatas Lamajang, seri 391-420 (bulan ke-14)
  15. Banjir Darah Di Lamajang, seri 421-450 (bulan ke-15)
  16. Pendekar Lengan Tunggal, seri 451-480 (bulan ke-16)
  17. Tujuh Orang Pengalasan Winahsuka, seri 481-510 (bulan ke-17)
  18. Sayembara di Wilwatikta, seri 511-540 (bulan ke-18)
  19. Serigala-serigala Berbulu Domba, seri 541-570 (bulan ke-19)
  20. Akhir Perjalanan Seorang Durjana, seri 571-600 (bulan ke-20)
  21. Panji Ketawang Yang Malang, seri 601-630 (bulan ke-21)
  22. Serigala Pemangsa Serigal, seri 631-660 (bulan ke-22)
  23. Pemberontakan Ra Kuti, seri 661-690 (bulan ke-23)
  24. Akhir Perjalanan Impian, seri 661-720 (bulan ke-24)

Sebagai lanjutan dari Mahkota Mayangkara, S. Tijab telah mempersiapkan sekuel ketiga berjudul Satria Kekasih Dewa, yang menceritakan generasi anak-anak dari tokoh Tutur Tinular. Namun produksi sekuel yang ketiga ini terhambat karena belum adanya sponsor sebagai penyandang dana.

Film Layar Kaca[sunting | sunting sumber]

Mahkota Mayangkara[sunting | sunting sumber]

Sukses dalam sandiwara radio, Mahkota Mayangkara kemudian diangkat ke layar perak oleh PT. MENARA GADING CITRA PERKASA (sekarang Genta Buana Paramita) dan ditanyangkan di TPI (sekarang MNCTV), sebanyak 52 Episode, Adapun para aktor dan aktris yang membintangi serial ini antara lain:

Mahkota Majapahit[sunting | sunting sumber]

Merupakan lanjutan Mahkota Mayangkara yang tayang di TPI, namun kemudian pindah tayang ke RCTI dengan menggunakan judul Mahkota Majapahit sebanyak 46 episode.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Laman Radio Streaming Karimata, di siarkan setiap Senin s/d Sabtu Pukul 18.00 WIB
  2. ^ Laman Radio Streaming Bintang Tenggara, disiarkan setiap Senin s/d Sabtu Jam 09:00 s/d 10:00 WIB
  3. ^ Laman Radio Streaming Istana FM, disiarkan setiap Senin s/d Minggu Jam 11:00 s/d 12:00 WIB
  4. ^ Laman Radio Streaming Patria FM, disiarkan setiap Senin s/d Minggu Jam 10:00 s/d 11:00 WIB
  5. ^ Laman Radio Streaming Asdisuara Jakarta, di siarkan ulang setiap Pukul 22.00 WIB

Pranala luar[sunting | sunting sumber]