Langit dan Bumi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Langit dan Bumi
Poster Langit dan Bumi.jpg
Format Drama
Pembuat Indika Entertainment
Skenario Nucke Rachma
Rick ST Mulyono
Sutradara Effi Zen
Pemeran Rahmadhani Karina Meutia Syarif
Andrian Patria Bintana
Nadira Putri Fatimah Rachmadi
Albyant Sastra Wiguna
Inneke Koesherawati
Gunawan
Rendi Bragi
Jane Shalimar
Adrian Maulana
Rissa Susmex
Ikhsan Bilnadzary
Desy Chang
Lagu pembuka Permintaan Hati, Letto
Lagu penutup Permintaan Hati, Letto
Negara Bendera Indonesia Indonesia
Bahasa Bahasa Indonesia
Jumlah episode 119
Produksi
Produser eksekutif Kristuadji L
Produser Arifin Wiguna
Penyunting De Ghodot
Lokasi Bendera Indonesia Jakarta
Rumah produksi Indika Entertainment
Siaran
Saluran asli MNCTV
Format gambar 480i Standard Definition Television (SDTV)
Penayangan awal Senin, 11 Juni 2012Minggu, 7 Oktober 2012

Langit dan Bumi adalah salah satu Sinetron yang ditayangkan MNCTV.

Pemain[sunting | sunting sumber]

  • Rahmadhani Karina Meutia Syarif (Meisaroh)
  • Andrian Patria Bintana (Robul)
  • Nadira Putri Fatimah Rachmadi (Ling-Ling)
  • Albyant Sastra Wiguna (Alung)
  • Inneke Koesherawati (Fatimah, Mama Meisaroh)
  • Gunawan (Muhammad, Papa Meisaroh)
  • Jane Shalimar (Reni, Mama Robul)
  • Rendi Bragi (Edwin, Papa Robul)
  • Rissa Susmex (Hana, Mama Ling-Ling)
  • Adrian Maulana (Bram, Papa Ling-Ling)
  • Desy Chang (Elga, Mama Alung)
  • Ikhsan Bilnadzary (Teddy, Papa Alung)
  • Allisa Mutiara (Annisa)
  • Salwa Azis (Sarah)

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Kisah ini mencerminkan kehidupan sehari-hari di masyarakat, yang sering melanda kaum eksekutif muda yang sudah berusia matang dan cukup mapan dalam pekerjaannya. Disajikan dengan apik yang diwarnai dengan drama dan komedi.

Meisaroh, Robul, Ling-Ling, dan Alung, di usia mereka yang sudah sudah sepantasnya membina rumah tangga, akhir dua puluhan dan awal tiga puluhan, memiliki problematika yang sama. Masing-masing dari mereka sama-sama harus berhadapan dengan orang tua yang sudah memaksa mereka untuk segera menikah. Mulai dari dikenalkan dengan kerabat-kerabat dekat, didaftarkan ke biro jodoh, sampai berbagai macam cara ditempuh oleh orang tua mereka masing-masing. Sayangnya, sampai saat ini mereka masih belum menemukan pasangan yang cocok.

Pranalar Luar[sunting | sunting sumber]